
" Andri kenapa kamu itu ngeselin banget?". Dengus dira kesal.
" Hahaha kamu itu lucu kalau lagi marah!". Ucap Andri sambil mencubit pipi dira dengan geram.
" Andri nyebeliiiiiiinnnnnnnnn...!". Pekik dira sambil memukul-mukul pelan,andri tidak menghindari pukulan dari gadis yang membuatnya selalu tersenyum tersebut. Pukulan yang ia rasakan seperti gigitan semut.
Andri menarik lengan gadis tersebut,dan langsung mendekapnya pelan. Pipi Adira bersemu memerah,Andri hanya menatap lembut ,melihat gadis dalam dekapannya malu-malu karena ulahnya.
" Nyaman seperti ini dir?". Ucap Andri, mencubit pipi gadis tersebut.
" Ihhhhh malu loh!". Ucap dira merasa malu-malu.
( As Adira ).
" Eh haus nih dir? mau minum! disini mau beli minum dimana? " Celingak-celinguk andri menatap sekeliling.
" Udah ih,ini tadi dira beli sebelum berangkat kesini!". Ucap dira sambil mengeluarkan isi tasnya,berisi air mineral dan makanan ringan.
" Dira emang luar biasa! Boleh ni andri minum?". Tanyanya sambil cenggingiran.
" Yaudah gak usah minum!". Gerutu Dira.
" Tukang ngambek!". Cibir andri sambil menjulurkan lidah.
__ADS_1
" Dasar umang-umang,keong racun,ayam anyut.!". Ejek dira penuh kesal.
" hehehe,sini cup cup cup jangan ngambek dong!". Pujuk Andri, sesaat dira megambek sambil duduk menjauh.
" Yakin mau ngambek??? kan hari ini mau happy fun!". Tutur andri dan lagi-lagi ia mencubit pipi Adira.
" Andri sini kamu,udah nyebelin banget!! ". Ucap dira kesal,sambil menghampiri Andri, dan memukul-mukul andri dengan pelan,karena ia takut kalau terlalu kuat memukul dapat menyakiti cowok tersebut.
Langkah tubuh Andri tidak seimbang dan akhirnya ia terjatuh di timpa tubuh dira.
" Awwwwwww...". Ucap dira menahan sakit di jidatnya,karena terhantuk dagu andri. Andripun ikut meringgis kesakitan.
" Dira gak apa-apa kan?". Ucap andri meyakinkan bahwa tidak ada yang luka dari tubuh dira.
" Cuma sakit di jidat dira,kena dagu andri tadi! itu dagu kok tajam amat". Ucap dira,sambil meringgis.
" Yaudah sini andri liat!". Andri melihat dan menyentuh jidat dira, lalu..
Mata dira terbelalak keluar,menatap tidak percaya yang barusan terjadi. Namun, fokus dira teralih melihat goresan luka di siku andri,akibat batu di sekitar pasir pantai.
" Andri berdarah!". Ucap dira panik dengan mata berkaca-kaca.
" Udah gak apa-apa kok dira. Nanti sembuh sendiri!". Ujar andri menenangkan gadis yang nyaris hendak menangis tersebut.
" Sini dira tiupin,hiks ..hiks. hiks.. (Menangis)!". Ucap dira berurai air mata,tangannya bergetar memegang tangan andri ,sesekali meniup luka pria tersebut.
" Sebegitu takutnya, sampai tangan ikut bergemetar. Andri tidak kenapa-napa dira,ini segera sembuh kok!". Ucap andri,kini tangannya beralih memeluk gadis dihadapannya. Agar berhenti menangis .
__ADS_1
(As Andri).
Cukup lama dira menangis dalam pelukkan andri. Suara cegugukkannya sudah mulai terkendali.
" Sebegitu takutnya dir?". Ucap andri mencoba mengangkat wajah gadis di pelukkannya tersebut,agar menatap langsung padanya.
" Gak suka kamu luka-luka!". Ucapnya mulai tenang.
" Udah gak apa-apa kok!". Ucap andri menyeka air mata yang tersisa dipipi dira.
" Sakit ya?". Ucap dira dengan mata sembab,akibat menangis karena rasa bersalah.
" Kenapa kamu mudah sekali menangis dir? Lagian ini bukanlah salahmu!". Ujarnya sambil menyeka rambut yang menutupi mata dira.
" Aku tidak tau an,aku cuma gak suka lihat orang lain terluka,terlebih aku penyebabnya. Mending aku dipukul dan luka difisik daripada luka di batin!". Ucap dira dengan lirih,kepalanya menunduk terasa berat di pikirnya.
" Hei..!". Ucap andri mencoba menegakkan kepala dira,agar ia bisa menatap langsung wajah si gadis.
" Kamu mudah menangis karena dira tipe orang yang welas kasih dan penyayang, itulah tanda-tanda seseorang yang tulus dir. Dira gak mau melihat kesedihan di hati orang lain. Dira itu ibarat mentari pagi selalu berhasil membuat orang lain yang menatap tersenyum bahagia. Dir sosok mu yang lemah ini adalah salah satu bagian dimana menjadi kelebihan,bukan sekedar kekurangan!". Jelas Andri panjang kali lebar.
" Apa andri gak kecewa dengan perilaku dira yang sedikit kekanakkan,misal suka meyalahkan diri sendiri dan bersikap seperti tadi!". Ucap dira mencoba menemukan jawaban dari pria dihadapannya.
" Dira,akupun punya kelemahan dan kekurangan. Jadi,kita berdua hanya berusaha untuk melengkapi satu sama lain. Kita punya porsi masing-masing dan tiadalah dari kita yang sempurna,kecuali yang saling menyempurnakan!". Ucap andri dengan memandang lekat wajah adira,dengan penuh senyuman.
" Andri kok bisa bijak sih! Gak adil ah..gak seru,an dira boleh nanya gak sih?". Tanya dira mencoba berlahan untuk melontarkn pertanyaan yang kini bergelantungan di kepalanya.
" Boleh,tanyalah. Selagi andri masih bisa jawab,andri bakalan jawab kok!". Jawabnya dengan enteng.
" Ann...". Ucap adira terpotong,karena masih ada keraguan di benaknya.
__ADS_1
#Bersambung
#Like,comment,dan favorite