AKU MENCINTAI ISTERI YANG KU BENCI

AKU MENCINTAI ISTERI YANG KU BENCI
KAZUKI YANG MULAI SUKA


__ADS_3

*SATU BULAN KEMUDIAN*


Seorang pria sudah masuk ke dalam restoran milik Arumi, seorang pria yang selalu menatap Arumi sambil tersenyum. seorang pria yang selalu melihat Arumi dengan tatapan mata yang begitu berbeda, Siapa lagi kalau bukan Kazuki.


"Di mana Nona mu?" tanya Kazuki kepada salah satu pelayan.


"Nona Alin?" tanya Mei.


"Benar, Memangnya kamu punya Nona lain selain atasanmu itu?" tanya Kazuki.


"Nona Alin sedang keluar, Tuan. Dia sedang bertemu dengan salah satu pemilik Hotel, katanya dia ingin membuat penjamuan untuk pembukaan hotel." Jawab Mei.


"Di daerah mana?" tanya Kazuki kepada Mei.


"Ada di sekitar tempat ini saja, Tuan. tapi kalau besok atau lusa Nona Alin mau ke Shanghai. ada sebuah pertemuan yang membuat wanita itu harus ke sana." jawab Mei.


"Mau ngapain dia ke Shanghai?" tanya Kazuki.


"Saya tidak tahu, Tuan." jawab Mei yang kemudian meninggalkan Kazuki.


Terasa ada sesuatu yang aneh jika Alin tidak ada di restorannya, pria itu terus-menerus menatap tempat yang kosong di restoran itu.


"Ya sudah kalau begitu, Aku tidak jadi makan deh." ucap Kazuki yang kemudian pergi meninggalkan restoran.


Mei menatap kepergian Kazuki, nampak wanita itu menggelengkan kepalanya.


"Dasar pria aneh, masa ke sini cuma mau mencari Nona Alin. dia itu mau mencari Nona Alin apa mau makan sih?"


Mei yang menggerutu karena Kazuki tiba-tiba pergi dan tidak jadi memesan makanan.


"Ada apa, Tuan?" tanya Daichi kepada Kazuki.


"Wanita itu tidak ada di sana." jawab Kazuki.


"Katanya tadi Tuan lapar, kok malah sudah keluar?" tanya Daichi kembali.


"Aku kan sudah bilang wanita itu tidak ada di sana, Ngapain juga aku mau ke sana. yang aku cari itu bukan makanan tapi wanita itu." jawab Kazuki yang terlihat menatap kesal kepada Daichi.


"Kenapa Tuan Kazuki sedikit aneh ya, Masa dia mau ke restoran untuk mencari wanita? jangan-jangan Tuan Kazuki menyukai wanita itu." guman Daichi dalam hati tanpa berani menanyakan hal itu.


"Kita mau ke mana, Tuan?" tanya Daichi.


"Kita kembali ke perusahaan." jawab Kazuki.


Akhirnya Daichi dan Kazuki pergi ke perusahaan, namun ketika mereka hendak meninggalkan restoran tatapan mata Kazuki menangkap sosok wanita yang turun dari mobil.


"Berhenti!" seru Kazuki.


"Ada apa, Tuan?" tanya Daichi.


"Mundur, mundurkan mobilnya." pinta Kazuki.

__ADS_1


Sesaat kemudian terlihat pria itu membuka pintu mobilnya.


"Mau ke mana, Tuan?" tanya Daichi.


"Mau keluar." jawab Kazuki.


Baru beberapa menit hendak pergi pria itu keluar kembali, tatapan matanya menatap Arumi yang barusan masuk ke restoran.


"Mei, tolong buatkan aku minuman hangat ya." pinta Arumi.


"Baik, Nona." jawab Mei.


Senyum terlihat begitu mengembang di wajah Kazuki ketika dia melihat Arumi sudah berada di restoran.


"Kamu dari mana?" tanya Kazuki yang baru masuk ke restoran.


Alin yang hendak duduk di salah satu kursi itu pun nampak dia menoleh menatap Kazuki.


"Tuan Kazuki." ucap Arumi.


"Kamu dari mana saja?" tanya Kazuki yang kemudian ikut duduk di kursi yang ada di salah satu meja.


"Aku tadi pergi ke salah satu hotel yang ada di dekat sini." jawab Arumi.


"Ada masalah apa?" tanya Kazuki.


Sebenarnya Arumi tidak ingin mengatakan mengenai permasalahan yang menimpa restoran dan penginapan miliknya.


"Ada apa?" tanya Kazuki kembali.


Mendengar perkataan seperti itu Kazuki yakin kalau ada sesuatu yang menimpa wanita itu. di sebuah ruangan yang memang bisa dibilang ruang terbuka yang biasa di gunakan Arumi duduk di sana. wanita itu meminta Mei untuk membuatkan beberapa makanan dan minuman untuknya dan Kazuki.


"Ada apa?" tanya Kazuki.


"Tidak ada apa-apa." jawab Arumi.


"Aku yakin ada sesuatu yang mengganggumu?" tanya Kazuki.


Arumi tidak tahu lagi harus berbicara dengan siapa, walaupun sudah 2 tahun dia berada di Cina namun dia tidak terlalu dekat dengan orang-orang yang ada di sana.


"Ada apa?" tanya Kazuki kembali.


"Sebenarnya salah satu pemilik Hotel itu ingin membeli tempat ini." jawab Arumi.


"Maksudnya?" tanya Kazuki.


"Dia bilang dia ingin membeli penginapan dan restoran ini, karena penginapan dan restoran ini akan membuat orang-orang tidak banyak yang menginap di restoran itu." jawab Arumi.


"Memangnya ada hubungan apa?" tanya Kazuki kembali.


Arumi menceritakan mengenai permasalahan dari pemilik hotel tersebut.

__ADS_1


"Jangan sampai kamu melepaskan tempat ini, karena yang aku tahu kamu sudah diberi kepercayaan untuk mengelola tempat ini. bukan kamu harus mempertahankan tempat ini? jangan sampai pemilik yang meninggal itu tidak tenang di alam baka karena kamu menghianatinya." ucap Kazuki.


"Entahlah, Tuan. anda tahu sendiri kan kalau orang-orang itu sangat berbahaya, Saya takut kalau mereka akan menyakiti orang-orang yang bekerja di sini." Arumi yang terlihat kebingungan.


"Kamu tenang saja, anak buahku yang akan mengamankan tempat ini. aku akan melakukan sesuatu agar mereka tidak berusaha untuk mengganggumu, Bagaimana?" tanya Kazuki.


Satu bulan mengenal Kazuki Arumi terlihat sangat nyaman dengan pria itu, Walaupun dia adalah pria yang bisa dibilang seorang pria kasar dan jahat namun pria itu bisa malu-malu kucing di hadapan Arumi.


"Apa Tuan yakin mau membantu saya?" tanya Arumi.


"Tentu saja, aku akan membantumu dengan satu syarat." jawab Kazuki.


"Syaratnya?" tanya Arumi.


"Aku akan bilang kalau kamu adalah kekasihku, tunanganku bahkan calon istriku." jawab Kazuki.


"Tapi, Tuan. Kenapa harus seperti itu?" tanya Arumi.


"Jika kamu tidak menerima keputusan itu mungkin saja mereka akan membuat tempat ini bermasalah, karena kamu tahu kan aku mempunyai kekuasaan di beberapa wilayah di tempat ini. jika kamu menggunakan namaku kamu akan terbebas dan mereka tidak akan berani untuk mengganggumu." jawab Kazuki.


Memang benar apa yang dikatakan Kazuki itu, tapi Arumi takut jika ada seseorang yang akan terluka dengan pengakuan Kazuki.


"Tapi, Tuan. Bagaimana jika ada seseorang yang terluka dengan pengakuan Tuan? karena pengakuan Tuan itu mungkin akan membuat kekasih Tuan marah." ucap Arumi.


Kazuki tersenyum, pria itu menatap Arumi sembari menutup mulutnya.


"Alin, tapi aku tidak suka memanggil namamu dengan nama itu.., karena yang aku tahu nama panjangmu adalah Arumi lin. begini Arumi, Aku tidak mempunyai kekasih. aku tidak mempunyai calon istri atau apapun, jika ada seseorang yang marah itu terserah saja. tapi yang jelas aku tidak mempunyai wanita spesial." jawab Kazuki.


"Apa Tuan yakin?" tanya Arumi.


"Tentu." jawab Kazuki yang berusaha untuk meyakinkan Arumi.


Arumi tersenyum dengan jawaban Kazuki, Entahlah wanita itu senang atau dia mulai ada perasaan kepada Kazuki. namun yang jelas Arumi harus meyakinkan dirinya dan wanita itu harus membuat keputusan yang tepat untuk dirinya agar hidupnya tidak terluka lagi.


** Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatanmu


- Gairah cinta isteri muda


- One night stand with mister William


- Gairah terlarang


- Isteri bayaran tuan Presdir


- aku mencintai isteri yang aku benci

__ADS_1


- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)


__ADS_2