Aku,Kamu dan Senja

Aku,Kamu dan Senja
Aku mengenalnya


__ADS_3

Laju motor mengarahkan kami di suatu titik dengan terus menyusuri jalanan. Aku menatapnya dari kaca spion dengan penuh rasa iba,kadang dia sok kuat tanpa lupa dia juga butuh bahu buat bersandar.


Ku yakin saat ini,bahwa ia sedang tidak baik-baik saja. Ia selalu berpikir kuat,tapi seakkan tidak mau membagi luka yang sedang ia rasakan.


" Dira yakin kita mau naik kapal ini?". Tanyanya merasa tidak yakin dengan ajakanku.


Aku hanya menggangguk pelan dan mengenggam jemarinya. Senyumku masih mengembang sehingga menampakkan susunan gigiku.


" Dir, Andri sebenarnya takut! ". Ujarnya terus terang.


" Kita main sekali-kali ke pulau dan berenang disana!" Ucapku memujuk dia,agar mau menyeberangi pulau.


Tampak ketakutan mencuat di wajahnya,ia tau akupun takut. Ia berusaha agar tidak menampakkannya.


Aku mengenggam jemari tangannya, memberi kekuatan padannya. Agar ketakutan yang kami rasakan hilang.


Tampak raut wajah pucat itu mulai memudar,kini sebingkai senyuman terpancar di wajahnya.


"Bolehkah aku bersandar padamu?". Ujarnya seketika,sambil meletakkan kepalanya di bahuku.


Aku membiarkannya sejenak untuk menghempaskan semua masalah dan kegundahan dihatinya.


" Jangan pendam sendiri,aku tidak suka melihatmu luka!". Seketika keluar dari bibirku.


Seketika Andri mengangkat wajahnya, menatap lekat netra hitam gadis dihadapannya. Tangannya masih menggenggam jemari adira dengan penuh kehangatan. Lalu,ia mencium punggung tangan gadis itu.

__ADS_1


Kini pipi dira bersemu merah,andri merasakan kenyaman yang berbeda dengan orang lain. Hal inipun sulit ia rasakan dari lala. Dira memang berbeda,pertemuan dan perkenalan yang singkat terasa seperti sudah lama bertemu.


Bila melihatnya, selalu saja senyuman tanpa kendali langsung membingkai wajahnya.


" Apa Adira penyebab Andri putus?". Seketika keluar kata yang begitu saja dari bibir gadis ini.


" Tidak dira,cuma andri sudah tidak ingin lagi pacaran. Andri ingin istirahat dari yang namanya pacaran. Dira selalu bilang,pacaran itu dosa. Andri pun paham akan hal itu,dan belum tau dia jodoh kita kan?". Ucapnya seketika sambil menatap pulau yang nyaris terlihat,karena tujuan mereka hampir sampai.


" Kalau dira penyebabnya,Dira minta maaf. Jujur tidak pernah terlintas di pikiran dira,untuk mengacaukan hubungan kalian. Kan Dira berusaha agar Andri tidak menjarak dengannya". Ujar dira seketika matanya berkaca-kaca.



(As Adira).


" Yakin bukan karena dira?". Tanya gadis itu meyakinkan bahwa penyebabnya bukan dia.


" Jujur,adanya kamu saat ini. Sudah memberi ku tempat untuk bisa bersandar dan berdiri kembali!". Ucapnya sambil tersenyum.


" Bang tempatnya sudah sampai,jangan lupa jam 17.00 sudah tiba di sini lagi ya?". Tutur seorang bapak yang mengantar Andri dan dira ke pulau tersebut.


" Baik pak,kami akan stay lagi disini tepat waktu!". Ucap andri dengan penuh semangat.


Dira dan andri turun dari kapal tersebut dan bergegas berhamburan menuju pulau yang tidak seberapa besar tapi,terasa luas untuk mereka berdua.


" Tempat ini indah ya an?". Tanya dira sambil menatap lautan yang luas.

__ADS_1


" Benar dir.Indah dan cantik!". Ucap Andri menatap lekat ke gadis yang berada di sebelahnya.


" An,Dira bawa baju. Berenang yok? ". Ajak dira sambil menarik lengan andri,lalu menyeburkannya ke laut.


" Dira..awas ya,tunggu pembalasanmu!". Andri mengejar dira dalam keadaan basah kuyup. Dira berlari dengan sekuat tenaga.


Kalah kuat,lengan dira ditarik Andri. Hingga tubuh dira terpental kedalam dekapan Andri. Andri menggunci dira dalam dekapannya.


Dira tertegun,kini pipinya memerah seperti kepiting rebus. Ia menutupi kedua matanya.


" Pletekkkkkk!". Jentikkan andri di kening adira.


" Awwwwwww ...sakitttt,Andri jahat..awas ya,adira balas!". Ucap dira kesal,kini Andri yang gantian berlari dan dira yang mengejar.


" Apa-apaan si andri sih,buat orang deg-degan aja!". Ujar dira dalam hati.


" Hayo tadi mikirin apa coba!". Ucap andri sesaat mendekati Dira.


Kini dira terdiam menahan malu dan pipinya sudah bersemu merah.


Gelak tawa andri pecah melihat wajah dira yang penuh rasa malu.


" Menggemaskan ". Ujar andri dalam hatinya.


#Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2