AKU MENCINTAI ISTERI YANG KU BENCI

AKU MENCINTAI ISTERI YANG KU BENCI
KEDATANGAN SATYA DI RESTORAN


__ADS_3

Arumi harus meyakinkan dirinya untuk menerima Kazuki, seorang pria yang selalu memberikan dia tempat bahkan memberikan dia sesuatu yang belum pernah dia rasakan. ketika Arumi hendak memulai kehidupan baru itu tiba-tiba saja pikirannya memikirkan pria yang sudah membuatnya terluka itu.


"Arumi." Panggil si mbok.


"Iya, Bu. ada apa?" tanya Arumi.


"Apa yang sedang kamu pikirkan?" tanya si mbok kembali.


Sekarang Arumi memanggil Si mbok dengan panggilan ibu, seorang wanita yang memperjuangkan dirinya. seorang wanita yang ikut merasakan kesakitan Arumi.


"Aku senang ketika kamu menerima pernyataan Cinta dari pria itu." ucap si mbok.


"Entahlah Bu, aku tidak tahu tapi setiap kali aku bertemu dan bersama pria itu perasaanku begitu berbeda. ada perasaan yang begitu indah, terasa aku begitu nyaman ketika dia melindungiku dia adalah sosok yang begitu menyenangkan. walaupun orang-orang bilang dia adalah orang yang berbahaya namun aku tidak peduli, dia adalah pria yang mampu menerima segala kekuranganku." jawab Arumi.


"Aku ingin kamu merasakan kebahagiaan, merasakan cinta yang belum pernah kamu rasakan." jawab si mbok.


"Tapi Bu, statusku masih istri dari Mas Satya. Bagaimana jika tiba-tiba aku menikah? Bagaimana jika tiba-tiba pria itu ingin membalas dendam padaku, dunia ini tidak terlalu besar Bu, aku takut jika suatu saat aku bertemu dia dan dia menghancurkan segalanya." jawab Arumi.


ketakutan Arumi memang sangat wajar, apalagi Arumi sampai sekarang masih berstatus istri dari Satya.


Bagaimana jika dunia berputar dan berhenti hingga membuat mereka bertemu kembali.


"Hukum agama mengatakan Jika seorang suami tidak memberi nafkah lahir dan batin selama 6 bulan, seharusnya itu semua bisa dikatakan kamu tidak sah menjadi istri dari Satya. kamu berhak menggugat cerai dia, tapi entahlah.., Ibu hanyalah orang awam yang tidak terlalu mengerti. namun ada baiknya jika kamu berkata jujur kepada Kazuki." Si mbok yang memberi saran kepada Arumi.


"Ibu benar, ada baiknya Aku berbicara jujur kepada pria itu, Aku tidak ingin hubungan kami terjalin karena kebohongan." ucap Arumi.


"Karena itu jika ada waktu lebih baik kamu berbicara dengannya, Seharusnya kamu mempunyai waktu agar hubungan kalian kelak tidak berjalan pada jalan yang tidak seharusnya." jawab si mbok.


"Alhamdulillah ya Bu, karena Ibu mau bersamaku. Ibu mau berjuang untukku dari dulu sampai sekarang, andaikata waktu itu Ibu tidak membawaku pergi mungkin aku masih disiksa oleh pria itu." ucap Arumi.


"Biarkanlah masa lalu menghilang bersama asap, kamu harus menjalani kehidupanmu yang baru. Jangan biarkan masa lalu itu membuatmu terluka, karena masa depan harus berjalan dengan semua keindahan yang menantimu." jawab si mbok.


Tak ada kata yang bisa terucap lagi, kedua orang saling menatap satu sama lain. Arumi sudah memutuskan untuk menjalankan kehidupannya, dia ingin bersama seorang pria yang benar-benar mempercayai dan menyayangi dia.


Di tempat lain Satya yang berada di apartemennya.., nampak pria itu terus memikirkan Arumi.


"Tuan." panggil Enggar.


"Ada apa, Enggar?" tanya Satya.


"Tuan, makanannya sudah matang." ucap Enggar.


"Ya, Enggar." jawab Satya.


Satya dan Enggar tinggal di satu apartemen, terlihat pria itu enggan untuk sendirian. jika malam sudah tiba.., terkadang Satya berteriak dalam tidurnya.

__ADS_1


"Tuan, apa tuan percaya dengan tuan Wang sepenuhnya?" tanya Enggar.


"Entahlah, memangnya kenapa?" tanya Satya.


"Kelihatannya tuan Wang adalah pria yang tidak bisa di percaya." jawab Enggar.


"Tenang saja, Enggar. aku tidak akan pernah percaya dengan pria itu, hubungan kami adalah pembisnis, aku tidak ingin terlalu percaya dengan orang selain anak buahku." jawab Satya.


*KEESOKAN HARI*


Hari ini Satya dan tuan Wang akan menemui pemilik restoran terlebih dahulu, jika pemilik restoran tidak bisa di ajak negosiasi.., maka Satya akan mempengaruhi Kazuki untuk meminta Arumi menjual restoran dan penginapan.


"Selamat pagi, tuan." pegawai wanita memberi salam.


"Oya, di mana pemilik restoran dan penginapan ini?" tanya Satya.


"Nona Alin sedang tidak ada di restoran, tuan." jawab Rui.


"Bagaimana bisa pemilik restoran ini tidak ada di sini?" tanya Tuan Wang.


"Nona Alin sedang keluar, tuan. Dia sedang menyelesaikan beberapa urusan penginapan.' jawab Rui.


"Kapan dia kembali?" tanya Satya.


Satya terus menatap restoran sekaligus penginapan tersebut. Kenapa pemilik sebelumnya lebih memilih nama penginapan daripada Hotel, karena pemilik dari restoran itu ingin tetap memegang prinsipnya yang dahulu.


"Baiklah kalau begitu, persiapkan Kami makanan." pintar Satya.


Rui memberikan menu makanan, beberapa makanan itu memang makanan khas Thailand. beberapa ada makanan Cina dan beberapa lagi makanan modifikasi.


Terlihat Satya mencoba untuk menyelidiki mengenai restoran tersebut.


"Sudah berapa lama restoran ini di bangun, tuan Wang?" tanya Satya.


"Restoran dan penginapan itu mungkin sudah lama sekali sebelum Hotel kita berdiri, yang aku dengar restoran ini restoran turun temurun. pemiliknya adalah orang Thailand yang menetap di sini dan menikah di sini." jawab Tuan Wang.


Terlihat Satya berjalan menyusuri restoran itu, entah mengapa dia seperti melihat sosok yang begitu dia kenal. dia seperti melihat sosok si mbok di restoran tersebut.


"Itu kan mbok." ucap Satya yang terlihat terus menatap seorang wanita yang berpakaian China lama. bahkan wanita itu masih melilit rambutnya seperti sanggul orang-orang desa.


"Apa kedua mataku ini mulai tidak normal, Apakah itu tadi mbok?" Satya yang terus berusaha untuk meyakinkan dirinya.


Sesaat kemudian Enggar datang menemui Satya.


"Tuan." Panggil Enggar.

__ADS_1


Tak Ada jawaban dari Satya, pria itu terus melihat sosok wanita yang mirip Si mbok masuk ke dalam dapur restoran.


"Ini tidak mungkin, aku yakin Wanita itu sangat mirip dengan mbok." ucap Satya.


Enggar nampak mendengar apa yang dikatakan oleh Satya, terlihat pria itu mencoba untuk memanggil bosnya kembali.


"Tuan." panggil Enggar kembali.


"Iya, ada apa Enggar." jawab Satya yang terkejut.


"Apa yang Anda lihat, Tuan?" tanya Enggar.


"Aku tadi melihat wanita Yang sekilas mirip mbok." jawab Satya.


"Maksud, Tuan?" tanya Enggar kembali.


"Aku tadi melihat seorang wanita yang mirip dengan mbok, Aku yakin dia sangat mirip mbok." jawab Satya.


"Tidak mungkin kan tuan si mbok ada di sini, memangnya Si mbok ngapain di sini?" tanya Enggar yang membuat Satya kemudian memijit keningnya.


"Kamu benar, Enggar. Apa yang dilakukan wanita tua itu di sini? lagi pula mbok tidak akan mungkin bisa berbahasa China. dia kan orang katrok, orang desa." ucap Satya yang kemudian mencoba untuk menetralkan kegundahannya.


Sedangkan Enggar sendiri terlihat pria itu mencoba untuk mencari tahu apa yang dilihat oleh Bosnya itu.


"Tidak mungkin, Tuan Satya salah lihat." ucap Enggar yang kemudian masuk ke dalam dapur yang ada di restoran itu. Enggar berusaha untuk mencari sosok si mbok.


** Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatanmu


- Gairah cinta isteri muda


- One night stand with mister William


- Gairah terlarang


- Isteri bayaran tuan Presdir


- aku mencintai isteri yang ku benci


- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)

__ADS_1


__ADS_2