
Isan tampak nyaman berbicara dengan gadis disebelahnya,kali ini ia menceritakan segala hal yang sedang membebani pikirannya. Indi adalah gadis yang asik sekaligus pendengar yang baik,pemberi solusi yang tepat.
Terkadang indi memberi sedikit rasa humor didalam obrolan serius mereka,isan hanya terkekeh-kekeh melihat tingkah gadis ini.
Kini mendung di hati isan,beranjak menghilang berganti pelangi yang indah. Isan berbicara tanpa henti,seketika ia terdiam ketika kepala indi menyentuh bahunya.
"Dia tertidur?". Tutur isan sambil menoleh wajah teduh indi. Seketika senyuman isan tersungging lebar di wajahnya.
" Manis..". Batin isan. Wajahnya bersemu merah.
Dari arah yang lain,saat seketika Adira dan Andri hendak memasuki room dan melewati tempat isan dan indi berada. Netra hitam Dira membulat,sekali-kali mengusap lembut matanya. Ia melihat sosok yang pernah mencoba memasuki hatinya,Dira hanya tersenyum dan pergi berlalu.
"Dir,mereka pacaran ya?". Ujar Andri, memecah lamunan Adira tentang isan.
" Eh..apa san?". Dira salah mengucap nama. Seketika Andri mengkeryitkan dahinya. Seperti menaruh curiga terhadap gadis di hadapannya.
"Maaf an,karena dira rasa. Isan udah punya kekasih dengan wanita lain. Jadi,gak tau juga. Lagian bukan urusan kitakan?". Ujar Dira, menutupi kesalahannya. Sambil memamerkan lesung pipi dikanan dan kirinya.
Andri hanya mengelus puncak kepala Adira dengan lembut. Seakan menunjukkan kegemasan terhadap gadis itu. Dira tidak dapat menyembunyikan wajahnya yang memerah,selain menunduk dibalik rambut nya yang terurai bebas.
Ini menjadi malam yang panjang,karena pulau tujuan mereka sangat jauh. Adira masih meringkuk dalam selimut ,semakin terbuai dalam mimpi yang mentenggelamkannya. Mimpi yang sama muncul lagi,Adira terbangun dan tersentak dalam tidurnya.
Meraih arlojinya,pukul 04.00 subuh,Dira keluar menuju kamar mandi, mencuci muka karena penuh dengan keringat. Bajunya pun basah.
__ADS_1
" Sekalian mandi aja kali ya?". Pikir Dira, ia meraih handuk dan bag mandinya. Ia menyelusuri lorong kapal,dan berhenti d sebuah rungan . Ia menatap sosok Andri tengah menjalankan kewajibanya sebagai seorang hamba,yaitu sholat.
Hati Adira terasa sesak,ia lupa kapan terakhir dia sholat. Dira bergegas pergi,karena Andri hampir menyelesaikan rakaat terakhir sholatnya.
Karena terburu-buru,Adira tidak memperhatikan sekelilingnya.
Brukkkkkkkkk..
Tubuh gadis ini terhuyung dan nyaris tercebur. Namun,pinggang ramping Adira ditahan oleh seseorang yang ia tabrak,Adira memejamkan matanya.Terasa dingin dan kenyal,Adira mencoba membuka matanya. Netra hitamnya membulat,dia menyentuh dada berotot pria tersebut. Dan membuat ia bergegas melepaskan sambutan dari pria itu.
"Maaf san dan terima kasih!". Adira tertunduk malu. Isan tidak menjawabnya,karena wajah isan sudah memerah,lalu bergegas meninggalkan Adira tanpa sepatah katapun.
Adira melangkab masuk kamar mandi,dan mengguncinya dari dalam.Ternyata,kejadian tersebut disaksikan oleh Andri.
Isan hanya menggunakan handuk yang melingkar pinggangnya,terasa sangat malu apalagi melihat wajah Adira yang sangat manis tadi. Pikiran Isan kacau,kalau sesaat memikirkan gadis itu. Ia bergegas mengganti pakaiannya dan turun ke ruangan ibadah.
" Mendamaikan !". Batin isan,lalu tersenyum.
"Isan ,buruan kami mau sholat ni!". Tutur seorang gadis yang sedang berdiri di belakang Isan. Sehingga menghamburkan pikiran isan.
" Eh,juni,rita dan illa. Maaf ya?". Sesal isan,menyingkir dari pintu. Karena menghalangi wanita-wanita itu masuk.
Sebelum isan memasuki saff cowok,ia menoleh ke pintu. Karena suara derap langkah yang kencang. Mata isan semakin membulat menatap sosok yang baru muncul.
__ADS_1
"Mau aku imamkan?". Ujar isan seketika,membuat beberapa wanita tadi mengangguk setuju. Netra coklat isan tak berkedip melihat Adira. Adira menyadarinya,lalu menundukkan kepalanya.
Indi menatap arah mata isan,sedikit demi sedikit paham .Ada sesuatu antara Isan dan Adira. Gadis itu kembali melanjutkan bacaannya.
Andri memang mengawasi pergerakkan isan,dan melihat Adira yang tidak begitu peduli dengan hal yang sedang isan lakukan. Memang ada ketertarikkan di dalam diri Isan,dan Adira pun sama. Tapi,Adira adalah gadis yang bisa melogiskan pikirannya agar tidak menseriuskan perasaan Isan.
Mereka menjalankan sholat dengan khitmat. Hingga Dira keluar bersama illa,juni,rita dan indi berbarengan. Mereka saling bercengkrama dan tertawa riang .Sedangkan Andri dan Adi sedang berbincang ringan,sebelum isan tiba dan ikut bergabung dengan mereka.
Sekitar jam 08.00 pagi mereka sudah tiba di pelabuhan tempat pulau Marina tersebut. Mobil bis yang mereka kenakan berlahan keluar dan melaju keluar meninggalkan pelabuhan,menuju lokasi desa Atsari (Ngarang).
Dira menatap ke arah luar jalanan, melalui jendela bis yang masih sedikit meninggalkan jejak embun disitu,Andri tidak sedetikpun berpaling dari pandangannya menatap gadis itu.
Dari kejauhan,Isan memandangi kedua orang dihadapannya. Isan duduk tepat di belakang Adira dan Andri.
"Dira?". Sapa isan memecah lamunan dira,dira menoleh dan menatap netra coklat isan. Andri pun ikut menoleh kebelakang.
Isan menyodorkan roti isi dan susu kotak rasa strowberi kepada Adira,karena sejak pemberhentian untuk sarapan,gadis ini tidak memakan apapun. Adira beberapa detik termenung. Karena,pikirnya isan takkan pernah lagi berbicara dengannya.
" Ambil dir,lalu makan. Kasihan lambungmu yang kecil itu kosong kerompong!". Canda isan sambil menyunggingkan senyuman termanisnya.
"Terima kasih san!". Adira mengambil pemberian isan,tangan lembut Adira menyentuh tangan isan yang kaku itu. Seakan menularkan kehangatan. Dira tersenyum dan kembali duduk menghadap kedepan.
Andri menatap gadis di sebelahnya. Padahal ia juga sudah menyiapkn makanan untuk gadis itu. Adira tampak menikmati sarapan paginya sambil tersenyum menatap arah luar jendela bis.
__ADS_1
Bersambung..
tinggalkan jejak like,comment dan favorite kan cerita ini, untuk mengikuti cerita ini!