
Adira kembali terlelap didalam pembaringannya,Andri menatap penuh kasih dan sayang. Membelai rambut halus dan lurus Adira yang terlelap,membuat Andri tak sanggup memikirkan apa yang sudah dialami gadis manis ini.
Dari balik jendela kamar Adira, isan menatap betapa perhatiannya Andri teehadap gadia yang sangat ia kagumi,dari kejauhan tampak berombongan perempuan dan lelaki menghampiri isan.
"Dira gimana san?". Ujar indi,sambil menatap lekat isan. Isan menunduk tidak mampu bersuara.
" Sekarang Dira dimana san?". Tanya illa juga ikut khawatir.
"Ini kamar Dira illa!". Ujar isan,menunjuk pintu di sebelahnya.
" Ayo kita masuk!". Ajak juni yang sedari tadi penasaran dengan keadaan Dira.
"Ayo guys,atau kita bagi-bagi yang masuk,biar gak gangguin pasiennya!". Ujar rita,memberi saran untuk bergantian membesuk Adira di kamar.
" Iya,betul banget tu kata rita!". Imbuh illa.
"Yaudah gini aja,aku ,rita dan illa masuk duluan,nanti kalian berdua masuk temanin si Andri ya?". Ujar juni memberi saran.
" Baiklah jun,kalian duluan aja. Biar aku panggil Andri dulu!". Jawab indi,dan masuk keruangan tersebut.
__ADS_1
"An..Andri?". Tegur indi . Andri menoleh.
" Kita gantian ya? yang lain juga mau besuk,kita setelah mereka aja ya?". Ucap indi,Andri hanya menggangguk dan ikut melangkah keluar bersama indi.
"Masuklah guys?". Ucap indi kepada juni dan kawan-kawan. Mereka masuk kedalam dan menatap tubuh lemah Adira tidak berdaya.
" Dira..kamu dengar illa?". Ucap illa di samping Dira, jemari Adira bergerak. Tanda akan segera sadar. Netra hitam Dira mulai membuka,lalu menatap lirih ke orang di hadapannya.
"kalian..". Ucap dira lemah. Illa menggenggam tangan adira yang dingin,menatap penuh kasihan.
" Dira cepat sembuh,masa kita baru datang udah down aja?". Ujar juni sedih.
Dira menggangguk dan berlahan air matanya jatuh. Teramat sangat beruntung memiliki teman seperhatian mereka,walau belum sepenuhnya saling mengenal.
Juni,illa dan rita akhirnya undur diri,sesudah banyak menanyakan dira sakit apa dan kenapa.
" Kalian masuklah,kami pulang duluan tak apakan?". Ucap illa,sekalian berpamitan.
"Oh iya illa hati hati ya?". Balas Andri sambil melambaikan tangan kepada illa dan kawan-kawan. Tanpa aba-aba isan langsung masuk dan duduk di sebelah Adira.
__ADS_1
" Dira maafin isan ya? harusnya isan jagain dira. Semua ini salah isan,isan janji gak bakalan ninggalin dira lagi!". Sesal isan seketika air matanya jatuh membasahi pipi.
"Jangan berjanji isan,itu berat. Dira gak apa-apa kok,ini bukan kesalahan isan. Mohon jangan ucap janji karena itu utang,cukup buktikan saja lewat perbuatan bukan lisan isan!". Ujar Dira, sambil menatap lirih wajah isan,ingin rasanya dira mengusap air mata yang tumpah di mata isan.
" Iya dira,isan bakalan jagain dira disini. Dira ,isan mohon jangan terlalu dekat Andri! dia..!". Ucapa isan terputus seketika saat indi masuk berbarengan dengan Andri.
Sesegera mungkin isan menghapus air matanya,dan kembali membetulkan posisi duduknya. Adira masih menunggu ucapan isan yang terjeda tersebut.
"Indi?". Ujar dira,merasa senang . Karena,kawan sekamarnya datang menjengguk.
" Iya Dira, kamu okey kah?". Tanya Indi,membuka bicara. Dan ,memeluk tubuh dira yang lemah.
"Alhamdulillah okey indi,Dira udah bisa pulang hari ini kok!". Balas Dira, sambil membalas pelukkan indi kepadanya.
Mata isan masih melekat menatap wajah Adira, Andri merasa tidak suka dengan tatapan isan terhadap dira. Seakan seperti orang yang sangat protektif kepada gadis yang menarik perhatiannya ini.
Bersambung..
like,comment dan favorite kan..
__ADS_1