
Setiap kata yang diucapkan oleh Kazuki serasa bagaikan nafas yang baru didapatkan oleh Arumi. walaupun pria itu bisa disebut pria berbahaya namun Kazuki bersikap begitu berbeda dengan Arumi. anak buah Kazuki yakin kalau Bos mereka sudah jatuh cinta kepada wanita yang sudah dia temui di sebuah restoran.
Bahkan Kazuki juga berani memasang badan untuk melindungi Arumi. kabar mengenai pemilik restoran dan penginapan yang tidak lain adalah kekasih pengusaha bernama Kazuki. Hal itu membuat para preman penjahat bahkan para pengusaha yang ingin mengusik Arumi pun mereka harus berpikir dua kali. Beberapa pria yang biasanya meminta upeti kepada restoran atau pengusaha kecil yang ada di tempat itu mereka juga harus berpikir.
"Apa benar wanita itu kekasih dari Tuan Kazuki?" tanya salah satu anak buah seorang preman.
"Lebih baik kita tidak usah menyentuh wanita itu, aku pernah dihajar habis-habisan oleh mereka." jawab salah satu pria.
"Apa kamu yakin?" tanya pimpinan preman.
"Tentu saja, bos. bahkan mereka menghajarku habis-habisan. Kamu tahu kan anak buah pria itu yang katanya adalah seorang Yakuza?" tanya anak buah preman.
"Kalau begitu kita tidak usah mencoba untuk mendekati wanita itu, berarti wanita itu adalah wanita berbahaya." jawab pimpinan preman.
Kabar mengenai Arumi kekasih dari Kazuki.., kabar itu menyebar begitu cepat. memang tidak ada yang berani mengusik Arumi dan yang lain. di restoran sekaligus penginapan itu para pekerja nampak membicarakan mengenai rumor yang mulai beredar.
"Apa benar kalau Nona Alin itu kekasih dari pria Kazuki?" tanya beberapa pekerja.
"Kalian tidak usah menyebarkan rumor yang tidak tidak, Kalau pria itu kemari dan dia mengatakan kalau itu tidak benar, kalian bisa tanggung jawab?" tanya Mei.
Rui yang mendengar mengenai rumor itu nampak wanita itu sedikit takut jika terjadi sesuatu kepada Bosnya itu.
"Aku berharap Nona Alin tidak mengalimi kejadian yang mengerikan." ucap Rui.
"Kamu tidak usah bicara seperti itu, Nona Alin adalah wanita pintar. Jika dia memang berpacaran dengan Tuan Kazuki berarti itu lebih baik, dengan begitu kita tidak akan pernah diganggu oleh orang-orang jahat itu."jawab Mei.
"Tapi, Apakah semuanya akan baik-baik saja?" tanya Rui.
"Kamu yakin saja kepada Nona Alin, aku yakin Nona Alin pasti melindungi kita semuanya." jawab Mei.
Siang itu Arumi nampak pergi ke restoran agak siang, beberapa tamu yang menginap di penginapan juga sudah mendengar mengenai wanita cantik yang ternyata adalah kekasih dari pengusaha yang bernama Kazuki.
"Apa benar kalau pemilik dan pengelola tempat ini adalah kekasih dari pria itu?" tanya beberapa tamu.
"Entahlah." jawab seorang pria.
"Jika benar wanita itu kekasih dari tuan Kazuki, berarti wanita itu adalah wanita spesial. karena yang aku tahu Tuan Kazuki itu tidak pernah sekalipun bermain wanita." ucap seorang tamu pria.
"Sudah-sudah, jangan sampai pembicaraan kita ini didengar oleh orang lain." ucap seorang pria kembali.
Hari ini tamu penginapan benar-benar begitu banyak, mereka begitu penasaran dengan sosok pemilik dan pengelola restoran sekaligus penginapan yang menjadi kekasih dari Kazuki.
"Mei." Panggil Arumi yang baru masuk ke restoran.
"Iya, Nona." jawab Mei.
__ADS_1
"Nanti bersihkan kamar no 19, nanti minta pekerjaan yang lain untuk mengganti sprei dan peralatan yang ada di sana. ganti seluruh dekorasi agar penghuni yang baru bisa nyaman di sana." pinta Arumi.
"Baik, Nona." jawab Mei.
Arumi selalu meminta perbaikan dekorasi kamar setiap berapa bulan sekali, agar mereka yang menginap di tempat itu tidak jenuh. bahkan beberapa tamu yang ada di tempat itu terkadang menyewa tempat itu sampai 1 bulan.
"Nona Alin." Panggil Rui.
"Iya Rui." jawab Arumi.
"Persediaan makanannya sudah menipis, bahan-bahan pokoknya pun juga sudah menipis." ucap Rui.
"Bagaimana bisa menipis, kan bagian gudang sudah diperintahkan untuk memasok bahan-bahan makanan serta kebutuhan yang lain? Bagaimana bisa menipis?" tanya Arumi.
"Memangnya Nona Alin memerintahkan bagian gudang memenuhi kebutuhan kita?" tanya Rui.
"Tentu saja aku meminta mereka untuk menyetop dan menyuplai kebutuhan kita selama satu bulan ini." jawab Arumi.
"Tapi nona, kebodohan kita semakin menipis, mungkin hanya bisa digunakan untuk sabtu minggu ini." jawab Rui.
Setelah mendengar perkataan Ruri Arumi langsung pergi untuk melihat stok gudang yang katanya sudah menipis.
"Rui, Panggil Mei dan beberapa bagian operasional. minta mereka menemuiku di gudang." pinta Arumi.
"Baik, Nona." jawab Rui.
"Kenapa suplai makanan ini tidak ditambah? seharusnya barang-barang ini sudah tersedia dari 2 minggu yang lalu." ucap Arum yang kemudian memeriksa satu persatu keperluan dari restoran dan penginapan.
"Ada beberapa barang yang masih menumpuk, bahkan tidak digunakan sama sekali." ucap Arumi.
"Nona Alin." Panggil Mei.
"Kamu sudah datang Mei?" tanya Arumi.
"Iya, Memangnya dan apa, Nona?" tanya Mei kembali.
"Siapa yang bertugas untuk mengoperasikan semua ini?" tanya Arumi.
Seorang wanita mengacungkan jarinya.
"Saya, Nona." jawab seorang wanita.
"Kenapa gudang ini kosong? stok beberapa barang menipis, barang makanan yang ada di lemari pendingin juga sudah tidak ada. aku sudah memerintahkan satu bulan yang lalu untuk menyetok barang-barang itu? Lalu kenapa tidak ada stok di gudang?" tanya Arumi.
seorang wanita nampak kebingungan untuk menjawab pertanyaan Arumi, dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan.
__ADS_1
"Kenapa kamu diam saja?" tanya Arumi.
Wajah wanita itu sedikit pucat ketika dia tidak bisa mengatakan mengenai stok gudang yang kosong.
"Jangan pernah bilang kalau kamu berbohong? Jangan pernah bilang kalau kamu mulai belajar menipu?" tanya Arumi.
Wanita yang bertugas memenuhi kebutuhan restoran dan penginapan itu nampak terdiam, Arumi mendekati wanita itu. terlihat salah satu tangan Arumi menyentuh wajah si wanita.
"Apakah harus aku tanyakan sekali lagi kepadamu?" tanya Arumi.
"Maafkan saya, Nona. Maafkan saya." ucap si wanita yang terlihat benar-benar begitu ketakutan.
Si wanita langsung terduduk di lantai, kedua matanya berlinang air mata dengan tubuh yang gemetar.
"Ada apa?" tanya Arumi.
"Saya takut, Nona. Saya takut." jawab si wanita .
"Maksudmu?" tanya Arumi.
"Beberapa minggu yang lalu ketika Nona Alin meminta saya untuk memenuhi stok gudang ini.., ada beberapa pria yang mengancam saya untuk menutup tempat ini." jawab si wanita.
"Maksudmu?" tanya Arumi.
wanita itu mulai menceritakan mengenai beberapa pria yang mengancam pegawai Arumi.
"Kenapa kamu tidak bilang sama aku? jika kamu bilang aku kan bisa melakukan sesuatu, kalau seperti ini. Lalu apa yang harus kita lakukan?" tanya Arumi.
"Maafkan saya, Nona. Maafkan saya, Saya takut karena mereka mengancam saya dengan pistol. Saya takut Nona." jawab pekerja Arumi.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatanmu
- Gairah cinta isteri muda
- One night stand with mister William
- Gairah terlarang
- Isteri bayaran tuan Presdir
__ADS_1
- aku mencintai isteri yang ku benci
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)