Aku,Kamu dan Senja

Aku,Kamu dan Senja
Best Moment 2


__ADS_3

Netra coklat tua Andri menatap lekat tanpa kedip,menanti kelanjutan ucapan Adira. Gadis itu tampak sangat gugup,sampai keringatnya mulai bercucuran keluar.


" Ehmm..jangan paksain buat ngomong yang mungkin kamu merasa kesulitan untuk mengungkapkannya,aku akan menunggu kamu siap! Gak akan Andri paksakan dira buat ngomong! ". Ucapan Andri meredam sedikit kekhawatiran Adira,yang mungkin tidak dapat dibendung lagi.


" Iya an!". Jawab dira dengan lesu. Merasa dirinya tak mampu berbuat seperti apa yang ingin ia ucap.


" Wah sebentar lagi kapal yang ngantar bakalan jemput kita! " Tutur andri memperingatkan,sambil menatap arloji ditangan kanannya.


" Oh iya,ayo bereskan semua barang-barang kita!". Ucap Dira tergesa-gesa mengumpulkan barang-barang yang mereka bawa.


" Dir,sepertinya kapal tidak akan menjemput kita,lihatlah!".Tutur andri menatap langit yang mulai berwarna gelap pekat,bertanda segera akan turun badai.


" An dira takut!". Ucap dira mulai sedikit panik.


" Ayo ,kita harus menjauh dari sini,karena badai akan menghempas tepian pantai!". Ucap Andri membawa barang yang mereka bawa dan mengenggam jemari Adira.


Adira hanya menuruti langkah andri. Mereka masuk sedikit kedalam pulau tersebut,mereka menemukan rumah pohon tempat post penjaga.


" Kita sementara beristirahat disini dulu ya dira!". Ucap andri sambil memanjat pohon tersebut.

__ADS_1


Angin mulai bertiup kencang,mengoyangkan pepohonan yang dilewatinya.


" An kita amankah disini?". Tanya dira ragu-ragu sesaat melihat kondisi tempat yang dirasa tidak memungkinkan mereka berdua.


" Kita gak mungkin bakalan pulang adira,itu sangat berisiko. Bapak tukang kapal itu pun takkan mau melakukan hal bodoh dengan tetap menjemput kita disini!". Ucap andri sambil menyapu lantai pondok tersebut karena banyak debu. Dan mencoba mengelar tikar agar nyaman saat di duduki.


Adira hanya mengangguk dan menatap keluar jendela yang langsung mengarah keluar hutan belakang pulau.


Pondok yang hanya bisa menampung 4 orang ini,lumayan nyaman untuk ditempati,karena didalam terdiri satu set tempat tidur ukuran satu orang,rak-rak barang. Dan ditemukan kecil kompor ala tentara,peralatan makan ,sekardus mie instan dan air mineral.


" Mereka sudah memperkirakan,kalau terjebak masih ada bahan buat dimakan! lagian pondok ini cukup bagus untuk ditempati,dan coba deh kamar mandinya,mereka menggunakan air hujan yang di tambung dalam tangki di bawah tadi!". Tutur andri yang sudah sedari tadi memeriksa setiap ruang di dalam pondok diatas pohon tersebut.


Adira melangkah ke kamar mandi yang terlihat sangat sempit dan sesak,karena berukuran satu orang. Menghidupkan keran,mengalir air jernih didalamnya.


" Bisa tu,pergilah mandi dan sholatlah". Tegas andri sambil membereskan sekitarannya.


" Oke deh,nanti gantian aja!". Ucap Adira mengambil pakaian didalam tasnya.


Andri menempaskan tempat tidur dan menggantikan sepray nya,karena banyak debu dan sudah lama tidak di ganti. Membuka sarung bantal dan mencari dirak-rak untuk menggantikan sepray dan sarung bantal yang baru.

__ADS_1



Keadaan semakin gelap gulita,andri menghidupkan lentera yang terpajang di setiap sudut ruangan. Menatap jendela depan yang mulai bergemuruh di tengah laut. Lalu,menutupnya. Andri melangkah ke jendela belakang, tampak menyeramkan sehingga bulu kuduknya merinding.


" Andri ngapain?". Tegur dira,membuat pria tersebut terkejut.


" Aaaaaa..!". Pekik Andri.


" Eh, maaf kalau mengagetkan!". Sesal dira,yang baru saja keluar dari kamar mandi.


Andri terduduk lesu,merasa jantungnya terlalu cepat memompa. Adira mendekati dan memberikan handuknya.


" Mandilah,gantilah pakaiannya. Dira sholat ashar dulu!". Tegas dira,lalu meninggalkan andri.


" Dasar cewek gak peka,perhatian dikit kek. Masihan kagetan ini disuruh mandi!". Ujar andri mengumpat pelan sambil tersenyum.



#Bersambung..

__ADS_1


#like,comment dan favorite


#happy reading


__ADS_2