Aku,Kamu dan Senja

Aku,Kamu dan Senja
Lelah


__ADS_3

" Dir,aku mungkin tak bisa berjanji apa-apa buat mu. Bagiku kamu memang spesial dan berbeda!". Ucap andri apa adanya.


" Sudahlah an,kembali saja padanya. Dia jauh lebih membutuhkanmu dibanding aku! tak ada hal yang bisa membuatku terus bertahan,dan pada akhirnya harus ada yang mengalah dan terluka. Dan untuk itu biarkan aku saja!". Ucap dira dengan deraian air mata,dan bergegas ia menghapus jejak sendu itu dari pipi mulusnya.


Wajah andri tampak sangat sedih,ingin sekali ia membalut luka yang menggangga di relung hati gadis itu,tapi ternyata ia hanya menambah besar palung luka yang sudah terbuka lebar itu.


" Kamu jangan khawatirkan apapun,bukankah takdir akan mengarahkan pada jalan yang benar nantinya!". Ucap dira sambil tersenyum dalam derai air mata.


Andri masih tak mampu megucap sepatah katapun,ia sudah mengatakan perasaannya walau bukan dengan kata cinta.


Adira mulai beranjak dari duduknya,andri melihatnya tampak ragu meraih jemari gadis itu.


Namun,hatinya sudah sangat sakit melihat gadis itu menangis, lalu ia menarik lengan dira dan mendekapkan gadis itu dalam pelukkannya.

__ADS_1


"Hiks..hiks..hiks..aku sayang kamu,kamu kenapa bodoh sekali sadari itu! Kalau kamu gak suka kenapa kamu kasih aku perhatian yang membuat siapapun salah paham!". Isak tangis dira, sambil memukul pelan dada bidang andri.


" Sampai kapan kita seperti ini?". Ucao andri sesaat shere adira selesai menangis dan mulai tenang.


Dira melepaskan pelukkan itu,andri tampak sangat tidak suka melihat mata adira bengkak akibat terlalu lama menangis.


" An,pilihan ada ditanganmu,kalau kamu memilih dia biarkan aku pergi dan ikhlaskan semua kenangan kita. Bahkan aku berjanji takkan pernah kembali lagi. Jika kamu ingin aku bertahan,selesaikanlah masalah mu dengannya. Jelaskan semua mau dan inginmu,aku takkan pernah takut dengannya walau dia menerrorku!". Ucap dira sesaat ia membaringkan tubuhnya ke pasir pantai.


Kala itu senja menyapa dengan warna kemerahan menghiasi langit ,seakan memberi warna gold yang sempurna kepada setiap benda yang disinarinya.


" Bolehkah aku jawab sekarang?". Tanya Andri, seakan sudah menemukan jawaban.


" Yakin? aku memberimu waktu untuk memikirkannya kembali!". Jawab dira mencoba memberi waktu andri berpikir lebih matang.

__ADS_1


" Yakin, aku tak ingin kita berjauhan. Kenapa kita tidak jalani aja dulu,menikmati waktu yang tersisa ini dengan bersama!". Ucapnya untuk memberi opsi lain dari pilihan yang ia pilih.


" Baiklah terserahmu sajalah!". Ucap dira,ia melangkah menatap hamparan gelombang yang kelak memberi nuansa kepingan memori yang ia miliki.


"Ayo kita pulang,esok kita pergi ke posko teman andri ya? disana kabarnya ada festival lampion. Berhubung dapat undangan,katanya indi dan ihsan ikut!". Ajaknya sambil menebarkan senyuman manis yang ia miliki.


" liat aja nantik!". Jawab dira dengan sekedarnya saja.


"Sungguh cuek,seakan aku sudah membuat hal yang teramat salah! Aku rindu senyumnya,tawanya dan juga kicauan kecerewetannya! Saat sedih yang terbingkainya hanya tatapan dingin dan sendu penuh kekecewaan". Batin andri sambil mengikuti langkah dira yang lunglai.


" Dira udah makan?". Tanya andri tampak khawatir.


" Entahlah,aku lupa kapan terakhir makan!". Ucapnya ketus.

__ADS_1


#Bersambung..


__ADS_2