
"Hai Arumi, senang melihat para jagoan ini semakin menggemaskan." ucap Satya.
"Tentu saja Mas, mereka sangat menggemaskan. mereka selalu membuatku pusing apalagi Suamiku itu selalu melarikan diri jika disuruh menjaga anak kembarnya." jawab Arumi.
"Bagaimana kalau si kembar ikut sama kami saja?" tanya istri Satya.
"Ya jangan toh Mbak, nanti jagoanku berkurang." jawab Arumi sambil tertawa.
"Tidak bakalan aku biarkan siapapun membawa anak-anakku, kalau kalian ingin punya anak buat sendiri!" seru Kazuki yang baru kembali dari kamar mandi.
SEPULUH TAHUN KEMUDIAN
"Mama!!" seru Harumi.
"Ada apa kamu teriak-teriak, Harumi?" tanya Kazuki.
"Papa, di mana sepatuku? Kenapa sepatuku selalu hilang?" tanya Harumi.
"Kamu kira Papa ini menyembunyikan sepatumu? Papa tidak tahu di mana barang-barangmu itu." jawab Kazuki.
"Pasti Mamoru dan Masami yang membawa barang-barangku, mereka itu selalu saja membuat aku kesal!" seru Harumi.
"Tidak usah teriak-teriak, cari aja di kamar mereka. mereka kan selalu suka mengganggumu, Kamu ini sudah sekolah SMA Jangan teriak-teriak nanti dikira kamu ini anak bayi." ucap Arumi.
"Mama selalu saja membela mereka, kalau begitu aku menginap di rumah paman Satya saja. kalian tidak mencintaiku." ucap Harumi.
__ADS_1
"Apa kamu yakin mau ke rumah paman Satya? kalau Papa tahu sih Paman Satya itu kan sekarang cari baby sister, jangan-jangan kalau kamu di sana disuruh membantu Paman Satya mengurus anak-anaknya." sindir Kazuki yang membuat Harumi langsung terdiam.
"Papa benar, Masa aku main sehari aja dimintai Paman Satya untuk membawa anak-anaknya. apalagi mereka itu kecil-kecil, 2 tahun udah lahir anak, 2 tahun udah lahir anak mereka itu mau ternak apa." gerutu Harumi yang kemudian masuk ke dalam kamar kedua saudaranya.
Arumi dan Kazuki nampak tersenyum, sepasang suami istri itu saling memeluk satu sama lain.
"Terima kasih karena kamu sudah memberikan aku kebahagiaan." ucap Kazuki.
"Seharusnya Aku yang berterima kasih padamu, mas. terima kasih karena kamu memberikan aku tempat di hatimu, Terima kasih karena selalu menjagaku." jawab Arumi.
Rasa memang selalu ada, cinta memang selalu besar. mahligai rumah tangga yang di dirikan dengan kepercayaan akan bertahan selamanya. waktu akan selalu berjalan mengikuti perjalanan hidup orang-orang yang mereka cintai. Harumi sekarang berusia 15 tahun dia sekolah SMA favorit di wilayah tempatnya, si kembar sekarang sudah berusia 10 tahun mereka selalu membuat kehebohan dengan mengambil barang-barang milik Harumi.
Satya sudah memiliki tiga orang anak yang masing-masing mempunyai jarak usia 2 tahun. anak pertama berusia 8 tahun yang kedua 6 tahun dan ketiga berusia 4 tahun. kehidupan Satya juga mendapatkan anugerah yang luar biasa, begitu pula dengan Daichi dan Mei. mereka memiliki dua anak putri yang pertama berusia 10 tahun sama seperti usia si kembar, anak keduanya seorang Putra yang sekarang berusia 7 tahun. perjuangan akan selalu mendapatkan jalan yang baik.
Di tempat lain seorang pria harus menghadapi kehidupan yang begitu pahit, 13 tahun dipenjara, sekarang Otaru sudah keluar dari jeruji besi yang selalu menghalanginya. penyesalan yang selalu dia miliki, penyesalan yang selalu membuatnya ingin mengulang waktu ke masa lalu, di depan pintu penjara itu Kazuki dan Arumi sudah menunggu Otaru keluar dari tempat itu. tiga anak Arumi juga berdiri di sana, tatapan mata Otaru menatap Kazuki bersama keluarganya. pria yang dulu begitu arogan itu sekarang sudah berubah, keangkuhan dan rasa irinya sudah pudar dimakan waktu.
"Tentu saja aku akan menjemputmu." jawab Kazuki.
"Selamat datang, paman!!" seru Harumi.
Si kembar langsung memberikan pelukan kepada saudara Papanya Itu, terasa Otaru benar-benar begitu menyesal dengan semua yang sudah dia lakukan.
"Maaf, maafkan aku." ucap Otaru.
"Sudahlah mas, lebih baik kita pulang." ucap Arumi.
__ADS_1
pintu maaf itu selalu terbuka, pintu maaf dari Arumi dan Kazuki. hanya air mata yang terus menetes dari kedua mata Otaru. orang-orang yang ingin dia singkirkan itu ternyata masih mempunyai hati untuk dirinya.
"Paman, nanti kalau kita sudah di rumah paman tidur sama kami aja di kamar kami." ajak si kembar.
Otaru hanya bisa menganggukkan kepalanya sembari meneteskan air matanya, andai saja dia tidak melakukan semua kejahatan itu sekarang dia juga akan mendapatkan kebahagiaan seperti saudaranya.
"Terima kasih." ucap Kazuki.
**TAMAT**
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatanmu
- Gairah cinta isteri muda
- One night stand with mister William
- Gairah terlarang
- Isteri bayaran tuan Presdir
- aku mencintai isteri yang ku benci
__ADS_1
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)