AKU MENCINTAI ISTERI YANG KU BENCI

AKU MENCINTAI ISTERI YANG KU BENCI
KAZUKI MELAMAR ARUMI


__ADS_3

Di perusahaan, Kazuki terus memikirkan mengenai Arum.


"Bagaimana kalau aku melamar wanita itu, Daichi?" tanya Kazuki kepada orang kepercayaannya tersebut.


"Maksud, Tuan?" tanya Daichi.


"Aku ingin memiliki wanita itu, Daichi. Aku ingin menjadikannya istriku." jawab Kazuki.


Habis makan apa Daichi, bahkan pria itu terlihat sedikit tidak percaya dengan pendengarannya tersebut.


"Maaf, tuan. Apa maksud Tuan?" tanya Daichi.


"Aku ingin menikahi wanita itu, Daichi." jawab Kazuki yang membuat Daichi benar-benar dibuat terkejut oleh Bosnya itu.


"Apa tuan yakin?" tanya Daichi.


"Aku tidak ingin kehilangan wanita itu, Daichi. nanti sore setelah kita pulang dari perusahaan Aku ingin melamarnya." jawab Kazuki.


"Tapi, apa anda sudah membeli cincin, Tuan. seorang pria yang ingin melamar wanita itu harus mempunyai cincin." ucap Daichi.


"Tentu saja aku sudah mempunyai cincin, beberapa waktu yang lalu aku melihat cincin peninggalan ibuku." jawab Kazuki.


Daichi benar-benar tidak pernah berpikir kalau bosnya akan melangkah sejauh itu, dia benar-benar jatuh cinta kepada wanita yang ditemui di restoran itu.


Satu bulan lebih Kazuki mengenal wanita itu membuat Kazuki benar-benar jatuh cinta.


Antara syok, terkejut dan benar-benar sesuatu yang sangat luar biasa. sebagai seorang pria yang bisa merasakan keluh kesah Bosnya itu Daichi tahu kalau Bosnya itu benar-benar jatuh cinta kepada Arumi.


"Kalau begitu saya senang Anda bisa mencintai wanita itu, Tuan. Saya berharap Anda memegang prinsip Anda." ucap Daichi.


"Tentu saja aku pasti akan menjaga wanita itu, aku pasti akan melindunginya bagaimanapun caranya." jawab Kazuki.


,seorang pria yang berkecimpung di dunia bisnis ataupun dunia yang begitu keras, pria itu harus bersiap-siap untuk melindungi orang yang dia cintai. seorang pembisnis memiliki begitu banyak musuh, begitu banyak kolega yang terkadang menghianati mereka.


Tatapan mata Kazuki menatap cincin yang ada di sakunya, cincin peninggalan ibunya. cincin yang begitu berarti buatnya.


Beberapa jam kemudian sore telah tiba, Kazuki benar-benar tidak sabar untuk segera pergi ke restoran Arumi. sedangkan Arumi yang berada di restoran nampak dia benar-benar kelelahan, terlihat wanita itu memijit salah satu kakinya kamu baik-baik saja Nona tanya ruwi.


"Nona baik-baik saja?" tanya Rui.


"Aku baik-baik saja, Rui." jawab Arumi.


"Setiap hari restoran dan penginapan semakin ramai semenjak rumor itu beredar, Nona." ucap Rui.

__ADS_1


"Antara senang atau bagaimana namun yang jelas kita harus bersyukur karena semuanya membuat kita semakin mendapatkan cuan, bukan?" canda Arumi yang membuat Rui tersenyum.


Restoran dan penginapan tempat Arumi dipadati oleh pengunjung, para pekerja yang ada di tempat itu terkadang sangat kelelahan Bahkan mereka harus lembur. walaupun begitu Arumi selalu memberikan gaji yang lebih, wanita itu selalu menghargai orang-orang yang bekerja dengannya.


"Nona, kita ada waktu libur nggak? masa sudah satu bulan ini kita tidak libur, Aku capek banget." rengek Mei.


"Kamu kira aku juga tidak capek, aku juga capek, Mei. bahkan kedua kakiku ini rasanya seperti copot." jawab Arumi.


"Nona, Bagaimana kalau kita jalan-jalan ke pantai atau ke pegunungan, gitu?" tanya Mei yang terlihat sedikit membujuk Arumi.


"Gimana ya, kalau kita pergi lalu siapa yang akan menjaga restoran dan penginapan. karena kalian tahu kan kalau kita pergi itu harus setengah-setengah, setengah hari ini setengahnya besok. kalau ditutup lalu penginapannya Siapa yang bertanggung jawab?" tanya Arumi yang membuat para pekerja nampak menatap nyalang sembari memikirkan bagaimana cara mereka untuk beristirahat.


"Biar anak buahku yang menjaganya, kalau kalian mau berjalan-jalan kita liburan saja." jawab Kazuki yang sudah berada di restoran.


Arumi dan yang lain menatap ke arah pria yang barusan datang tersebut.


"Kamu kok ke sini lagi?" tanya Arumi.


"Memangnya tidak boleh ya?" tanya Kazuki.


"Ya boleh saja." jawab Arumi sambil tersenyum.


Kazuki nampak terus menatap Arumi, pria itu kemudian duduk di samping Arumi. di


"Apa?' tanya Arumi.


Sesaat kemudian terlihat Kazuki berjongkok di depan Arumi, pria itu mengeluarkan cincin yang sudah dia bawa.


"Aku ingin melamarmu, aku ingin menjadikanmu wanita yang spesial bagiku." jawab Kazuki.


Para pekerja yang ada di tempat itu tentu saja mereka langsung melongo saat mendengar kata-kata lamaran dari pengusaha sukses itu. pria itu ingin menjadikan Arumi bagian dari hidupnya.


"Yea!!!" seru Mei.


"Kenapa kamu yang harus menjawab, Aku kan bertanya kepada bosmu ini. mau nggak kamu menikah denganku? menjalani hidup bersamaku, susah dan senang bersamaku?" tanya Kazuki yang membuat Arumi kebingungan ketika dia harus menjawabnya.


"Jawab dong, nona. jangan diam aja, Tuan Kazuki kan Ingin melamar Nona Alin. cepat Nona jawab iya." ucap Mei yang membuat para pegawai yang lain bersorak.


"Terima Nona, terima!!" seru para pegawai.


Selalu saja ada tontonan baru di restoran, Hal itu membuat para pengunjung yang ada di tempat itu tanpa mengabadikan moment itu.


"Aku tanya sekali lagi padamu, Alin. Apakah kamu mau menerima lamaranku?" tanya Kazuki.

__ADS_1


Arumi tidak menjawab, wanita itu nampak menganggukkan kepalanya. Kazuki yang melihat hal itu pria itu tersenyum kemudian memasukkan cincin itu ke jari Arumi, Daichi yang melihat hal itu dia nampak tersenyum. pria itu sedikit melirik Mei yang sedang bertepuk tangan untuk Bosnya itu.


"Semuanya benar-benar sangat indah!" seru mei.


Hari itu menjadi hari yang penuh kenangan, Kazuki melamar Arumi dan Arumi menerima lamaran dari pria itu.


Entah Kazuki sudah tahu atau belum mengenai masa lalu Arumi, namun dari setiap perkataan dan sikap yang ditunjukkan oleh Kazuki pria itu sudah menunjukkan kalau dia adalah pria yang begitu luar biasa.


Momen yang begitu indah itu di-upload di salah satu media sosial, para tamu restoran mengabadikan momen-momen itu di ponsel mereka. beberapa pengusaha nampak terkejut apalagi Tuan Wang yang Mendengar hal itu. Siapa yang tidak akan kebingungan jika penginapan yang dia inginkan itu tidak akan mungkin dia dapatkan karena pemilik restoran itu sekarang menjadi calon istri dari Kazuki.


"Aku benar-benar tidak pernah mengira kalau hal ini akan terjadi." ucap Tuan Wang.


Pria tua itu terus memikirkan cara untuk mendapatkan restoran yang dikelola oleh Arumi, namun sekarang informasi yang didapatkan oleh Tuan Wang membuat keinginannya untuk mendapatkan restoran itu mungkin akan mendapatkan jalan buntu.


"Bagaimana mungkin pria itu akan menikahinya." ucap Tuan Wuang.


Satya yang berada di perusahaan nampak menatap tuan Wang.


"Ada apa, Tuan Wang?" tanya Satya.


"Pria itu secara resmi melamar wanita itu, kita akan kesulitan untuk mendapatkan restoran itu." jawab Tuan Wang.


"Memangnya kenapa? Apakah susah untuk mendapatkan tempat itu jika Wanita itu sudah menjadi calon istri dari tuan Kazuki? kalau seperti itu.., maka kita dekati saja Tuan Kazuki untuk membuatnya menjual restoran itu." jawab Satya.


** Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatanmu


- Gairah cinta isteri muda


- One night stand with mister William


- Gairah terlarang


- Isteri bayaran tuan Presdir


- aku mencintai isteri yang ku benci


- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)

__ADS_1


__ADS_2