AKU MENCINTAI ISTERI YANG KU BENCI

AKU MENCINTAI ISTERI YANG KU BENCI
PERTEMUAN TANPA DI SENGAJA


__ADS_3

Enggar benar-benar penasaran dengan sosok wanita yang dikatakan oleh Satya, Wanita itu sudah berada di dapur restoran. tatapan matanya menatap seorang wanita yang 100% mirip dengan si mbok. terlihat Enggar mematung, pria itu menatap simbok dengan kebingungan yang sangat luar biasa.


Sudah 2 tahun lebih si mbok dan Arumi tidak ada kabar sama sekali, sekarang di depan matanya terlihat seorang wanita tua yang mungkin atau tidak lain itu adalah si mbok.


"Mbok." Panggil Enggar.


"Ya." tanpa sengaja si mbok menjawab panggilan tersebut. mungkin karena panggilan itu sudah terbiasa dipanggil oleh orang-orang yang ada di rumah Satya.


si mbok dan Enggar saling menatap satu sama lain, kedua mata orang itu saling memandang. Betapa terkejutnya Enggar ataupun si mbok ketika mereka saling menatap.


"Enggar." ucap si mbok.


Enggar benar-benar tidak akan pernah menyangka kalau si mbok berada di negara orang, Dia mengira kalau si mbok masih berada di Indonesia namun mereka tidak bisa menemukannya. Si mbok nampak terdiam, wanita itu mematung sedangkan Enggar sendiri langkah kakinya berjalan mendekati si mbok yang ada di dapur restoran.


"Mbok." Panggil Enggar.


"Mbok, ini mbok kan?" tanya Enggar.


si mbok benar-benar sangat terkejut ketika dia melihat Enggar berada di tempat itu, jantungnya berdebar begitu kencang. tubuhnya tiba-tiba terasa panas dingin, jika Enggar berada di tempat itu berarti Satya juga ada di sana.


Seketika Si Mbok kebingungan dengan semua yang terjadi, dia harus menghindar dari Enggar.


"Mbok." Panggil Enggar yang kemudian memegang salah satu tangan si mbok.


si mbok ingin pergi, namun Enggar menghentikan wanita itu.


"Mbok, ini Mbok kan?" tanya Enggar.


"Maaf, kamu salah orang. saya bukan mbok." jawab si mbok tersenyum.


Enggar nampak tersenyum, pria itu kemudian memeluk si mbok dengan begitu erat.


"Bagaimana kabarmu, Mbok? Aku sudah lama mencari keberadaanmu, aku dan Rani benar-benar merindukanmu." ucap Enggar.


Dengan segera si mbok membawa Enggar pergi ke sebuah tempat, wanita tua itu harus menyingkirkan Enggar karena dia takut jika Satya ada di tempat ini maka dia akan mengetahui dirinya juga.


Di sebuah tempat yang ada di belakang penginapan si mbok nampak mencengkram erat tangan Enggar.


"Ini benar-benar Mbok, kan?" tanya Enggar lagi.


"Apa yang kamu lakukan di sini, Enggar?" tanya si mbok.


"Ini benar-benar Mbok, kan?" tanya Enggar kembali.


Si mbol nampak menganggukkan kepalanya.


"Satya ada di sini?" tanya si mbok.


"Tuan Satya ada di sini, mbok. dia ada di luar." jawab Enggar.


"Kalian mau apa ke sini?" tanya si mbok.


"Mbok kerja di sini ya? Lalu di mana Arumi?" tanya Enggar.


Si Mbok tidak menjawab, wanita itu hanya terdiam sembari memikirkan cara untuk pergi dari tempat itu.


"Mbok, di mana Arum?" tanya Enggar.

__ADS_1


Si Mbok nampak terdiam, sesaat kemudian wanita itu menatap Enggar.


"Arumi juga ada di sini, dia sedang keluar." jawab si mbok.


Enggar sangat terkejut sekaligus dia takut jika Satya tiba-tiba melihat Arumi.


"Bagaimana keadaan kalian, Mbok?" tanya Enggar.


"Keadaan kami baik-baik saja." jawab Si Mbok.


Ketika dua orang itu sedang berbicara nampak Arumi ternyata sudah tiba di tempat itu bersama dengan Kazuki. pria itu benar-benar tidak mau melepaskan Arumi sedikitpun, dia keluar dengan Kazuki untuk membicarakan mengenai masa lalunya itu.


"Kamu tenang saja, semuanya akan baik-baik saja." ucap Kazuki.


"Tapi, bagaimana jika suatu saat nanti dia akan menemukanku?" tanya Arumi.


"Aku tidak akan pernah melepaskan pria itu, jika dia berani mengganggumu pasti aku akan melakukan sesuatu kepadanya." jawab Kazuki.


Langkah kaki Arumi memasuki restoran tersebut, terlihat wanita itu tersenyum begitu lebar saat bersama Kazuki.


"Kamu duduk dulu, jangan lupa minta anak buahmu untuk masuk juga. kasihan mereka lapar dari tadi mengikuti kita." ucap Arumi.


"Tenang saja, mereka pasti akan masuk." jawab Kazuki.


"Mei." Panggil Arumi.


"Ya, nona." jawab Mei.


"Tolong persiapkan makanan dan minuman untuk mereka, ya." pinta Arumi.


"Baik, Nona." jawab Mei.


"Tuan." Panggil Daichi.


"Ada apa, Daichi." jawab jawab Kazuki.


"Tuan, Saya tadi mendapat informasi kalau tuan Wang tadi kemari." jawab Daichi.


"Mau apa pria itu kemari?" tanya Kazuki.


"Seperti yang anda tahu, Tuan. dia terus berusaha untuk mengambil alih tempat ini." jawab Daichi.


"Aku tidak akan pernah membiarkan hal itu terjadi, Daichi. lagi pula sebentar lagi aku akan menikahi Arumi, jadi aku minta padamu untuk menjaga semuanya, jangan sampai ada yang mengganggu." pinta Kazuki.


"Baik, Tuan." jawab Daichi yang kemudian duduk bersama anak buahnya yang lain.


Tatapan mata Tuan Wang menatap Kazuki yang sedang duduk di salah satu tempat, terlihat pria itu memberitahu Satya mengenai keberadaan Kazuki.


"Ternyata Tuan Kazuki ada di sini." ucap Tuan Wang.


"Maksud, Tuan Wang?" tanya Satya.


"Pria itu berada di sini, Apakah kita berbicara dengan pria itu terlebih dahulu?" tanya Tuan Wang.


"Lebih baik kita berbicara dengan pria itu, kita akan tahu bagaimana respon pria itu jika kita memintanya untuk menjual tempat ini." jawab Satya.


Langkah kaki Satya dan Tuan Wang berjalan ke salah satu meja, mereka duduk di salah satu kursi tempat Kazuki berada.

__ADS_1


"Tuan Kazuki." Panggil Satya.


Kazuki menoleh menatap dua orang itu.


"Iya." jawab Kazuki.


"Bolehkah kami duduk di sini, Tuan Kazuki?" tanya Tuan Wang.


"Sebenarnya saya tidak memperbolehkan Anda duduk di sini karena ini adalah tempat privasi saya." jawab Kazuki.


"Bolehkah saya berbicara sebentar, Tuan?" tanya Tuan Wang.


"Saya tidak membahas masalah apapun di luar perusahaan, Jadi kalau kalian ingin berbicara kalian harus mencariki di perusahaan. Aku tidak suka masalah perusahaan dibicarakan di luar perusahaan." jawab tegas Kazuki.


Beberapa menit kemudian terlihat Arumi sudah kembali dengan membawa segelas kopi dan minuman dingin untuknya.


"Oh ya, tidak aku tadi tidak memberikan moccacino di atasnya, Kamu tidak suka kan?" tanya Arumi.


"Apapun yang kamu buat aku suka." jawab Kazuki.


Senyum itu terlihat, namun tatapan mata seorang pria menatap Arumi yang sedang berbicara dengan Kazuki.


DEG..


DEG..


DEG..


"Arumi." ucap Satya ketika melihat seorang wanita yang dia cari selama 2 tahun lebih lama.


"Iya." jawab Arumi yang kemudian menoleh.


DEG..


DEG..


seketika jantung Arumi berdebar begitu kencang saat melihat sosok pria yang ada di tempat itu. sosok pria yang benar-benar membuat Dia merasakan sakit yang luar biasa, sosok pria yang benar-benar membuatnya merasakan trauma yang begitu dalam. langkah kaki Arumi langsung mundur, terlihat wanita itu wajahnya langsung pucat saat melihat Satya berada di restoran.


"Ada apa, Sayang?" tanya Kazuki.


** Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatanmu


- Gairah cinta isteri muda


- One night stand with mister William


- Gairah terlarang


- Isteri bayaran tuan Presdir


- aku mencintai isteri yang aku benci

__ADS_1


- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)


__ADS_2