
(As Irsan).
Irsan POV.
" Kenapa aku begitu takut setelah ini takkan lagi bisa bertemu dengan indi,apa aku benar-benar sudah jatuh dalam pesonanya?". Batin ihsan beberapa hari menjelang kepulangan mereka.
Tatapan matanya selalu berhasil membiusku,aku sadar dan harus memulai dari mana untuk menceritakan kisahku.
Aku awalnya sangat tertarik dengan Adira Humairah, ya seperti namanya Humairah artinya pipi kemerah-merahan. Wajahnya terlalu polos untuk ukuran gadis sepertinya.
Meski berkali-kali ia menolak untuk aku memasuki hidupnya,membuat aku semakin penasaran. Sampai suatu hari ketika esok adalah hari survey kelokasi KKN,aku mendapat berita ia masuk kerumah sakit akibat alergi seafood yang tanpa sengaja ia makan.
Kalian tau,aku bergegas menghampirinya setelah ia pulang dari rumah sakit,padahal esok aku akan berangkat. Gadis yang misterius,ia dira orangnya. Aku ingin mengenalnya lebih dari ini.
Aku percaya,akan aku buktikan bahwa ini semua bukan sekedar rasa penasaran saja,tapi aku beneran naksir dia.
Motorku tanpa sadar tiba didepan kostnya,menenteng beberapa buah ,cemilan ,dan sup buah kesukaannya. Aku juga membeli obat saleb yang sering aku gunakan untuk mengoles bagian yang meradang saat alergiku kumat.
Jaket sangat besar berwarna dongker itu menutupi seluruh badan dira, ia memakai kaca mata dan masker. Jujur aku ingin sekali tertawa melihat penampilannya,kalian bisa membayangkannya membuat kalian tertawa geli.
(As Adira).
__ADS_1
" Hmm irsan ada apa? aduh dira malu keluar,seluruh badan dira penuh ruam merah dan bengkak!". Ucap dira sambil menundukkan kepalanya.
" Coba lihat tanganmu!". Ucap isan seketika,lalu menari lengan dira,agar bisa lebih dekat melihat.
Gadis itu hanya terpaku melihat sikapku yang sangat spontan tersebut. Aku sengaja tidak menolehnya agar,tidak ketahuan sedang membuatnya malu-malu.
Aku mengoleskan krim saleb tersebut dipermukaan kulit nya yang amat parah akibat alergi tersebut.
" Bagaimana rasanya?" Tanyaku langsung setelah selesai mengoleh kedua tangannya.
" Hmm dingin,ma..makasih ya?". Ujarnya tampak sangat gugup.
" Oh ya, istirahatlah dan ini makan harus menghabiskannya ya? lekas membaik,jangan sampai alergi lagi!". Setelah memberi mandat kepadanya aku menyerahkan kresek yang ku bawa kepadanya.
" Ini bukan apa-apa,yang penting ku harus sembuh. Dan aku ingin pamit,aku besok akan ke lokasi kkn kita,doakan aku sampai dengan selamat ya?". Ujar sambil mengelus puncak kepalanya,dan memutar motor lalu memberi senyuman kepadanya yang masih mematung beku.
Kalian tau aku sangat menikmati ekspresi gadis itu,yang tidak bisa bohong bahkan terlalu mudah melihat seperti apa dia. Rona pipinya memperlihatkan ia tersipu akan perlakuanku. Aku sebetulnya sudah kelewatan,untuk seukuran seorang lelaki yang sudah memiliki kekasih.
Ya,kalian sedang mengutuki diriku yang tidak beradab dan berperasaan ini,kalian tau apa soal yang aku rasa. Kalian hanya mampu menoleh kebagian satu sisi sudut pandang kalian saja.
Tidak tau kisah apa yang sebenarnya terjadi dalam versiku,aku mengagumi ia dengan setiap yang ia lakukan dan ucapkan.
Mungkin pasti kaliam tau,aku beberapa kali berangkat bersama dengan dira untuk menemui dosen pembimbing dan urusan lainnya untuk kkn tersebut.
Hari itu ia melontarkan kata-kata yang membuatku terhenyuh dan seketika dilema,entah dia terlalu peka atau memang aku tampak blak-blakan naksir dia.
__ADS_1
" San,aku boleh bertanya?". Ujar dira duduk dibelakang ku saat berboncengan.
" Iya dir tanyalah apa yang ingin kamu ketahui!". Ucapku sambil fokus mengendari motor metikku.
" Sebenarnya, apa tujuan isan dekatin dira. Sedangkan posisi isan udah punya pacar? emang isan ga sayang gitu? ". Ucap dira menjejaliku dengan berbagai pertanyaan,aku rasa ia ingin mengeluarkan seribuan gantungan pertanyaan yang sedang bergelayut di pikirannya.
" Aku gak punya tujuan khusus dir,dan aku berterima kasih kalau dira sudah mulai bisa berbicara dan berinteraksi langsung dengan ku,aku mempertimbangkan seorang psikologi tapi punya masalah psikis. Aku bukannya kasihan padamu,tapi jujur sikap dan sifatmu itu sangat menarikku sejauh ini dir. Aku tidak tau kenapa aku justru lebih merasa kepadamu dibandingkan wanita yang menyandang status kekasihku,aku memang menyayanginya dan bahkan tidak ingin menyakitinya. Tapi,aku sudah tidak lagi mencintainya sama sekali!". Ujarku menjelaskan.
" Bukankah itu sikap yang egois san,jika kamu tidak mencintainya tapi tetap bertahan apakah itu tidak menyakiti kalian berdua. Bertahan tapi hanya sebagai formalitas,diluar sana kalian bebas seakan tidak saling memiliki. Aku memang tidak pernah tau apa yang kalian lewati,tapi jujur aku tidak mau lagi dan lagi terkait dengan masalah hubungan yang rumit dari kalian. Aku sudah cukup jengah dengan persoalan rasa,takut dan kecewa itu masih melekat di benakku hingga membangun tembok tinggi untuk menghalangi siapapun masuk. Termasuk ...!". Ujar dira seketika terjeda,dan tampak enggan melanjutkannya.
" Termasuk apa dir? termasuk aku bukan?". Ucapku seketika menghempas nafas gusar.
" Perbaiki hubungannya,bukan ganti orangnya san. Wanitamu jauh lebih membutuhkanmu,jika bisa diperbaiki maka perbaiki jangan jadi seorang yang pengecut untuk diam dan menunggu ini semua berakhir! Aku jujur padamu,aku memang awalnya sedikit risih dengan mu ,namun entah kenapa isan berhasil masuk dan memahamiku. Tapi,aku takkan mungkin mengambil apa ynag menjadi milik wanita lain,aku bukan gadis seperti itu. Setidaknya aku pernah merasakan sakit dan mengalaminya,jadi aku harap kamu mengerti san. Aku tidak mau kamu mendekatiku hanya sebagai pelarian dan keegoisanmu saja!". Ujar dira terlalu berterua terang,hal ini justru membuatku semakin mengilainya karena kejujurannya.
" Baik dir,aku akan mempertimbangkan segalanya. Tapi,kuharap kamu jangan jauhin aku! biarkan aku menyelesaikannya sesuai cara dan kemampuanku!". Ucapku seketika,tanpa sadar kami sudah tiba di depan kost dira.
Gadis itu turun dan dengan menenggerkan senyuman manisnya,tampak ia berhasil menyembunyikan suatuhal yang aku sendiri sulit menerkanya.
Ia melambai melihat aku menghilang dari pandangannya. Pikiranku masih kacau dengan bait-bait kata yang ia lontarkan sangat tepat sasaran. Aku harus tegas dengan diriku sendiri,aku entah berapa lama menjadi orang yang sangat lemah.
# Bersambung..
# Like dan comment ,butuh masukkan dan dukungan dari reader..
# Jangan lupa singgah di novel ku yang lain. Perjanjian gaib dan My husband is a psychopat
__ADS_1