
Tampak raut wajah Andri penuh penyesalan,ia tidak menyangka Adira menjauhinya. Entah bagaimana membuat gadis itu kembali bersamanya,setiap kali ada kesempatan ia selalu berusaha mendekat adira sendiri yang menghindar,bahkan mencari alasan untuk melakukan hal lain.
" In,boleh kita bicara sebentar! "! Pekik andri sehingga indi menoleh dan mendekati andri.
" Ada apa an,oh yaada masalah apa kamu sama dira?". Jawab indi lagsung tanpa basa basi meyerang dengan pertanyaan yang menohok.
" Berarti dira tidak cerita apa-apa ke indi!". Batin andri.
" Hei..aku nanya loh an!". Ucap indi menghalau lamunan andri.
" Akupun rada bingun,kirain dia ada cerita dengan indi. Semejak hari tu dia gak pernah lagi terlalu mengubris aku in! dan jujur itu membuatku gak nyaman,apakah aku melakukan kesalahan padanya? Tolong tanyakan padanya,karena kamu sekarang yang bisa membantu ku?". Ucap andri penuh pengharapan dengan wajah memelas.
" In syaa Allah deh an,oh ya udah dulu. Aku mau angkat jemuran!". Ucap Indi mengundurkan diri.
************
Langkah Dira mulai gotai,menyelusuri jalanan yang dipenuhi kendaraan berlalu lalang. Terasa sangat berat beban di pundaknya,berlahan air matanya turun membasahi pipi mulusnya.
Langkahnya terhenti disebuah tepian pantai,entah kenapa langkahnya kali ini mebawanya ke tempat dimana ia bisa menenangkan diri.
" Rasanya ini gak mungkin perasaan cinta! aku gak boleh bodoh dengan cinta! aku sudah cukup menderita untuk kembali jatuh dan terluka lagi!". Ucap dira lirih sambil duduk yang beralaskan sandalnya ,ia meringkuk menghadap ke arah laut.
Dari kejauhan ia menampakki indi dan isan tengah tertawa dan sedang bercanda ,tampak serasi.
Dira takut bila kehadirannya akan merusak memont berharga sahabatnya,ia kembali bangkit dan menggenakan sandal jepitnya. Menutupi kepalanya dengan jaket yang ia bawa. Ia mengambil jarak yang jauh dari jangkauan siapapun.
" Aku tak pernah tau dia menyukai atau tidak,dia hanya mengganggap aku teman di kala ia sepi dan ia butuhkan! lala jauh lebih cantik dari ku!". Batin dira,seketika ia berpikir pesimis dengan keadaan saat ini.
__ADS_1
Masih terasa jengah dengan ponselnya,karena. beberapa hari yang lalu ia di teror oleh lala kekasih andri. Ups! tepatnya mantan andri.
Tiap deretan kata yang di kirim laka lelwat dm stagram semuanya menyayat hati dira. Dira tidak satu pun membalas ataupun membuka pesab itu. Dira memblok si lala dari sosmednya.
Kini air matanya tumpah sejadi-jadinya,ia benci tapi cinta. Mengapa perjalan kisahnya terlalu menyerat dan bahkan mencekik dirinya sendiri.
Tringg!
suata notif pesan masuk,dia mengangkat kepalanya yang sempat ia tenggelamkan di lututnya. Membuka notif dari siapa.
( Kamu dimana dir?)
" Pesan dari andri!". Ucap dira tanpa membalas pesan tersebut. Kini, telpon dira berdering pria itu tidak menyerah.
" Hallo?". Ucap diea seketika.
" Bukan urusan mu, jangan telpon aku!".
Dira mematikan ponselnya dan menyimpannya di saku.
(As Adira).
Andri memutar motornya ia tau dimana gadis itu,terdengar suaranya serak seperti habis menangis.
Ia melajukan motornya, 10 menit ia mengendari motornya. Hingga,memarkirkan motornya ditempat parkir.
__ADS_1
" Dimana kamu dir?". Ujarnya mulai frustasi. Mengelus kasar puncak rambutnya
Ia menyusuluri tempat yang pernah ia lalui bersama Dira, ia menatap dari kejauhan sosok yang sangat ia kenal.
Lalu,berlari menghampirinya.
" Hei..!". Ucap nya sambil terengah-engah kehabisan nafas.
Adira menoleh dan menatap seorang pria yang nyaris kehabisan nafas tersebut.
Adira melangkah dan meninggalkan pria tersebut. Lengannya di cegat dan ditahanya kedua bahu dira.
" Tolong jangan pergi!". Ujarnya memelas dan penuh kekhawatiran.
"Kenapa?". Ucap dira kasar.
" Aku gak mau,dan gak suka!". Ucapnya sambil menata kembali nafasnya.
" Lepaskan aku! aku gak mau dituduh perusak hubungan orang! aku gak ngerti bagaimana aku bisa terlibat dengan hubungan kalian! yang jelas-jelas engkau tak pernah merasakan apa yang kurasakan!". Ucap dira sembari meninggikan suara dan berujar sebagian isi hatinya tanpa sadar.
(As Andri).
" Kenapa engaku begini? apa aku sudah berbuat salah padamu dir?". Tanyanya penuh penasaran.
"Ia masih belum juga peka! dasar bodoh!". Batin dira memaki.
__ADS_1
#Bersambung..