AKU MENCINTAI ISTERI YANG KU BENCI

AKU MENCINTAI ISTERI YANG KU BENCI
TAMU MENAKUTKAN


__ADS_3

DUA TAHUN KEMUDIAN


*BEIJING, CHINA*


"Nona Alin!!" seru seorang wanita.


Di Cina nama Arumi sudah berubah, dari Arumi lin menjadi disingkat oleh orang-orang yang ada di sana menjadi Alin.


"Ada apa?" tanya Arumi.


"Nona Alin, Kenapa selalu saja aku tidak mendapatkan tempat jika aku kemari?" tanya seorang wanita.


"Lalu, Kenapa anda tidak memesan dari tadi? aku kan sudah bilang kalau tempatnya sudah penuh." jawab Arumi.


"Nona Alin selalu saja mengatakan hal itu, aku adalah tamu spesial di sini. Apakah satu tempat pun tidak ada? aku sangat lapar...," seorang wanita tua yang mungkin usianya sama seperti usia si mbok.


"Nyonya Hua..," si mbok yang sudah keluar menemui wanita seumurannya tersebut.


"Ini nyonya Ami, kenapa saya tidak mendapatkan tempat? Bukannya kamu bilang kalau aku ke sini aku pasti akan mendapatkan tempat?" tanya Nyonya Hua.


"Anda tenang saja, Ayo ikut aku. nanti kamu akan dapat tempat spesial." jawab si mbok.


"Itu baru temanku." jawab nyonya Hua.


Kedua wanita seumuran itu benar-benar sangat dekat, nyonya Hua membeli salah satu kamar penginapan untuk dirinya (membeli, bukan menyewa😊).


"Nona, Alin." Panggil salah satu pekerja.


"Iya, ada apa." jawab Alin.


"Nona Alin, nanti aku izin tidak masuk tidak lembur ya? hari ini anakku masuk rumah sakit." ucap seorang pekerja yang bernama Rui.


"Tidak apa-ap, Rui. kamu pulang saja, sekarang aku mengijinkanmu kamu tidak usah khawatir. aku tidak akan memecatmu dan aku tidak akan mengurangi gajimu, Anggap saja aku memberimu bonus hari ini." jawab Arumi.


Langkah kaki Arumi berjalan menuju tas yang barusan dia letakkan, wanita itu mengambil beberapa lembar uang. Arumi memberikan uang itu untuk salah satu pekerjaannya.


"Untuk apa ini, Nona Alin?" tanya Rui.


"Kamu pasti butuh uang untuk ke rumah sakit, kan? ambillah ini semoga putramu lekas sembuh ya nanti sore aku dan ibuku akan ke sana untuk menjenguk putramu jawab Arumi pekerja Arumi nampak meneteskan air matanya. memang Arumi benar-benar begitu baik dengan orang-orang yang bekerja dengannya.


"Terima kasih, nona Alin." ucap Rui yang kemudian memeluk Arumi dengan begitu erat.


"Segeralah kamu pergi, bawalah makanan untuk putramu. biasanya anak kecil kan tidak suka makanan rumah sakit." ucap Arumi yang kemudian mengelus punggung Rui dan pergi meninggalkan pekerjaannya tersebut.

__ADS_1


Restoran dan penginapan yang dipegang oleh Arumi tidak pernah ada sepinya, apalagi terkadang Arumi membebaskan seseorang jika dia memang tidak mampu untuk membayar. 2 tahun lebih tempat itu dipegang oleh Arumi, penginapan itu semakin besar Arumi juga membangun penginapan khusus untuk orang-orang yang tidak mampu membayar mahal.


"Nona Arumi, Panggil salah satu pekerja lagi.


"Ada apa, Mei?" tanya Arumi.


"Ada tamu Jepang yang tadi ke sini, orangnya berbicara bahasa Jepang dan aku tidak bisa menjawabnya." jawab Mei.


"Kamu kan bisa berbahasa Inggris, kamu pakai bahasa Inggris aja." jawab Arumi.


Beberapa menit kemudian beberapa pekerja yang lain nampak kebingungan karena tamu berasal dari Jepang itu terus membuat keributan.


"Selamat siang, tuan. Apakah ada yang bisa saya bantu?" tanya Arumi kepada beberapa pria yang berasal dari Jepang.


"Kami ingin memakan makanan yang katanya sangat terkenal itu." jawab anak buah si pria.


"Maafkan saya, tuan. anda ingin memakan Apa karena di sini ada begitu banyak menu makanan." jawab Arumi.


Tatapan mata seorang pria bernama Kazuki Masami menatap seorang wanita yang berbicaranya begitu lembut. tutur katanya begitu menyenangkan hingga membuat Kazuki nampak tersenyum tanpa dia sadari.


"Tuan, Anda ingin makan apa?" tanya Daichi kepada majikannya.


"Aku tidak ingin makan apa-apa, Daichi. tapi aku ingin nona ini memasakkan sesuatu yang dia masak dengan kedua tangannya." jawab Kazuki.


"Aku sudah bilang Kan aku akan makan makanan apapun asalkan kamu yang membuat makanan itu. Aku tidak ingin pegawai di sini yang membuatkan." jawab Kazuki dengan ekspresi yang benar-benar tidak terpikirkan.


"Tentu saja Arumi nampak kebingungan dengan permintaan pria itu.


"Nona." Panggil Mei.


"Ada apa Mei?" tanya Arumi.


"Nona Alin, Anda harus hati-hati dengan orang-orang itu. kalau sepengetahuanku sih dia itu orang yang berbahaya." ucap Mei.


"Kenapa aku harus takut, Mei. aku kan tidak melakukan apapun, lagi pula dia adalah pelanggan kita. jawab Arumi.


"Nona Alin selalu berkata begitu, kamu harus tahu ya orang-orang yang mempunyai anak buah begitu banyak tidak mungkin dia tidak orang berbahaya." ucap Mei.


"Tenang saja, kalau dia berani macam-macam aku kan bisa jaga diri." jawab Arumi.


Akhirnya Arumi lebih memilih untuk bersabar, wanita itu nampak pergi ke dapur dan membuat makanan.


Di tempat lain seorang pria nampak menatap cermin yang seolah tidak bertuan itu.

__ADS_1


"Ini sudah 2 tahun lebih, Enggar. Bagaimana mungkin kalian masih belum menemukan keberadaan Istriku itu?" tanya Satya kepada Enggar.


"Saya sudah berusaha untuk mencarinya, Tuan. Saya sudah berusaha untuk mencari tahu mengenai keluarga dari si mbok." jawab Enggar.


"Aku juga tidak pernah tahu mengenai keluarga mbok, apalagi orang-orang terdekat mbok." ucap Satya.


"Apa yang harus kita lakukan, Tuan. ini sudah dua tahun lebih, Namun kita belum mendapatkan keberadaan Arumi?" tanya Enggar.


"Aku memang sudah melakukan kesalahan, aku benar-benar bodoh. mungkin ini namanya penyesalan yang tidak berguna." ucap Satya.


"Maksud, Tuan?" tanya Enggar.


"Seharusnya waktu itu aku meminta maaf setelah aku mengetahui kalau Ayah Arumi bukan pembunuh Ayahku. namun tetap saja aku memojokkan dia, aku selalu membuatnya seperti wanita yang tidak berguna sama sekali." jawab Satya.


Enggar tidak bisa mengatakan apapun, namun dalam hati Enggar yakin kalau suatu saat nanti dia bisa menemukan Arumi. mungkin apa yang dikatakan Satya itu benar, penyesalan selalu datang Di belakang. penyesalan selalu datang ketika semuanya sudah tidak bisa diperbaiki.


"Terkadang aku berpikir bagaimana jika dia tiba-tiba menikah dengan orang lain?" tanya Satya.


"Itu tidak akan mungkin, Tuan. karena Arumi masih sah sebagai istri anda." jawab Enggar.


"Itu menurutmu, lalu Bagaimana jika dia sudah mengubah identitasnya di sebuah tempat yang jauh sana. dia menemukan seorang pria, dia mengubah segalanya hingga membuatku tidak akan bisa menemuinya kembali." jawab Satya.


Enggar tidak bisa menjawab pertanyaan Satya, karena apa yang dikatakan Satya itu benar juga. sudah 2 tahun lebih Arumi dan si mbok tidak memberikan informasi apapun kepada Enggar ataupun Rani. bahkan sekarang Rani yang sudah mempunyai bayi berusia 1 tahun lebih itu juga masih merindukan sosok si mbok dan Arumi.


"Semoga saja Tuhan selalu melindungi Arumi dan mbok, melindungi orang-orang baik di tengah semua permasalahan yang sudah membelenggu dirinya." ucap Enggar dalam hati.


** Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatanmu


- Gairah cinta isteri muda


- One night stand with mister William


- Gairah terlarang


- Isteri bayaran tuan Presdir


- aku mencintai isteri yang ku benci

__ADS_1


- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)


__ADS_2