
"Jika kalian sudah mempunyai seorang anak aku yakin kehidupan Satya sekarang sudah benar-benar berubah, Bukan? dia pasti bahagia, setelah Arumi pergi dia pasti mencari begitu banyak wanita untuk menyenangkan hatinya." ucap Si Mbok.
Enggar menggelengkan kepalanya, pria itu menatap Si Mbok dengan tatapan mata yang begitu kebingungan.
"Sebenarnya Tuan Satya benar-benar hancur, Mbok. dia begitu hancur ketika mengetahui kenyataan yang harus dia terima." jawab Enggar.
"Maksudmu?" tanya si mbok.
"Mbok, Bolehkah aku duduk. Aku capek berdiri terus. Sebenarnya aku ke sini mau meminta Mbok untuk memasakkan makanan untukku, Aku benar-benar merindukan masakan Mbok." ucap Enggar yang membuat si mbok memukul pundak Enggar.
"Duduklah di belakang sana, jangan duduk di sana. nanti kamu bayar." canda Si Mbok.
"Tidak apa-apa kan meski bayar, memang ini tempat makan kalau nggak bayar nanti aku dikira pencuri." jawab Enggar sambil tersenyum.
Di sebuah tempat yang memang khusus bagi Mbok ataupun tamu-tamu dekat mereka. Enggar nampak menatap tempat itu, tempat yang begitu tenang begitu nyaman bahkan orang-orang yang ada di sana terlihat begitu saling menghargai. tatapan mata Enggar menatap si mbok yang terlihat begitu sabar. Bahkan dia benar-benar begitu baik kepada orang-orang yang ada di sana.
"Mbok dari dulu sampai sekarang tidak berubah ya." ucap Enggar.
"Benarkah?" jawab mbok Ketika Si Mbok datang dengan membawa beberapa masakan yang dia masak sendiri.
"Kenapa Mbok harus berubah, Mbok tidak suka berubah, lagi pula mbok nggak suka seperti ini." jawab si mbok.
"Di mana Arumi, Mbok?" tanya Enggar.
"Arumi sedang pergi, dia sedang melihat beberapa bahan makanan yang akan disuplai kemari." jawab si mbok.
"Restoran ini sangat rame ya." ucap Enggar.
"Tentu saja sangat ramai, tempat ini adalah tempat seorang pria yang berasal dari Thailand. Tapi sayangnya sekeluarga dari keluarga itu sudah meninggal, pria itu menitipkan seluruh kekayaannya kepada Arumi." jawab Si Mbok.
Enggar menganggukkan kepalanya, pria itu menatap si mbok dan terlihat lebih muda, segar bahkan wanita itu suka memakai pakaian khas orang Cina.
"Mbok, sekarang seperti orang Cina beneran deh. cuma rambutnya aja yang disanggul seperti orang Jawa." canda Enggar.
__ADS_1
"Walaupun aku ada di negara orang Aku tetaplah orang Indonesia. Aku membawa semua dari tempat kelahiranku, aku bukanlah seseorang yang akan melupakan tempatku." jawab Enggar.
Tatapan mata Mei menatap Enggar yang sedang berbicara dengan si mbok, di ruang khusus tersebut wanita itu nampak tersenyum saat melihat Enggar. mungkin Mei mengira Enggar masih bujang, nampak senyum terlihat di wajahmu.
"Kenapa kamu senyum-senyum seperti itu?" tanya Rui kepada Mei.
"Pria itu tampan Ya, lihat saja dia benar-benar menarik." jawab Mei.
"Jangan seperti itu, nggak baik melihat orang seperti itu." Enggar terlihat tidak suka karena melihat pria itu dengan Tatapan yang begitu intens terus menerus.
"Kamu enak sudah punya suami dan anak, Lihatlah aku kan masih sendirian, aku juga cuma pengin mempunyai anak." ucap Mei.
canda tawa dua wanita itu nampak begitu menyenangkan.
"Apa yang terjadi dengan pria itu ketika kami pergi, Enggar?" tanya si mbok.
"Tuan Satya terus mencari keberadaan kalian, mbok. pria itu benar-benar begitu kebingungan ketika dia tidak pernah mendapatkan keberadaan kalian, dia mencoba untuk melakukan segala cara untuk mendapatkan informasi mengenai kalian. dia menyewa detektif segala macam untuk mencari keberadaan kalian, kehidupan ini benar-benar berjalan dengan takdir Tuhan. Tuan Satya harus merasakan penderitaan Setelah dia menyakiti Arumi, dia terus-menerus menyesal dengan semua yang sudah terjadi, dia berusaha untuk mencari kalian di seluruh wilayah Indonesia namun sayangnya 2 tahun kami mencari kalian..., kalian tidak pernah kami temukan. nyatanya ketika kami berada di sini kami menemukan keberadaan kalian. Kami tidak akan pernah berpikir kalau kalian ada di sini, karena kalian bukanlah seorang TKW atau kalian mempunyai saudara di sini." ucap Enggar.
"Memang Tuhan sangat adil, Enggar. Dia memberikan kami sebuah kebaikan, dia memberikan kami kesempatan untuk menata hidup kami. Kamu tahu kan sekarang kami adalah para wanita yang berjuang untuk kehidupan kami, kami ingin mempertahankan cinta ataupun hidup kami." jawab si mbok.
"Kenapa Enggar belum pulang, juga." ucap Satya yang kebingungan. pria itu mondar-mandir di salah satu tempat yang ada di hotel Tuan Wang.
"Ini sudah satu jam lebih kenapa dia belum juga kembali? dia itu sedang mencari informasi atau dia sedang jalan-jalan?" Satya yang terus-menerus mondar-mandir seperti seorang pria gila.
Sedangkan Tuan Wang yang melihat hal itu nampak dia sedang kebingungan.
"Sebenarnya hubungan apa yang dimiliki antara Tuan Satya dan wanita itu. jika wanita itu mempunyai hubungan yang spesial dengan Satya, Lalu apa yang akan terjadi? lalu Bagaimana dengan keinginanku untuk mendapatkan tempat itu Kalau tuan Satya tidak ingin mengambil inisiatif untuk mendapatkan tempat itu? maka aku benar-benar tidak akan pernah mendapatkan restoran itu, lalu hotel ini akan seperti apa?" Tuan Wang yang benar-benar kebingungan.
"Selamat siang, tuan." seorang pria nampak mendatangi Tuan Wang.
"Selamat siang." jawab Tuan Wang.
"Tuan Wang Mau ke mana?" tanya direktur Hotel.
__ADS_1
"Aku mau jalan-jalan di sekitar Hotel, Apakah kalian tahu di mana Tuan Satya berada?" tanya Tuan Wang.
Tuan Satya Kalau tidak salah berada di taman yang ada di belakang Hotel, Tuan." jawab direktur hotel.
"Baiklah kalau begitu, aku akan mencari Tuan Satya. kalau ada sesuatu kalian bicarakan padaku karena kami harus membicarakan mengenai masalah yang penting." ucap Tuan Wang yang kemudian pergi.
Keinginan Tuan Wang adalah mengambil alih restoran dan hotel milik Arumi, jika pria itu bisa mendapatkannya maka pria itu akan untung besar. pria itu akan menjadi pengusaha yang sangat disegani di kalangan para pengusaha hotel.
"Aku harus meminta para preman itu untuk menghancurkan tempat itu, jika aku tidak mencari cara yang kejam mereka tidak akan menjual tempat itu." ucap Tuan Wang.
Pria itu sudah memikirkan untuk melakukan sesuatu yang kejam agar dapat memiliki restoran dan penginapan tempat Arumi.
"Iya, Tuan. salah satu anak buah Tuan Bang sudah berada di sana. kalian harus dengar perintahku baik-baik, Aku ingin kalian mengganggu restoran dan penginapan yang sangat terkenal itu. Aku tidak ingin kalian melakukan kesalahan, kalian ganggu tempat itu jika perlu kalian hancurkan mereka." minta Tuan Wang.
"Tapi, Tuan. Bukankah tempat itu adalah tempat kekasih dari tuan Kazuki?" tanya anak buah tuan-wang.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatanmu
- Gairah cinta isteri muda
- One night stand with mister William
- Gairah terlarang
- Isteri bayaran tuan Presdir
- aku mencintai isteri yang ku benci
__ADS_1
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)