
Adira masih mematung ditempat,sembari mengenggam kantong plastik berisi makanan pemberian isan. Wajah cubby Adira bersemu merah seperti buah tomat.
Dan Adira melangkah masuk kembali kedalam kostnya. Berselang 15 menit,notif pesan masuk dari ponsel Adira. Dira menggeser layar ponsel membuka pesan tersebut.
To:Dira
From:Isan
Dir..isan dah dirumah ni,dimakan ya. Wajah dira beda hari ini. Lebih cerah daripada matahari.hehehe :)
"Apaan sih isan,dasar cowok gombal!". Degus Dira. Lalu mengetik balasan pesan isan.
To:Isan
From:Dira
Jangan gombal san,esok jangan telat! :(
***************************************
__ADS_1
Keesokkannya Adira membuka lemari,mengeluarkan semua baju terbaik yang ia miliki.
" Gak ada satupun baju yang cocok untuk ku!". Keluh Adira, ketika mencoba satu persatu pakaiannya.
Matanya tertuju kepada baju terusan selutut berwarna krim dengan sedikit renda di bawahnya. Dira meraih baju tersebut dan memadupadankan dengan jeans hitam. Hijab krim segi empat polos yang Adira kenakan,tampak anggun dan mempesona,Dira memoles wajahnya dengan make up secara natural,membuat tampilannya lebih segar.
Tittttt...Tiiiittt...tiiiitttt..
Suara klakson isan sudah memekakkan pendengaran Adira,sebenarnya kalian harus tau.
Flashback on
Adira dan isan bukan baru kenal,semejak isan pulang ngikutin Adira. Isan sudah sering chat-chatan Adira,walau si Adira adalah cewek yang sangat cuek. Isan mencairkan kutub es Adira,dengan mencoba memasuki kisah kelam Adira. Adira gadis yang memiliki psikosomatis terhadap trauma yang teramat sangat mendalam. Makanya,isan meyakinkan Adira bisa sembuh. Dengan selalu menemui dan menghubungi Adira. Namun,isan adalah seorang lelaki yang melankolis,dia lelaki yang lembut hatinya (Baperan). Isan sudah berpasangan dengan seorang mahasiswi jurusan keperawatan,dan sama-sama sedang mengikuti program KKN.
Adira bergegas meraih sling bag dan menyambar heels dirak sepatunya. Ia memakainya lalu,berlari keluar kamar kost setelah menggunci kamarnya. Setiba di depan isan tak berkedip melihat penampilan Adira.
"Maaf apa dira lama san?". Tutur Adira sembari menundukkan kepalanya.
" Eh..gak kok Dira. Ayo kita pergi,sebelumnya sini isan pasangin helmnya." Jelas isan,sembari mendekati Adira, tapi Adira mundur.
__ADS_1
Gejala psikosomatis Adira kumat,kini tangan dan kakinya bergetar hebat,keringat dingin keluar dari pori-pori kulitnya.
"San,mundur dulu!". Pinta dira dengan suara bergetar dan sedikit tercekat. Tubuh mungil dira terduduk seketika di teras kostnya. Isan menatapi keadaan Adira dengan penuh keprihatinan,ingin menolong gadis itu untuk berdiri,tapi Adira tidak bisa di sentuh.
10 Menit berlangsung sampai efek dari psikosomatis dira hilang.
" Maaf san,apa kita terlambat?". Sesal Dira, seraya matanya berkaca-kaca.
"Dira kalau gak bisa,yaudah istirahat dirumah aja ya? isan khwatir banget,isan gak mau lihat Adira kayak tadi!". Isan menunjukkan wajah sedihnya.
" Adira okey kok san,ayo kita berangkat.". Dira tersenyum sembari naik ke atas motor isan.
Isan tidak bisa melarang Adira untuk tidak usah ikut ,karena gadis ini sudah duduk di jok belakang. Selama perjalanan isan selalu menyuguhkan lawakan yang mengocok isi perut Adira. Hal ini terus berlangsung selama pergi dan pulang dari tempat janjian teman kkn mereka.
"Dira,udah beberapa bulan ini,menjelang keberangkatan kita. Entah kenapa isan ngerasa nyaman ke Adira. Dan rasa ini sepertinya sayang dir". Pernyataan isan seketika membuat air muka dira berubah pucat.
"Dira bukanlah perempuan yang sempurna san ,dira punya trauma yang mempengaruhi fisik Dira, akan sulit menjalin hubungan dengan Adira,isan juga sudah punya siska! Dira juga sayang tapi,dira gak mau mengambil isan dari siska! Seperti apapun masalah isan dan siska,isan harus maju terus dan selesaikan secara baik-baik". Penjelasan Adira,membuat raut wajah isan berubah.
Semejak hari itu,isan menghilang tanpa kabar. Isan banyak menghindari adira dan bahkan tidak lagi menghubungi Adira.Pengumumman keberangkatan semakin dekat.
__ADS_1
Bersambung...
Tinggalkan jejak like,comment, dan favorite, untuk mengikuti kisah ini!