
Adira masih diam membisu,tak ada sepatah katapun keluar dari bibir mungilnya. Andri menatap nahar,seolah mengharapkan jawaban atas pertanyaanya.
" Apakah sebegitu bencinya padaku?". Ucap andri lesu.
" Tidak an,aku sedang tak ingin berbicara denganmu. Lebih baik kamu tinggalkan aku!". Jawab dira,sambil melangkah pergi.
" Aku tak bisa membiarkan mu pergi sendiri! Jangan keras kepala,kalau ada apa-apa siapa yang mejagamu! Aku akan tetap menemanimu,meski kepala batumu tidak membiarkanku disini!". Ucapnya dengan penuh kelembutan.
" Aku menyukaimu!". Ucapan itu terlontar begitu saja,dira hanya memikirkannya bukan mengucapkannya. ia menutup mulutnya dengan tangan.
" Kenapa mulutku lancang sekali!". Batin dira berkecambuk,memikirkan kecerobohannya.
Mata andri terbelalak,seakan-akan tak percaya dengan apa yang barusan ia dengan,melihat wajah gadis itu bersemu memerah. Ia yakin tidak salah dengar.
(As Adira).
"Kenapa secepat itu, kan belum tau bagaimana sifat asliku sebenarnya!". Ujarnya sambil menatap netra hitam dira.
" Apakah butuh alasan buat menyukai,perasaan tidak bisa ku kendali untuk dan kepada siapa! Jangan tanyakan mengapa dan kenapa? Akupun hanya merasa nyaman dan aman bersama mu an! Maaf bila kelancanganku menjadi beban,aku hanya berusaha menjadi seseorang yang tetap jujur. Setidaknya selepas ini aku menjadi tenang, dan aku tak peduli bagaimana tanggapanmu. Bahkan,kalau kau membenciku pun tak masalah,kuterima semua konsequensinya!". Ucap dira panjang kali lebar,kini matanya berkaca-kaca dan berusaha menahan sedikit lebih dalam agar tidak membanjiri pipinya.
"Aku takut kelak mengecewakanmu dir. Aku paham perasaanmu,karena aku juga merasakannya!". Ucapnya tampa memalingkan pandangan.
" Kenapa Andri menyukai dira,yang jelas dira itu ceroboh,cenggeng,kekanakkan dan bodoh!". Dengus dira.
__ADS_1
"Aku tau. Tapu,aku menyukai cerobohnya,cenggengya,kekanakkannya,dan juga bodohnya. Karena dira menjadi dira sendiri!". Ujarnya membuat pipi Dira memanas menaham malu.
" Aku menyukaimu,tapi gak secepat ini mengakuinya. Kadang aku juga ragu dengan hatiku!". Tambahnya,dengan wajah lesu.
" Sebenarnya kamu menganggapku apa an?,kalau niatmu membuatku patah dan terluka itu sudah berhasil!. Aku mempercayaimu karena engkau berbeda,tidak sama seperti masa laluku. Sungguh,ini membuatku harus mengingat-nginga kembali kisah silamku! Rasanya lebih sakit,karena aku mempercayaimu dengan ketulusanku! Maaf aku terlalu bodoh mengartikan semua dan segala bentuk kebaikkan dan perhatianmu! ". Ucap dira dengan deraian air mata.
" Maafkan aku!". Ucap andri dengan nada sesal,kini ia ingin menggenggam jemari gadis itu,namun gadis itu beringsut menjauh.
" Jawab saja pertanyaan ku, kamu anggap aku apa? permainanmu ya,karena semudah itu mencampakkan aku!". Ucap dira penuh kekesalan.
" Aku menganggapmu adalah orang yang spesial dira,kalau seandainya kamu u berpacaran denganku. Maka,aku akan pacaran denganmu!". Ucapnya penuh penekanan,seakan tak ingin gadis itu kecewa.
" Lala menerrorku,tapi aku tidak membaca dan membalas pesannya!". Ujar dira,sambil menghela nafas gusar.
" Apa yang dia katakan!". Andri tak kalah terkejutnya dengan penuluturan gadis tersebut.
"Aku tak membacanya!". Jawab Dira berbohong.
" Jangan berbohong,aku tau kamu sedang memendamnya sendiri!". Ucapnya menyelidik.
"Inilah yang ku takutkan,bila aku bersamamu dia akan menyakitimu! sungguh aku tidak ingin orang yang ku sayang terlibat masalah dengannya!". Ucapnya sambil memandang lautan yang menghempas ketepian.
" Percayalah aku tak mengubris satu katapun yang ia lontarkan! aku tak peduli dengan tingkah dan sikap dia!". Ucap dira dengan penekanan yang kuat.
__ADS_1
" Aku takkan kalah dengannya,aku tidak sedang melakukan hal yang salah. Dan sekarang dia yang tidak menerima keputusannya sendiri! Minimal kau bisa tegas dengan dirimu,jangan karena ia kamu gak bahagia!". Ucap dira dengan melemah.
" Kalau engkau ingin kembali padanya silahkan,aku akan menjadi orang yang pertama memberi dukungan. Dan untuk itu,aku akan pergi sejauh mungkin. Hingga pelupuk matamu takkan pernah melihat lagi sosokku!". Tambah dira.
Mata andri menatap penuh makna,seakan ucap dira bukan lah sekedar ancaman melainkan sebuah peringatan.
" Aku sudah muak dan jenuh yang namanya pacaran dir,walau bertahun-tahun pacaran. Membuatku tak yakin dia jodohku!". Ucapnya .
" Kalian bertahun-tahun, tapi tak ada niatkah untuk menikahinya?". Tanya dira dengan penuh selidik.
" Tidak tau dir,kalau jodoh yo wes kalau ndak yo rapopo.Aku yo sing pasrah!". Ucapnya dengan aksen khas jawa.
" Bukankah sayang hubungan yang bertahun-tahun, tapi berakhir jagain jodoh orang lain!". Ucap dira kembali menunggu respon dari andri.
" Aku sudah tak bisa bertahan,namun dia seolah-olah ingin memaksa kehendaknya. Selalu saja dengan mudah ia melayangkan kata-kata putus! ". Ucap andri melemah.
" An,aku hanya orang asing diantara kalian. Aku ini bisa jadi orang jahat! dab andri juga baru mengenalku,kenapa tidak mempercayainya yang sudah lama bersama?". Tanya dira kembali.
" Kamu dengan dia itu berbeda,aku memang baru mengenalmu! Tapi, aku yakin sudah lama mengenalmu. Aku tidak tau kalau bersama dia..!". Ucap andri tampak ragu meneruskan ucapnya.
" Jangan ngomong begitu dia sudah lama mengisi kekosonganmu. Jika dia bersalah dan ingin berubah mengapa tidak memberi kesempatan kembali. Setiap orang memiliki peluang dan kesempatan. Aku tau penilaianmu tentangku,jangan jadikan kata indah itu penenang tapi jadikan kejujuran sebagai landasan kepercayaan! Walau bagaimana pun dia pernah membuatmu bahagia!". Ucap dira panjang lebar.
" Aku berkata apa adanya,aku nyaman didekatmu dan nyambung aja gitu!". Ucapnya merasa yakin dengan ucapanya.
" Perasaan itu mudah saja dibolak balikkan. Hari ini kamu bisa berkata iya,esoknya bukan tidak mungkin kamu berkata tidak!". Jawab Dira dengan penuh kelembutan.
__ADS_1
#Bersambung..