
DEG.
DEG..
jantung Arumi berdebar begitu kencang, tatapan matanya seketika menatap Kazuki.
Seketika Arumi meninggalkan tempat itu.
"Sayang." panggil Kazuki.
"Arumi." panggil Satya.
Tanpa mengatakan apapun Arumi langsung pergi ke kantornya, sedangkan Enggar dan si mbok yang hendak mencari Arumi.., terlihat mereka melihat keberadaan Satya.
"Kenapa kamu mengikutinya?" tanya Kazuki yang menghentikan Satya.
"Memangnya kenapa?" tanya Satya.
"Dia adalah calon isteriku." ucap Kazuki.
seketika Satya menghentikan langkah kakinya, pria itu menatap wajah Kazuki.
"Ada apa?" tanya si mbok.
wanita tua itu nampak melihat Satya.
"Mbok." ucap Satya.
"Ada Kazuki?" tanya si mbok.
wanita tua itu tidak menghiraukan Satya.
"Tiba-tiba dia langsung pergi, mbok." jawab Kazuki.
"Mbok." panggil Satya.
"Kazuki, temani Alin." pinta si mbok.
"Mbok, aku ingin berbicara dengan Arumi." ucap Satya.
Si mbok benar-benar tidak ingin mendengarkan Satya sama sekali, wanita tua itu terlihat menatap benci kepada Satya.
"Ada apa, nyonya?" tanya Daichi.
"Daichi, tolong bawa orang-orang ini keluar." pinta si mbok.
Seketika Daichi langsung meminta Satya dan Tuan Wang untuk segera keluar dari tempat Arumi.
"Mbok." panggil Satya.
"Bawa mereka pergi." pinta si mbok.
"Jangan pernah berani menyentuhku!" bentak Satya kepada Daichi.
"Lebih baik anda keluar dari sini, Tuan. Saya tidak ingin anda mengganggu tempat ini." jawab Daichi.
Satya berusaha melawan, namun sayangnya Daichi adalah seorang pria yang benar-benar pandai berkelahi.
"Jika anda tidak ingin mendapat masalah lebih baik anda pergi dari sini, tapi jika anda ingin tetap berada di sini maka anda harus menerima konsekuensinya." ucap Daichi.
Satya adalah pria yang begitu keras dan kejam, tapi jika dibandingkan dengan orang Jepang itu mungkin Satya tidak akan mampu melawan pria itu.
__ADS_1
"Lebih baik kita pergi dari sini, Tuan Satya.' pinta Tuan Wang.
"Iya, Tuan. lebih baik kita pergi dari sini." Enggar yang juga meminta Satya untuk meninggalkan tempat itu.
Satya tidak ingin pergi dari tempat itu, 2 tahun dia mencari keberadaan Arumi namun sekarang wanita itu tidak ingin melihatnya. tentu saja Arumi tidak ingin melihatnya, semua yang dilakukan oleh Satya bagaikan kenangan yang begitu pahit.
"Aku tidak mau pergi dari sini, Enggar!" bentak Satya.
"Lebih baik kita pergi dari sini, tuan. mereka mempunyai anak buah yang banyak, pria itu adalah pria yang menakutkan." pinta Enggar.
"Aku tidak peduli." jawab Satya.
"Tuan, kita pergi dari sini dulu." Tuan Wang yang mencoba untuk membujuk Satya.
Di kantor Arumi.., terlihat wanita itu terduduk di sudut gelap ruangan itu. Arumi merasakan ketakutan, dia kembali menatap sosok Satya yang dulu selalu menyakitinya.
TOK..
TOKK.
"Sayang, sayang!" Panggil Kazuki.
Arumi hanya tertutuk di pojokan ruangan,
"Apa dia belum mau keluar, Kazuki?" tanya si mbok.
"Dia belum mau keluar, Bu." jawab Kazuki.
"Belum ada jawaban yang keluar dari mulut Arumi, wanita itu menatap kegelapan yang ada di sekitarnya.
"Aku tidak ingin kalah, Aku tidak ingin menyerah. pria itu tidak boleh mempermainkan aku terus-menerus." ucap Arumi.
Sekitar 5 menit kemudian Arumi sudah keluar, wanita itu menatap si mbok dan Kazuki.
Arumi menganggukkan kepalanya, seketika Kazuki langsung memeluk Arumi.
"Siapa pria itu?" tanya Kazuki.
Arumi tidak menjawab, sesaat kemudian wanita itu menatap Kazuki.
"Dia pria yang tadi aku ceritakan." jawab Arumi.
Siapa yang tidak akan terkejut dengan jawaban yang diucapkan oleh Arumi. Baru beberapa jam yang lalu Arumi menceritakan masa lalunya, terlihat sekarang pria itu sudah ada di sana.
"Bagaimana bisa Satya ada di sini?" tanya si mbok.
Arumi menggelengkan kepalanya, dia tidak pernah tahu bagaimana takdir berjalan.
"Kenapa kamu seperti ini?" tanya Kazuki.
Arumi nampak terdiam, sesaat kemudian Kazuki membawa Arumi untuk duduk di salah satu kursi.
"Apa kamu masih ketakutan?" tanya Kazuki.
Arumi menganggukkan kepalanya, wanita itu benar-benar masih trauma dengan kenangan masa lalunya itu.
"Ada aku di sini, aku sudah bilang Kan aku akan selalu menjagamu." jawab Kazuki.
Entahlah bagaimana perasaan Arumi, namun yang jelas wanita itu benar-benar begitu kebingungan.
"Dengarkan Kazuki, Arumi. semuanya akan baik-baik saja." ucap Si Mbok.
__ADS_1
"Kenapa aku harus bertemu dengan dia lagi, mbok. pria itu adalah pria kejam, pria licik." jawab Arumi.
"Kamu tidak boleh seperti ini, kamu sudah berjuang selama ini kan? lalu kenapa kamu ketakutan seperti ini? kamu bilang kamu akan memperjuangkan Semua ini? Lalu kenapa tiba-tiba kamu ketakutan begini?" tanya Kazuki.
Arumi nampak terdiam, wanita itu menatap Kazuki sembari meneteskan air matanya.
"Bagaimana jika dia tiba-tiba membawaku pergi? Bagaimana jika tiba-tiba dia menggunakan status kami?" tanya Arumi.
"Tidak, aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi!" seru Kazuki yang marah.
"Tenanglah Kazuki, semuanya akan baik-baik saja." ucap si mbok.
"Aku tidak akan membiarkan pria itu mengambil Arumi dariku, mbok. aku tidak akan membiarkan pria itu berusaha untuk memisahkan kami." jawab Kazuki.
"Tenanglah, Kita harus berpikir dengan akal jangan menggunakan emosi." ucap si mbok.
Kazuki kemudian menelpon salah satu anak buahnya, Dia meminta salah satu anak buahnya itu untuk mencari tahu mengenai pernikahan Satya dan Arumi. beberapa bukti memar penganiayaan dan lain sebagainya, Kazuki ingin mendapatkannya mungkin beberapa bukti dimiliki oleh Rani. bukti-bukti mengenai luka-luka yang pernah dialami oleh Arumi.
"Aku minta pada kalian selidiki secepatnya, aku minta kalian urus perceraian calon istriku dengan mantan suaminya." perintah Kazuki.
Arumi dan si mbok benar-benar tidak akan pernah mengira kalau Kazuki akan melangkah begitu jauh. Arumi tidak akan pernah mengira kalau Kazuki akan meminta salah satu pengacara mengurus surat perceraiannya dan Satya.
"Bolehkah aku mengurus perceraianmu?" tanya Kazuki.
"Tentu saja boleh." jawab Arumi.
"Baguslah kalau begitu, aku tidak akan membiarkan pria itu melakukan kejahatan padamu lagi. aku tidak akan membiarkan pria itu menyakitimu." ucap Kazuki.
Entah apa yang terjadi dan yang akan terjadi. namun Kazuki memutuskan untuk memperjuangkan Arumi bagaimanapun caranya.
"Sebelum kami pergi kami mempunyai beberapa foto ketika Arumi mengalami penganiayaan, Kazuki." ucap si mbok.
"Itu sangat bagus, Bu. dengan begitu aku akan meminta pengacaraku menggugat cerai pria itu." jawab Kazuki.
Ada sedikit kelegaan di hati Arumi ketika Kazuki mengatakan hal itu, terasa Arumi benar-benar begitu tenang ketika Arumi mengetahui kalau Kazuki akan melakukan sesuatu untuknya.
Satya yang berada di apartemennya nampak pria itu terduduk dengan pikiran yang benar-benar begitu kacau. hati tidak akan pernah mengira kalau dia akan bertemu Arumi di negara ini.
"Bagaimana bisa Arumi dan Mbok ada di sini?" ucap Satya.
"Saya tidak tahu, tuan." jawab Enggar.
Jantung Satya terus berdebar, pria itu terus mencoba untuk melakukan sesuatu untuk mendapatkan Arumi kembali.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatanmu
- Gairah cinta isteri muda
- One night stand with mister William
- Gairah terlarang
- Isteri bayaran tuan Presdir
- aku mencintai isteri yang ku benci
__ADS_1
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)