Aku,Kamu dan Senja

Aku,Kamu dan Senja
Ujian


__ADS_3

Adira masih berusaha mengoyangkan bahu andri,sesaat suara petir dan angin bergemuruh menjadi satu.


" Aaaaaa!". Pekik adira. Andri langsung mendekapkan gadis itu dipelukkannya.


" Hiks..hiks..hiks..!". Isak tangis dira pecah di dalam dada bidang andri.


" Udah,tenang lah disini andri jagain. Jangan menangis dira!". Pujuk andri sambil mengelus rambut dira dengan pelan.


Adira melemahkan pelukkannya,sesaat itu juga petir menyambar sangat keras. Dira semakin mempererat pelukkannya dan menenggelamkan kepalanya di dada andri.


" Aduhh,Dira lo buat gue deg degan serrrr rasanya!". Batin Andri.


" kenapa jantung andri bedebar lebih kencang dibanding jantung dira?". Tanya dira dalam hati.


" Udah ya dir,sekarang bobok lah!". Ujar andri melepaskan pelukkannya,namun dira menarik andri untuk tertidur di sampingnya.


"Sungguh aku sangat takut,tolong tetaplah disampingku!". Ujar dira memelas dan menundukkan wajah penuh pengharapan ,agar andri merasa iba.


" Sial,aku ini cowok normal. Bagaimana mungkin aku bisa tenang ,kalau masalahnya aku tidur berdekatan dengannya? bisa bisa lepas kendali!". Batin andri mulai beronta dengan hasratnya.


"Dira kamu gak takut?" Ucap Andri seketika,keluar dari lisannya tanpa sadar.


" Takut kenapa?". Tanya dira polos,sambil menatap lelaki yang hanya berjarak sejengkal darinya.


" Aku ini lelaki dewasa dir,dan kamu pahamkan. Aku gak mungkin mau terbawa suasana yang membuat aku melakukan hal yang buruk padamu!". Ucap andri dengan penuh kehati-hatian.


Adira terdiam,kini ia mencoba mencerna perkataan andri. Ia paham betul tapi ,suara guntur di luar jauh lebih menakutkan.


" Andri takkan melakukan hal buruk ke dira!". Ucap dira mencoba meyakinkan bahwa andri takkan melakukan hal yang buruk padanya.


" Entah lah aku tidak jamin,aku ini pria dir!". Tegasnya sekali lagi,matanya tak berkedip melihat gadis di hadapannya.Tampak sangat polos sekali.

__ADS_1


Adira berusaha memejamkan matanya, andri menyingkirkan rambut yang menghalangi pandangannya ke wajah dira,bibir mungil dira sangat mengoda!


Cup.. Kening dira dikecup pelan. Kecupan di dahi menandakan seorang pria itu menyayangi dan menghormati.


" Kenapa disaat begini,ada yang membuat ku masih menahannya!". Batin andri.


Dira terbagun karena kecupan lembut itu,lalu membalas kecupan yang sama di dahi andri.


" Apa maksudnya? dia berusaha memancingku?". Pikir andri.


Setelah itu dira membalikkan tubuhnya membelakangi Andri, entah kenapa andri merasa sedikit kecewa. Ia menarik pinggang ramping dira,agar tidak membelakanginya.


Adira terkejut, seketika pipirnya berubah merona merah dan jantungnya semakin terpaju memompa seperkian detik.


Andri menatapnya dari atas,tampak sangat cantik sekali dira dihadapannya.


" Ya tuhan,entah kenapa aku sangat menginginkannya,wujudkanlah aku bersama dia yang ku sayangi!". Batin andri seketika.


" Mau kemana?". Tanya dira dengan lirih.


" Aku gak mungkin tidur berduan dengan mu,aku tidur dibawah. Kalau kamu takut bisa pegang tanganku!". Saran Andri.


Dira menggangguk setuju,dan ai mengeserkan tubuhnya agar bisa memegang jemari andri. Hingga mereka berdua terlelap.



(As Andri).


Mentari pagi sudah mulai naik diperaduannya,walaupun belum sepenuhnya terang.


Andri merasa tubuhnya sesak dan berat, berlahan membuka matanya. Matanya membelalak menatap sesuatu yang menghimpitnya.

__ADS_1


" Ngapain Adira diatas aku,apa dia terjatuh dari kasur!". Pikir andri,tampak gadis itu mulai bergerak.


"Ehmmm..". Ucap dira sambil mengosok pelan matanya,bertumpu di dada andri. Ia merasa menyentuh suatu yang lembut,menatap apa yang di sentuh.


" Astaga,kenapa bisa jatuh ke badan Andri! Pasti dia mikir yang enggak-enggak. Dasar kebiasaan kalau tidur suka jatuh kemana aja!". Batin dira,pipinya bersemu merah.


Ia bangkit berlahan berharap tidak membangunkan pria tersebut,berlahan-lahan ai mulai berdiri. Namun sialnya,kakinya kesandung dengan kaki jenjang andri,sehingga ia terpeleset dan ..


Cup...


Bibir mereka saling mengecup,andri sontak kaget,selain menahan tubuh dira dan yang tak kalah kagetnya mereka berciuman karena kecerobohan dira,tampak manis sekali wajah dira,yang mengecupnya.


Andri dan dira saling tak berkedip,dira berlahn menarik wajahnya dari andri. Andri menarik kembali leher dira,kini bibir dira bukan sekedar dikecup melainkan juga memeluk tubuh dira.


" Maaf..!". Ujarnya ditelinga dira,irama jantung mereka akhirnya menyatu jadi satu.


Adira bangkit dari tubuh Andri, berusaha sedikit menjauh. Membuka jendela dan menatap cahaya mentari mulai naik,dira bergegas ke kamar mandi dan mengambil wudu'. Ia pikir itu semua adalah kesalahan dan tak sepantasnya andri begitu. Tapi, sejauh ini andri tidak pernah berbuat yang buruk. dan masih bisa menahan.


Selepas dira,andri menyusul dan menunaikan kewajiban mereka. Setelah selesai mandi dan sarapan mereka kembali ke pelabuhan,agar kapal yang menjemput segera datang.


Baru saja mereka berjalan ke sana,kapal sudah tiba. Langkah mereka tepat sekali,orang kapal langsung menurunkan jangkarnya. Adira sedari tadi banyak diam,membuat andri sedikit frustasi melihat gadis yang mulai membuatnya tertarik hampir membuat akal sehatnya hilang.



( As Adira ).


Sampai di posko,mereka habis di marah- marahi oleh teman seposko. Takut terjadi apa-apa. Karena semalam badai kuat sekali menerjang.


Dira tampak demam langsung merebhkan tubuhnya di kasur. Indi berusaha merawat dan mengkompres dira dengan telaten.


#Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2