AKU MENCINTAI ISTERI YANG KU BENCI

AKU MENCINTAI ISTERI YANG KU BENCI
AKU AKAN MELEPASMU


__ADS_3

"Apa Nyonya yakin akan melakukan hal itu?" tanya Daichi.


"Yakin atau tidak, aku akan melakukannya, Daichi. aku akan menjaga semuanya, aku tidak akan membiarkan pria itu berusaha untuk mencelakai kami semua. aku minta padamu jagalah suamiku, Jangan biarkan dia mengalami sesuatu apapun. aku percayakan dia padamu." ucap Arumi.


akhirnya Daichi menyetujui apa yang diminta oleh Arumi, Jika dia tidak mau melakukannya Bosnya itu akan kehilangan nyawa. setiap kali Otaru berusaha untuk mencelakai Kazuki setiap kali pula pria itu berusaha untuk menghilangkan nyawa saudaranya.


"Baiklah kalau begitu, nyonya. saya akan membawa tuan Kazuki ke Amerika bersama dokter." ucap Daichi.


"Terima kasih, terima kasih karena kamu mau menolongku. Aku tidak tahu harus meminta tolong kepada siapa." Arumi yang terlihat ingin menangis.


Daichi menggenggam tangan Arumi.


"Menangislah, kamu sudah menganggapku sebagai seorang kakak bukan. menangislah, aku akan ada di sisimu bersamamu dan juga suamimu. menangislah, lepaskanlah kesedihanmu." ucap Daichi.


Seketika air mata Arumi meluncur begitu deras. dia benar-benar tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Dia akan berpisah dengan suaminya rntah berapa lama.


"Aku tidak ingin menangis lagi, aku harus kuat. aku tidak ingin lemah, aku harus melawan orang-orang yang berusaha untuk mencelakai suamiku." ucap Arumi yang kemudian mengusap air matanya.


"Kamu benar, Nyonya. Kamu harus menjadi kuat, Kamu harus menjadi wanita hebat untuk melindungi orang-orang yang kamu sayangi." jawab Daichi.


Arumi menganggukkan kepalanya, dia menggenggam tangan Daichi dan meminta pria itu untuk menjaga suaminya.


Kazuki yang tidak sadarkan diri akhirnya dibawa pergi oleh tim dokter dan Daichi. Arumi melepaskan sang suami yang masih tidak sadarkan diri itu.


"Ingatlah cintaku, ingatlah aku dan putrimu. segeralah sembuh, kami akan selalu menantimu." bisik Arumi di telinga sang suami.


Akhirnya Arumi melepaskan sang suami, wanita itu juga meminta tolong kepada Mei untuk menjaga orang-orang yang akan menyembuhkan suaminya. pesawat sudah lepas landas, tatapan mata Arumi menatap kepergian mereka.


"Kamu harus bersabar, Arumi. yakinlah Allah pasti akan memberimu keajaiban." ucap si mbok yang memeluk erat Arumi.


"Insya Allah mbok, aku pasti akan menunggu suamiku." jawab Arumi


perjalanan waktu setiap manusia tidak ada yang tahu, Arumi melepaskan sang suami pergi ke tempat yang jauh. Arumi bertekad untuk menjadi seorang wanita yang berbeda, dia harus menjadi wanita kuat untuk putrinya.


Di tempat lain Kazuki sedang berobat, namun Otaru baru mendengarkan kalau Kazuki sudah mengalami koma, pria itu tertawa bahagia. dia harus menunggu dengan sabar kematian saudaranya tersebut.


"Hahaha..., akhirnya kau mampus juga. aku akan menunggu berapa lama kamu hidup, sedikit demi sedikit semua yang kamu miliki akan menjadi milikku, sedikit demi sedikit aku akan menghancurkan kebahagiaanmu." ucap Otaru.

__ADS_1


pria itu benar-benar begitu bahagia, namun berbeda dengan Arumi yang ingin merubah segalanya. waktu mulai berjalan, satu bulan belum ada kabar baik dari Kazuki. kata dokter suaminya itu masih belum sadarkan diri, Anggap saja koma.


"Kalau ada kabar apapun Tolong kamu kabari aku, kamu tahu kan setiap kali aku telepon Tolong rekam suaraku. Aku ingin suamiku selalu mendengar suaraku dan putriku." ucap Arumi.


"Kamu tenang saja, aku pasti akan menjaga suamimu dengan baik." jawab Daichi.


"Terima kasih, terima kasih untuk segalanya." jawab Arumi.


Di hotel tempat Tuan Wang, pria itu begitu bahagia karena tidak akan ada orang yang mengganggu dirinya. karena kabar Kazuki yang sudah tidak berdaya itu membuat Tuan Wang benar-benar bahagia.


"Hahaha..., akhirnya pria itu tidak mempunyai tenaga untuk melawanku. aku akan menunggu kematiannya, Setelah dia mati aku pasti akan mengambil seluruh alih restoran dan penginapan." ucap Tuan Wang.


Langkah kaki pria itu berjalan dari hotel. hari ini dia ingin pergi ke perusahaan milik Kazuki, dia akan memiliki restoran dan penginapan.


*PERUSAHAAN KAZUKI*


Di perusahaan milik sang suami terlihat Arumi memeriksa beberapa berkas.


"Nyonya." Panggil sekretaris.


"Iya, ada apa." jawab Arumi.


"Mau apalagi pria itu, dia benar-benar ingin melakukan sesuatu." ucap Arumi.


"Ada apa, Nyonya?" tanya sekretaris.


"Tidak apa-apa, suruh masuk pria itu. Oh ya jangan lupa minta para pengawal untuk masuk setelah Tuan Wang masuk." pinta Arumi.


"Baik, nyonya." jawab sekretaris.


Langkah kaki Tuan Wuang benar-benar berjalan dengan begitu santai dan wajahnya begitu bahagia. hari ini dia harus memaksa Arumi untuk menjual restoran dan penginapan itu.


TOK..


TOK..


TOK..

__ADS_1


bunyi pintu diketok.


"Masuk!!" seru Arumi.


Seorang pria dengan begitu sombongnya masuk ke dalam tempat Arumi, tatapan matanya menatap seorang wanita yang sekarang menggantikan posisi Kazuki.


"Selamat sore, Nyonya Arumi." sapa tuan Wang.


"Selamat sore, Tuan." jawab Arumi.


Tuan Wang langsung duduk di sofa, pria tua itu menatap Arumi dengan tatapan mata yang benar-benar merendahkan.


"Ada apa kamu ke sini, Tuan?" tanya Arumi.


"Kita to the point saja, aku kemari karena aku masih menginginkan restoran dan penginapanmu itu." jawab Tuan Wang.


"Aku sudah bilang Kan aku tidak akan menjual tempat itu." jawab Arumi.


"Sekarang tidak ada orang yang menjaga ataupun mendukungmu. Jika kamu tidak mau menjual tempat itu lalu bagaimana kamu akan mengatur semua kekayaan suamimu ini?" tanya Tuan Wang.


** Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatanmu


- Gairah cinta isteri muda


- One night stand with mister William


- Gairah terlarang


- Isteri bayaran tuan Presdir


- aku mencintai isteri yang ku benci

__ADS_1


- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)


__ADS_2