
Adira masih mengunyah roti isi tersebut dengan lahapnya. Menyedot susu stowberi hingga tetes terakhir. Menikmati saparan paginya yang sudah sangat terlambat.
"Dira...". Tegur Andri menyentuh pundak Dira dengan pelan. Adira sedikit terkejut dan langsung menoleh. Ada noda krim di bibir atas Dira ,dari roti isi yang ia lahap.
" Sungguh menggemaskan! ". Sudut bibir Andri terangkat ,senyumannya mengembang penuh. Kini dira heran menatap pria itu,tiba-tiba tertawa terbahak-bahak.
Ibu jari Andri menyentuh bibir mungil Adira,Adira hanya terpaku seribu bahasa. Kini pipi keduanya bersemu bakkan tomat.
" Ngapain sampai deg-degan gini!". Batin mereka berdua secara serempak,tanpa mengetahui perasaan masing-masing.
Mereka akhirnya sudah tiba dilokasi,dan menuju posko yang menjadi tempat tinggal mereka untuk beberapa bulan kedepan.
Dira tertidur pulas di bahu Andri selama perjalanan menuju posko,Andri selalu menatap gadis itu dengan gemas.
Ingin ia menyentuh pipi tembem gadis itu,semua yang dimilikinya,sangat luar biasa. Perilakunya yang sangat baik,menyenangkan dan sangat energik. Membuat siapapun yang berada disekitarnya selalu bersemangat bila menatapnya.
Bis akhirnya berhenti,semua penumpang mulai berhamburan keluar. Ada yang berlari memasuki posko,ada yang menurunin barang-barang.
"Dir..bangun dir..!". Andri akhirnya menyentuh pipi lembut Adira. Gadis itu mulai bergerak pelan di bahu Andri. Matanya dikucek-kucek membuka pelan.
" Maaf an,dira ketiduran!". Ujar dira menyesal. Pastinya bahu Andri sangat keram.
__ADS_1
"Iya gak apa-apa kok dira imut!". Tutur Andri sembari mengacak-acak rambut Adira.
Adira, memanyunkan bibirnya,sehingga menambah keimutan Adira. Adira bergegas keluar dari bis,disusul oleh Andri dibelakangnya.
Setelah lelah berkemas,di posko terdapat 3 kamar utama,kamar depan di huni oleh anak cowok,di kamar kedua Adira dan indi,dan kamar ketiga ada illa,rita,dan juni.
Adira dan indi,langsung mengambil alih untuk berbenah-benah membereskan kamar mereka. Satu tempat tidur dan satu lemari besar,cukup untuk meletakkan barang dan memperistirahatkan diri mereka.
" Dira,Kamu gak apakan berdua dengan aku dikamar ini,emang sih cukup berdua. Dikamar satu lagi kan kamarnya sangat besar!". Ujar Indi sesaat memandang seluruh ruangan yang akan kami tempati.
"Alhamdulillah ini cukup kok,lagian ngapain besar-besar kalau kita berdua yang isi indi!". Jelas Dira, sambil tersenyum.
Pintu kamar sedikit terbuka,hingga orang diluar dapat melihat mereka terlelap.
Isan tidak sengaja menoleh kearah kamar dira dan indi. Ditatapnya wajah polos dira yang meringkuk seperti anak kucing,lucu sekali. Isan melangkah pergi setelah puas menatap wajah wanita itu. Lagi-lagi Andri menangkap basah,tingkah laku isan yang menunjukkan bahwa dia sangat tertarik dengan gadis itu.
Adira terbangun sesaat dering ponselnya berbunyi. Matanya masih tertutup, meraba-raba meja disamping tempat tidur. Berlahan membuka matanya. Menatap layar ponselnya.
" Andri?". Batin dira. Ia mengangkat panggilan dari pria tersebut. Dan menjauh sedikit dari kamar,karena indi masih tertidur.
"Hallo,Assalamualaikum dir,udah bangun?". Sapa Andri dengan lembut.
__ADS_1
" Ehmm,ya waalaikumussalam an,ada apa? ". Jawab dira dengan setengah sadar.
" Ayo bangun,mau makan gak?". Ajak Andri ke dira.
"Mau makan dimana,dan pakai apa? ". Ujar Adira memastikan.
" Motor akulah,kan kendaraan diantar dulu sebelum kita kesini. Udah cepatan atau aku dobrak kamar tu nanti. Pasti lagi didekat jendela ya?". Tebak Andri mengenai posisi Dira berada.
Adira terkejut dengan tebakkan Andri, adira menoleh ke kanan dan ke kiri. Mencari keberadaan Andri.
"Dimana? kok dira gak liat Andri? Andri sembunyi dimana?". Ujar Dira penasaran.
" Ehhhh Dira, Andri lagi natap dira dari jauh ni ha,ganti bajunya sana! Andri tunggu di depan 5 menit lagi!". Tegas Andri ke Dira.
"Eh..tungguuuu an..dir..". Belum tersampai ucapan Adira,Andri lebih dahulu menutup panggilan tersebut.
" Dasar umang-umang!". Degus dira kesal.
Bersambung...
jangan lupa like,comment dan favorite kan..
__ADS_1