
Adira menyandarkan dirinya dibahu andri,merasa kantuk teramat sangat yang tengah merundungi dirinya. Hingga,mengayunnya untuk jatuh terlelap dalam binaran mimpi.
" Kayaknya bakalan kram nih?". Ucap andri membertul posisi letak kepala dira.
Entah berapa lama dira memejamkan mata,kepalanya terasa berat. Ia melirik keatas ,manik hitam itu langsung membelalak keluar.
" Oh my,kepala kami saling menyender!". Ucap dira pelan.
" Udah tidurnya?". Ujar andri sambil menatap wajah dira tanpa merubah posisinya.
Dira langsung ,membenarkan duduknya. Andri tertawa terbahak-bahak. Melihat ulah gadis tersebut,yang sudah merona. Sungguh menyenangkan membuat gadis itu bersemu memerah.
Andri menarik jemari dira tanpa meminta izin sang gadis. Dira hanya menoleh, hal ini membuatnya semakin bingung dengan semua sikap dan perilaku andri yang menurutnya membuat ia terus terjatuh lebih dalam.
Andri menghempaskan kepala di paha dira,tampak manik hitam dira membelalak keluar,melihat sikap andri yang lebih berani.
" Kamu apa-apan sih an! ayo bangun!". Ucap dira merasa perilaku andri kelewatan.
" Aku mohon,biarkan aku begini saja hanya untuk Beb saat saja!". Ujarnya memelas.
Dira sampai kapanpun takkan pernah bisa menolak seseorang yang memohon padanya,gadia itu mengelus rambut Andri.
" Dasar manja,kek bocah!". Ejek dira,sambil mencubit hidung andri dengan gemas.
" Awww,ini mah bukan gemas lagi . Tapi,balas dendam nih!". Ujarnya langsung beranjak duduk. Lalu menarik leher dira,hingga ia bisa mengecup kening dira.
" Ini hukuman buat mu yang ngejahilin aku!". Ujarnya tanpa memperduli raut wajah dira yang sudah membeku seperti balok es.
__ADS_1
As Adira
Andri menarik bahu dira,agar lebih dekat dengannya. Membawa gadis itu dalam peluknya,dira hanya mematung seakan apa yang terjadi diluar akal sehatnya.
Dug..dug.dug..
Suara detak jantung andri bergema melaju,seakan sedang berpacu dengan waktu.
" Apa dia sedang deg degan ya?". Ucap batin dira,seketika sekelebat senyuman mencuat kelaur dari wajahnya.
" Tidurlah,biar aku beri bahu untuk mu bersandar!". Ucapnya mengambil posisi kepala Dira untuk disenderkan di bahunya.
Dira hanya tersenyum,mewakili perasaannya. Pelabuhan penyeberangan sudah terlihat,mobil-mobil memasuki kapal roro tersebut.
Semua penumpang keluar dari kendaraan,dan menaiki tangga lantai atas roro yang sudah tersedia jejeran kursi penumpang.
As Andri
" Aku tau kamu masuk laut,kalau dibawah mungkin pasti akan muntah!". Ujar andri sambil mengacak-acak rambut dira dengan telapak tangannya.
" Jahil amat sih,lihat berantakkan kayak rambut singa!". Protes dira sambil memanyunkam bibirnya.
" Hahahaha..ngambek nih?". Ujarnya mulai menggoda gadis tersebut.
" Mau foto disini,ayo fotokan!". Ujar dira meminta difotokan diatas kapal tersebut.
__ADS_1
" Gak mau,foto berdua mau!". Ujarnya membecandai gadis tersebut.
" San fotokan kami!". Ucap dira meminta isan memoto dia dan andri.
" Kok rasa aku jadi photographer prewedding ya,habis ini kalian bayar ya!". Ucap isan sambil ketawa garing.
Penyeberangan mereka sebentar lagi sampai di tempat pelabuhan,beberapa penumpang mulai turun dari lantai atas untuk masuk ke kendaraan masing-masing.
Dira melangkah menuruni anak tangga,tapi ujung roknya keinjak olehnya.
Grepp
" Hampir saja jatuh! kalau jatuh gimana?". Ucap andri khawatir,gadis itu nyaris terjungkal jatuh. Untung ia langsung bisa meraih lengan gadis tersebut.
Kini Andri berjalan tepat dibelakang dira,sangat sesak karena orang berdesak-desak.
" Dira okey?". Tanyanya melihat gadis itu memucat,ia menggenggam bahu dira.
Membantu dira berjalan dengan baik.
Namun,orang -orang semakin berdesakan. Seorang pria yang berada didepan dira mundur,hingga andri langsung membawa dira dalam pelukkannya,agar Dira tak terinjak atau terdorong.
# Bersambung..
# Like dan comment ,butuh masukkan dan dukungan dari reader..
# Jangan lupa singgah di novel ku yang lain.
__ADS_1
My Husband Is A Psychopat