
Dira membuka berlahan matanya yang bengkak karena sesendirian, menangis,hape yang ia matikan semalam kembali ia hidupkan. Pesan masuk secara beruntun hingga 100 pesan,dan 50 panggilan tak terjawab.
"Kenapa engkau berusaha sejauh ini,aku membencimu sekaligus menyayangi pria brengsek!". Batin dira mengutuki perasaannya.
Manik hitam legam itu membelalak melihat beberapa pesan tertera dari seorang masa lalu andri,yap itu lala!.
" Tak bisakah aku menikmati hariku tanpa perasaan yang membebaniku!". Dengus dira sambil membalikkan badannya menuju kamar mandi,matanya berpapasan dengan manik coklat andri, yang sedang melahap roti bakar selai coklat dan segelas susu panas sebagai sarapannya dipagi itu.
Dira membuang pandangannya,dan menutupi wajahnya dengan handuk. Gadis angkuh,tanpa memperdulikan sekitar . Lantai yang licin membuat tubuhnya terhuyung.
Brukkkkkkk
Ia hanya meringgis kesakitan, andri menghampiri sumber suara. Dilihatnya gadis itu terkapar dilantai.
" Malunya aku,Kenapa ia tiba-tiba datang! uhhhh pura-pura pingsan aja deh!". Batin dira merutuki kebodohannya.
Terasa jemari andri mengendong tubuh mungil dira,beberapa mata melihat mereka.
" Kenapa dira an?". Ucap illa terlihat panik.
" Jatuh terpeleset dan pingsan!". Ucap andri sekedarnya.
" Matanya bengkak,apa semalaman ia menangis? apa aku sebegitu menyakiti dirinya!". Batin andri saat menatap sekitar wajah gadis yang seperti matahari tersebut.
******
__ADS_1
Program kerja sudah dijalankan semua,tinggal menyetor hasil laporan masing-masing penanggung jawab bidang yang di pegang.
Dira melangkah berjalan sendirian, menyelusuri jalanan yang riuh suara kendaraan yang berlalu lalang.Tanpa sadar sepasang mata mengawasinya dari jarak yang cukup aman agar gadis itu tidak merasa keberadaannya.
Dira berhenti ditoko permen dan coklat, dan membeli es coklat dan permen coklat yang banyak.
Langkahnya makin cepat hingga,ia berhenti di tepian pantai yang sedang dikerumunan beberapa anak yang tengah bermain air ditepi pantai. Anak-anak kecil itu berlari dan memeluk tubuh dira.
"Kak dira akhirnya datang lagi? kami rindu kakak!"?. Rengek gadis kecil berambut coklat tua tersebut. Yanf bernama Caca.
" Kak si baby diki nangis nyariin kakak loh? ". Ucap seorang gadis berambut hitam panjang yang terlihat lebih tua dari yang lain. Yang bernama Runi.
" Oh ya? dimana dia? ayo ajak kesini!". Pinta dira sambil terus memeluk mereka ,terasa sesaknya meluap hilang terbawa angin laut yang menghempas wajah sendunya.
Seorang balita lelaki berlari tertatih-tatih karena baru pandai berjalan tersebut.
"Ka ara!". Ucapnya penuh kegemasan.
Dira berlari mengejar balita tampan itu dengan rasa bahagia,berakhir dalam peluknya dan menggendong tubuh mungil itu dalam dekapannya.
Dari kejauhan tampak seseorang tengah tersenyum melihat sisi keibuan yang dira tunjukkan. Kasih sayang dan kedewasan terpancar dari wajah gadis itu. Dengan sangat apik ia berhasil membingkai luka dengan seulas senyuman tulus penuh kehangantan.
( As Adira ).
__ADS_1
Manik hitam dira membulat tajam,saat menatap luka lebam di dekat kening balita tampan itu.
" Ini kenapa run? ". Tanya dira kepada anak yang bernama runi,anak yang membawa diki kemari.
" Itu kak,gara-gara mamanya diki. Diki nakal terus dipukul pake lecut gitu! ( cambuk )". Ucap runi dengan jujur.
" Sakit ya sayang,diki jangan nakal-nakal ya sama mama. Turuti mama,kalau nakal nanti kakak ara gak mau ikut main lagi!". Ucap dira dengan mata yang berkaca-kaca,hatinya jauh lebih sakit dibanding masalah cinta yang ia alami.
Sementara dari kejauhan andri menatap penuh keheranan kenapa raut wajah manis itu berubah tiba-tiba.
" Tunggu apa lagi an,lihatlah dia sangat keibuan dan penuh kelembutan. Dan kamupun takkan pernah lagi menemukan sosok seperti itu. Jangan menyia-nyiakan perasaan seseorang! ". Ujar indi ternyata bersama Irsan mengamati tingkah kedua sahabatnya tersebut.
Andri hanya tersenyum, menatap wajah irsan dan indi. Kini ia merasa kurang percaya diri untuk berhadapan langsung gadis tersebut.
" Aku pernah mendekatinya walau sebentar,tapi aku yakin dia gadis yang sangat baik dan sangat pandai membalut luka dengan tegar! mungkin kau akan tau an apa saja yang telah ia lalui sendirian setiap harinya! hanya denganmu ia menjadi dirinya sendiri. Ku harap kau tidak mengecewakan,jika kau tak berminat padanya silahkan engkau tinggalkan. Jangan memberi harap minta di perhatikannya,karena kau hanya mempermainkannya!". Ucap isan dengan tegas.
" Jangan sampai menyesal an,mungkin kamu bahagia didekati banyak wanita. Tapi,tak semuanya benar-benar bisa melihat dirimu apa adanya dengan kekuranganmu!". Ucap indi .
" Kejarlah selagi ia masih bersamamu saat ini. Bila,hatinya tertutup dan pergi itu takkan pernah bisa kembali kesemula!". Tambah indi dan memberi senyum tipis ke pada andri yang masih mematung.
Kecerian Adira sangat murni diwajahnya. Sangat sederhana gadis itu membuat sekitarnya ikut merasakan kebahagiannya.
Andri melangkah menghampiri gadis tersebut,berharap masih ada kesempatan yang memberi pengampunan atas segala sakit yang gadis itu rasakan.
#Bersambung
__ADS_1