AKU MENCINTAI ISTERI YANG KU BENCI

AKU MENCINTAI ISTERI YANG KU BENCI
PENOLAKAN ARUMI


__ADS_3

Sorot cahaya lampu mobil terlihat berhenti di depan rumah Arumi. si mbok dan Arumi menatap mobil yang sudah terhenti tersebut. Seorang pria nampak keluar dari dalam mobil, dia membuka pintu gerbang rumah Arumi.


"Siapa Mereka, Mbok? kenapa mereka membuka pintu rumah kita?" tanya Arumi.


"Aku tidak tahu, Arumi. tapi mereka kok masuk kemari?" tanya si mbok yang membuat wanita tua itu sedikit ketakutan.


Mereka mengira kalau yang datang itu adalah Kazuki, namun kalau dilihat dari bentuk mobilnya itu tidak mungkin Kazuki.


"Kenapa mereka kemari, Mbok?" tanya Arumi.


"Mbok tidak tahu, lebih baik kita masuk. jangan-jangan mereka orang jahat." ucap Si Mbok.


"Kita telepon polisi aja, mbok." jawab Arumi yang kemudian berjalan hendak masuk ke dalam rumah.


"Mbok." Panggil seorang pria.


Mendengar panggilan seperti itu seketika Arumi dan si mbok langsung menghentikan langkah kakinya, kedua wanita itu nampak menatap ke arah mobil yang sudah terhenti tersebut. Seorang pria yang keluar dari mobil terlihat sosok itu begitu familiar di mata si mbok.


"Enggar." ucap si mbok.


"Mbok mau ke mana?" tanya Enggar.


Melihat seorang pria keluar dari mobil itu, seketika jantung Arumi berdebar begitu kencang. terasa jantung Arumi dicengkram hingga membuat wanita itu merasakan sesak luar biasa.


"Mau apa pria itu kemari, mbok?" tanya Arumi.


"Mbok tidak tahu." jawab Si Mbok.


Langkah kaki Satya keluar dari mobil dengan mengenakan jaket tebal musim dingin, pria itu berjalan menuju rumah Arumi.


"Aku mau masuk, mbok." ucap Arumi yang bergegas masuk ke dalam rumah.


Satya yang melihat hal itu tentu saja dia mempercepat langkah kakinya.


"Kamu mau ke mana?" tanya Satya.


"Seharusnya aku yang bertanya kepadamu, Kenapa kalian kemari tanya ketus Arumi. Aku ingin berbicara denganmu sebentar." ucap Satya.


"Tidak ada yang bisa kita bicarakan, lebih baik kalian keluar dari sini dan tinggalkan rumahku." jawab Arumi.


"Aku hanya ingin berbicara di luar dingin, bolehkan aku masuk?" tanya Satya.


Arumi tidak menjawab, wanita itu langsung masuk ke dalam rumah sedangkan Si Mbok yang melihat hal itu tentu saja mau tidak mau dia harus mempersilahkan Satya dan Enggar masuk ke dalam rumah mereka.


Rumah yang bisa dibilang sederhana untuk dua wanita tersebut, memang Arumi dan si mbok tidak terlalu suka dengan rumah mewah. langkah kaki Satya memasuki rumah Arumi, pria itu nampak menatap rumah sederhana namun begitu bersih dan rapi.

__ADS_1


"Letakkan mantel kalian di sana." pinta Si Mbok sambil menunjuk tempat mantel.


"Duduklah dulu, aku akan membuatkan coklat panas." ucap Si Mbok yang kemudian berjalan ke dapur.


Arumi terlihat hanya diam dan hendak meninggalkan tempat tersebut.


"Bisakah kita berbicara sebentar?" tanya Satya .


"Aku tidak ada waktu untuk berbicara denganmu." jawab Arumi yang kemudian meninggalkan Satya.


"Hanya sebentar." Satya yang kemudian berdiri sembari mencekal tangan Arumi.


"Apalagi yang ingin kamu bicarakan denganku?" tanya Arumi dengan nada yang begitu ketus.


"Hanya sebentar, Aku hanya ingin berbicara denganmu sebentar." jawab Satya.


Arumi tidak ingin melihat wajah Satya, ketika dia melihat wajah Satya Dia benar-benar teringat dengan semua penyiksaan itu. Arumi tidak ingin mendengarkan semua yang dikatakan oleh Satya, wanita itu langsung meninggalkan Satya tanpa kata-kata sama sekali.


Sekitar 5 menit kemudian si mbok sudah membawa 2 cangkir coklat panas bersama beberapa kue.


"Ada apa kalian kemari?" tanya si mbok.


"Aku ingin berbicara dengan Arumi." jawab Satya.


"Dia tidak ingin berbicara denganmu, Kamu sudah tahu kan." ucap si mbok.


"Dengarkan Mbok, Satya. Arumi masih takut denganmu, dia masih trauma jika dekat denganmu. jadi aku mohon jangan membuatnya bertambah takut, aku tidak ingin membuat traumanya semakin besar." jawab Si Mbok dengan kata-kata yang begitu jelas.


"Kalau begitu bolehkah aku berbicara denganmu, Mbok?" tanya Satya.


"Jika kamu ingin berbicara denganku maka berbicaralah, Apa yang ingin kamu bicarakan dengan ku?" tanya si Mbok.


"Tadi aku mendapatkan surat dari pengadilan Indonesia, surat perceraian yang diajukan oleh Arumi." ucap Satya.


"Mendengar Satya mengatakan hal itu, nampak wanita itu tersenyum.


"Surat perceraian? jadi surat perceraian itu sudah ada di tanganmu?" tanya Si Mbok.


"Iya, aku sudah mendapatkan surat perceraian itu." jawab Satya.


"Baiklah kalau begitu, lalu apa yang kamu inginkan dengan datang kemari?" tanya si mbok.


"Aku ingin berbicara dengan Arumi." jawab Satya.


"Berbicara apa?" tanya Mbok.

__ADS_1


"Aku ingin berbicara empat mata dengan Arumi." jawab Satya.


"Kalau kamu ingin berbicara dengannya Kamu bicara saja sama Mbok, aku tidak ingin Arumi terus-menerus takut kepadamu. Dia sangat trauma dengan semua yang terjadi di masa lalu, Jadi katakan apa yang kamu inginkan?" tanya si mbok.


"Tolong bilang kepada Arumi kalau aku tidak akan menceraikannya sampai kapanpun, aku tidak akan menceraikannya." jawab Satya.


"Apa maksudmu?" tanya si mbok.


"Secara sah dia masih istriku, aku tidak akan membiarkan dia bersama pria lain ataupun berusaha untuk berpisah dariku." jawab Satya.


Si Mbok tersenyum menatap Satya, wanita itu benar-benar tidak menyukai kata-kata yang diucapkan oleh Satya.


"Untuk apa kamu mempertahankan dia? apakah untuk menyakitinya? apakah untuk membuatnya terluka terus menerus? kamu sudah membuatnya terluka lahir batin, kamu sudah menyiksanya secara fisik dan mental. apalagi yang kamu inginkan? Apakah kamu ingin membunuhnya? Jika kamu ingin membunuhnya Kenapa kamu tidak bunuh langsung? dengan alasan dendam orang tuamu kamu terus menyiksanya, lalu sampai kapan kamu akan menyiksanya?' tanya si mbok.


"Tidak, aku tidak ingin menyiksanya. aku ingin diberi kesempatan untuk menjalani kehidupan yang baru dengannya." jawab Satya.


Mendengar kata-kata yang diucapkan oleh Satya Mbok kembali tersenyum.


"Hahaha.., Kamu kira aku ini bodoh? kamu kira aku ini wanita yang tidak bisa berpikir, enak sekali kamu mengatakan hal itu, dengan jelas-jelas kamu sudah menyiksanya selama kamu menikah dengan Arumi. enak sekali kamu mengatakan ingin meminta kesempatan. Lalu bagaimana dengan dendammu itu? Apakah kamu sudah melupakannya?" tanya si mbok dengan emosi Yang meluap.


"Aku sudah mengetahui kebenaran mengenai Siapa pembunuh Ayahku." jawab Satya.


"Lalu?" tanya si mbok yang sedikit terkejut namun dia tidak ingin menunjukkan keterkejutan tersebut.


"Aku ingin menjalani hubungan baru dengan Arumi." jawab Satya.


"Hahaha.., enak sekali kamu mengatakan hal itu, Satya. Enak sekali kamu bilang seperti itu, Apakah kamu tidak tahu bagaimana rasanya menjadi Arumi? disiksa, dihina bahkan kamu tidak pernah menganggap sebagai seorang istri. setelah kamu mengetahui mengenai kebenaran pembunuh ayahmu kamu ingin meminta maaf. aku sudah bilang Kan waktu itu kepadamu, carilah kebenarannya terlebih dahulu sebelum kamu menyiksa Arumi, lalu apa yang kamu katakan? kamu tidak menerima kebenaran lain selain yang kamu percaya." jawab si mbok yang membuat Satya tidak bisa mengatakan apapun. pria itu mulutnya benar-benar terkunci rapat.


** Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatanmu


- Gairah cinta isteri muda


- One night stand with mister William


- Gairah terlarang


- Isteri bayaran tuan Presdir


- aku mencintai isteri yang aku benci

__ADS_1


- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)


__ADS_2