
Sekarang kehidupan Arumi benar-benar begitu bahagia, Kazuki selalu memberikan perhatian khusus untuk sang isteri.
"Sayang." Panggil Kazuki.
"Iya, ada apa." jawab Arumi.
"Nanti aku akan pulang agak sore, karena hari ini aku ada rapat dengan salah satu klien baru yang ada di perusahaan." ucap Kazuki.
Arumi tersenyum sembari menganggukkan kepalanya, wanita itu tahu kalau suaminya tidak akan pernah membohonginya.
"Lalu, kamu akan pulang jam berapa?" tanya Arumi lembut.
"Sekitar pukul tujuh, tidak malam kok." jawab Kazuki.
"Ya sudah kalau begitu, nanti kalau pulang lebih dari itu kabari aku ya, Mas." ucap Arumi.
Kazuki menganggukkan kepalanya, pria itu memeluk sang istri dengan begitu erat.
"Nanti, kalau Mas sudah pulang kamu mau Mas belikan apa?" tanya Kazuki.
Tatapan lembut diberikan oleh Arumi, wanita itu tidak akan pernah meminta apapun.
"Asalkan kamu sampai dengan selamat Aku tidak akan meminta apapun." jawab Arumi.
inilah yang selalu disukai oleh Kazuki dari istrinya, satu bulan pernikahan mereka Arumi selalu memberikan perhatian penuh kepada suaminya.
"Terima kasih ya, kamu adalah wanita yang selalu memberikan aku perhatian." ucap Kazuki.
Akhirnya pria itu berangkat ke kantor, Dia memberikan ciuman di kedua pipi sang istri kemudian keningnya.
"Assalamualaikum." salam Kazuki.
"Waalaikumsalam, Mas. hati-hati ya." jawab Arumi.
Betapa bahagianya Kazuki mendapatkan istri seperti Arumi, dia tidak akan pernah melepaskan wanita yang begitu luar biasa itu. kebahagiaan baru itu terasa begitu indah, namun begitu berbeda dengan seorang pria yang ada di lain tempat. dia begitu membenci semua kebahagiaan yang sekarang dirasakan oleh Adik tirinya itu.
"Aku tidak akan pernah membiarkan dia bahagia, akan kulakukan apapun. aku akan memberikan dia kesakitan yang sangat luar biasa, salahkan saja karena dia tidak pernah mau menurut padaku. sekarang aku akan memberikan dia penderitaan sedikit demi sedikit, aku akan mengambil kebahagiaannya sedikit demi sedikit."
Terlihat sekali kalau Otaru begitu membenci saudara tirinya itu, padahal Kazuki tidak pernah sekalipun membenci pria itu.
__ADS_1
Otaru mengambil salah satu ponselnya, pria itu sudah mempersiapkan sebuah rencana yang begitu keji untuk saudara nya itu.
TUT..
"Iya, tuan." jawab seorang pria yang ada di sebuah tempat.
"Kamu sudah melakukan apa yang aku perintahkan?" tanya Otaru kepada anak buahnya.
"Belum, tuan. saya belum melakukannya." jawab si pria.
"Kenapa kamu belum melakukannya? Apa kamu tidak mendengarkan perintahku?" tanya Otaru.
"Bukan seperti itu, Tuan. waktu itu Saya berusaha untuk melakukan apa yang Anda perintahkan, tapi anak buat Tuan Kazuki memergoki saya." jawab anak buah Otaru.
"Kalian ini bodoh sekali, masak melakukan hal sepele seperti itu kalian tidak bisa?" tanya Otaru.
"Maafkan saya, tuan. tapi saya belum bisa melakukan hal itu. karena tuan Kazuki selalu dikelilingi oleh anak buahnya." jawab si pria.
"Sebaiknya kalian segera lakukan apa yang Aku perintahkan, Aku tidak mau kalian terus menunda-nunda perintahku. segera kalian buat pria itu kehilangan nyawa, jika kalian terus menerus seperti ini Lalu apa yang bisa kalian lakukan? kalian ini Seharusnya bergerak cepat untuk bisa membunuh pria itu."
Otaru yang benar-benar terlihat begitu menginginkan kematian dari Kazuki.
"Kalian jangan selalu membuat aku marah, kalian harus segera mempersiapkan semuanya dengan baik. jika kalian tidak bisa melakukan perintahku kalian harus tahu dan kalian harus bersiap-siap. aku tidak ingin kebodohan kalian itu membuat aku kehilangan seluruh kekayaanku!" seru Otaru.
"Saya akan melakukan Seperti yang anda inginkan, Tuan. tapi anda harus bersabar, kami tidak bisa melakukan sesuatu yang bisa membahayakan nyawa kami sendiri. kami akan segera melakukan semua yang anda perintahkan, semua yang anda inginkan akan kami lakukan secepat mungkin." ucap si pria.
Tentu saja Otaru begitu marah setelah mendengar jawaban dari anak buahnya, keinginannya adalah mengambil seluruh harta kekayaan ayahnya.
"Baiklah kalau begitu, lakukan sesuai perintahku. Aku tidak ingin kalian seperti orang bodoh yang melakukan pekerjaan ini tanpa bisa melakukan apapun."
setelah mengatakan hal itu Otaru langsung mematikan ponselnya, dia tidak ingin lagi mendengar kata-kata yang tidak berguna dari anak buahnya.
"Tuan." panggil anak buah Otaru.
"Iya, ada apa." jawab Otaru.
"Tuan, kelihatannya Tuan Kazuki sedang bekerja sama dengan salah satu pengusaha." jawab anak buah Otaru.
"Jangan biarkan pria itu mendapatkan kerja sama itu, aku ingin pria itu hancur." ucap Otaru.
__ADS_1
"Baik, tuan. saya akan segera melakukan apa yang anda inginkan. tapi kemungkinan besar saya tidak bisa menjamin kalau Tuan otaru akan mendapatkan kerjasama itu, karena Tuan tahu sendiri kan seperti apa Tuan Kazuki? jika pria itu benar-benar menginginkan sesuatu pasti dia akan mendapatkan apa yang dia inginkan."
setelah mengatakan hal itu akhirnya anak buah Otaru pergi dari kantor Otaru, Otaru adalah pria yang benar-benar begitu berambisi untuk menghancurkan dan memiliki semua harta benda milik Kazuki.
Di perusahaan milik Kazuki sendiri tentu saja pria itu harus berusaha keras untuk memperjuangkan apa yang sudah dia miliki dari dulu. Kazuki adalah seorang pria yang begitu percaya diri dan dia adalah pria yang akan melakukan segalanya agar mendapatkan tempat.
Tatapan mata para rekan bisnis Kazuki nampak Kazuki begitu yakin dengan pria itu.
"Baiklah kalau begitu, Tuan Kazuki. senang bekerja sama dengan anda. Semoga kerjasama Kita akan sama-sama menguntungkan." ucap si pria.
"Tentu saja, Tuan. Saya tidak akan mengecewakan Anda, saya akan memberikan Anda yang terbaik, Saya akan meminta seluruh anak buah saya melakukan pekerjaannya dengan baik tanpa ada catat sama sekali." jawab Kazuki.
"Baiklah kalau begitu, Tuan Kazuki. saya sangat puas dengan semua yang anda katakan, Saya akan menunggu hasil kerjasama kita." ucap si pria.
"Baiklah, tuan. senang bekerja sama dengan anda dan terima kasih karena percaya dengan perusahaan saya." jawab Kazuki.
Setelah acara itu Kazuki membawa rekan bisnis barunya itu untuk makan sore di salah satu restoran yang ternyata adalah restoran milik Arumi.
"Bagaimana kabar Tuan Wang? pria itu tetap berusaha untuk mendapatkan restoran milik Arumi bagaimanapun caranya, padahal Tuan Wang sudah tahu kalau sekarang Arumi sudah menjadi istri dari Kazuki. mungkin keinginannya untuk mendapatkan restoran milik Arumi akan sangat susah, tapi Tuan Wang berharap semua yang dia lakukan akan membuahkan hasil. jika sampai dia berhasil mendapatkan restoran milik Arumi maka Hotel miliknya akan berjaya, dia akan membangun hotelnya dengan megah, hotel yang dimiliki Arumi juga akan dia rubah. mungkin itu Semuanya hanyalah khayalan Tuan uang karena Kazuki tidak akan membiarkan siapapun berusaha untuk mengganggu istrinya.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatanmu
- Gairah cinta isteri muda
- One night stand with mister William
- Gairah terlarang
- Isteri bayaran tuan Presdir
- aku mencintai isteri yang ku benci
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)
__ADS_1