AKU MENCINTAI ISTERI YANG KU BENCI

AKU MENCINTAI ISTERI YANG KU BENCI
MULAI MERASAKAN


__ADS_3

"Hiks.., hiks..," tangis pegawai Arumi.


"Siapa pria itu?" tanya Arumi.


"Apakah dia adalah pacarmu?" tanya Mei.


Pernah sekali Mei melihat temannya itu di datangi oleh seorang pria, seorang pria yang ternyata adalah kekasih Maya.


"Lalu, Kenapa kamu diam saja?" tanya Arumi.


"Aku benar-benar takut, nona." jawab Maya.


"Nona, nona!!" seru pegawai Arumi.


"Ada apa?" tanya Arumi.


"Nona, ada tiga pria yang membuat onar." jawab pegawai wanita.


"Siapa mereka?" tanya Arumi.


"Saya tidak tahu, nona." jawab pegawai wanita.


"Ayo kita lihat." ajak Arumi.


BRAKKK..


BRAKK...


PRANGGG..


PRANGG..


Barang-barang di hancurkan oleh beberapa pria.


"Siapa kalian?" tanya Arumi.


"Hancurkan tempat ini?!" seru tiga pria itu.


Dua pria yang hendak menghancurkan tempat Arumi.., nampak mereka langsung di hentikan oleh seseorang.


"Siapa yang berani membuat onar di sini?" tanya Kazuki yang terlihat datang ke restoran.


Tiga pria itu menoleh menatap seorang pria yang datang bersama dengan anak buahnya.


"Tuan Kazuki." ucap seorang pria.


"Jadi, kalian yang berusaha untuk menganggu tempat ini?" tanya Kazuki.


"Tu-tuan Kazuki." ucap si pria.


Tiga pria itu nampak ketakutan dengan kedatangan seorang pria bersama dengan anak buahnya.


Kazuki mendekati Arumi, sedangkan beberapa tamu terlihat mundur agar tidak di serang.


"Kamu tidak apa-apa?" tanya Kazuki.


"Iya, aku tidak apa-apa." jawab Arumi.


Tatapan mata Kazuki menatap beberapa pria yang datang untuk menganggu tempat Arumi.


"Bawa mereka dari sini." perintah Kazuki.

__ADS_1


"Baik, tuan." jawab Daichi.


"Maafkan aku, tuan." tiga pria itu langsung memohon ampun kepada Kazuki.


"Bawa mereka." perintah Kazuki.


"Baik, tuan." jawab Daichi.


"Ampuni kami, tuan!!" seru tiga pria.


"Mereka akan di bawa ke mana?" tanya Arumi.


"Di bawa ke tempat yang jauh." jawab Kazuki.


Arumi terlihat lega dengan kedatangan Kazuki, para tamu yang ada di tempat itu nampak menatap pengusaha berhati batu itu.


Di tempat lain terlihat seorang pria berada di salah satu hotel.


"Bagaimana?" tanya seorang pria.


"Maaf, tuan. wanita itu tidak mau menjualnya." jawab seorang pria.


"Memangnya ada apa tuan, Wang?" tanya Satya.


"Wanita pemilik restoran dan penginapan itu tidak mau menjualnya." jawab tuan Wang.


"Lalu, Kenapa kalian tidak bisa melakukannya?" tanya Satya.


"Banyak rumor yang mengatakan kalau wanita itu adalah kekasih dari seorang pria yang sangat berbahaya." jawab Tuan Wang


"Seberbahaya apa pria itu hingga kalian tidak bisa melakukan?" tanya Satya.


Satya terlihat menatap Tuan Wang yang mengatakan hal itu.


"Jika wanita itu didukung oleh pria berbahaya itu maka kita harus mencari titik kelemahannya. kita buat semuanya menjadi mudah dengan jalan mudah, jangan kalian membuat masalah sulit hingga Jalan tertutup." jawab Satya.


"Maksud, Tuan Satya?" tanya Tuan Wang.


"Aku mempunyai rencana yang sangat bagus, kemungkinan besar wanita itu akan menjual tempat itu." jawab Satya.


"Apakah Tuan yakin?" tanya Tuan Wang.


"Tentu saja Saya yakin karena saya bisa melihat semuanya bisa dijelaskan dengan satu kata. kekuasaan adalah segalanya, namun uang adalah raja dari segalanya." jawab Satya.


Sudah beberapa hari Satya sudah berada di China, Satya mempunyai kerjasama dengan salah satu hotel yang ada di sana.


"Besok kita akan melihat tempat itu." pinta Satya.


"Baiklah kalau begitu, besok kita kesana." jawab tuan Wang.


*RESTORAN CHAI*


"Terima kasih atas bantuannya." ucap Arumi.


"Aku sudah bilang kan, aku akan selalu membantumu. lagi pula aku juga bilang padamu kalau aku tidak akan membiarkan siapapun berusaha untuk mengganggumu. kamu adalah wanitaku, kamu akan menjadi wanita istimewaku." jawab Kazuki.


Para tamu restoran dan pekerja restoran nampak menatap malu ketika mereka mendengar kata-kata yang begitu indah keluar dari seorang pria.


"Ya ampun.., pria itu romantis banget." ucap salah satu tamu restoran.


"Iya, dia adalah pria yang sangat romantis." jawab wanita yang lain.

__ADS_1


Mei dan Rui nampak tersenyum melihat Arumi yang mematung seperti wanita yang habis tersengat listrik.


"Kalau ada sesuatu kamu hubungi aku, kamu jangan pernah menganggapku orang lain." ucap Kazuki yang membuat Arumi tersenyum kemudian menganggukkan kepalanya.


"Kalian jaga tempat ini, jangan sampai ada orang seperti mereka kemari lagi." perintah Kazuki.


"Baik, Tuan." jawab beberapa anak buah Kazuki.


Setelah mengatakan hal itu Kazuki menatap Arumi, pria itu menyentuh pipi Arumi kemudian tersenyum.


"Aku pergi dulu." ucap Kazuki yang berpamitan kepada Arumi.


peristiwa itu menjadi momen yang benar-benar begitu romantis, orang-orang yang ada di tempat itu dibuat tersipu malu oleh adegan yang sangat luar biasa itu.


"Ya ampun.., Nona Alin benar-benar sangat beruntung karena tuan Kazuki kelihatannya sangat mencintai Nona Alin." ucap orang-orang yang ada di tempat itu.


Arumi hanya bisa tersenyum, Entah mengapa jantungnya sedikit berdebar ketika dia mendapatkan perhatian seperti itu. sudah satu bulan mengenal Kazuki wanita itu memang benar-benar sangat nyaman dengan pria itu.


"Tuan." Panggil Daichi.


"Ya, Daichi." jawab Kazuki.


"Tuan, apa tuan benar-benar menyukai Nona Alin?" tanya Daichi kepada Kazuki.


"Apakah kamu tidak bisa melihatnya?" tanya Kazuki.


"Ya tentu saja bisa, Tuan." jawab Daichi yang kemudian menutup mulutnya.


Jika sampai dia mengatakan sesuatu yang terasa aneh, bisa-bisa Kazuki akan marah padanya.


"Dengarkan Aku, Daichi. aku minta padamu untuk menjaga tempat itu, Aku tidak ingin wanita pujaan hatiku itu terluka walau hanya segores saja. jika sampai anak buah kita tidak bisa menjaganya maka kamu tahu kan apa yang aku lakukan." ucap Kazuki.


"Saya akan melakukan seperti yang Anda perintahkan, Tuan." jawab Daichi.


Daichi sangat tahu benar bagaimana sifat dari Bosnya itu, seorang pria yang tidak pernah sekalipun merasakan perasaan cinta sekarang terlihat benar-benar memuja seorang wanita.


"Pantas saja Tuan Kazuki seperti seorang pria linglung, setiap hari hanya memikirkan Nona Alin bahkan dia tidak pernah absen ke restoran itu." guman Daichi dalam hati.


Di satu sisi seorang pria sudah tergila-gila kepada Arumi, di tempat lain seorang pria hendak menghancurkan restoran Alin. Satya belum mengetahui kalau tempat itu adalah tempat wanita yang dia cari selama 2 tahun lamanya. Tuan Wang tidak memberikan foto pemilik restoran kepada Satya, tentu saja Satya tidak mengetahui mengenai pemilik restoran itu. entah apa yang akan terjadi ketika Satya datang ke restoran itu dan bertemu dengan Arumi. entah bagaimana reaksinya jika pria itu mengetahui istrinya itu sudah memberikan hatinya kepada pria lain.


"Siapapun tidak boleh menghalangi apa yang aku inginkan, jika pemilik restoran itu tidak mau bekerja sama.., maka aku akan mencari jalan pintas agar dia menjual tempat itu." ucap Satya yang kemudian mematikan lampu kamarnya.


** Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatanmu


- Gairah cinta isteri muda


- One night stand with mister William


- Gairah terlarang


- Isteri bayaran tuan Presdir


- aku mencintai isteri yang ku benci


- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)

__ADS_1


__ADS_2