AKU MENCINTAI ISTERI YANG KU BENCI

AKU MENCINTAI ISTERI YANG KU BENCI
AKU INGIN BERSAMANYA


__ADS_3

Hembusan angin menyapu dedaunan, Arumi dan Mei sedang bercanda tawa.


Tatapan mata Kazuki menatap istrinya yang tertawa begitu lepas.


"Tuan." Panggil Daichi.


"Jangan berani katakan apapun, Daichi. jangan berani mengatakan apapun." pinta Kazuki.


"Tuan, Kalau Anda seperti ini terus jantung anda akan berhenti." Daichi yang mengkhawatirkan bosnya.


"Aku tidak ingin mati secepat itu, Daichi. Aku ingin bersamanya, aku masih ingin tetap bersamanya. aku ingin melindunginya, aku ingin membahagiakannya sampai sisa hidup kami." jawab Kazuki.


"Tapi, jika anda tidak segera mengobati jantung anda, semuanya akan terlambat. lalu jika anda tiba-tiba menghembuskan nafas Anda, lalu apa yang akan terjadi dengan Nyonya Arumi?" tanya Daichi.


Kazuki menundukkan kepalanya.


"Aku tidak ingin melepaskannya, Aku ingin bersamanya selamanya. Aku ingin memberikan dia cinta yang selama ini tidak bisa dia rasakan." Kazuki yang kemudian mencoba untuk menenangkan dirinya.


"Apa semuanya sudah baik-baik saja, Tuan?" tanya Daichi.


"Aku sudah meminum obatnya, aku akan baik-baik saja." jawab Kazuki.


"Jika saja Tuan Otaru tidak melakukan hal itu kepada anda, semua ini tidak akan terjadi." ucap Daichi.


"Biarkanlah semuanya terjadi, mungkin aku harus berusaha untuk bertahan dari semua takdir Tuhan ini." jawab Kazuki.


Langkah kaki Kazuki mendekati sang istri.


"Mas, ayo kita berfoto." ajak Arumi.


Beberapa foto kebersamaan mereka berdua, beberapa foto yang menunjukkan kalau mereka adalah pasangan yang begitu bahagia.


"Mas." Panggil Arumi.


"Iya." jawab Kazuki.


"Aku ingin selalu bersamamu, aku ingin menjadi istrimu sampai akhir hayat kita." ucap Arumi yang kemudian memeluk sang suami.


Tak ada kata yang diucapkan oleh Kazuki mengenai hal itu, Arumi nampak tersenyum sedangkan Kazuki hanya menganggukkan kepalanya.


"Tentu aku akan selalu bersamamu sampai kapanpun." jawab Kazuki.


Sebuah pelukan yang begitu hangat diberikan oleh Kazuki, pria itu nampak tersenyum begitu bahagia. namun di dalam hatinya dia benar-benar sedih, dia harus mencari cara untuk mendapatkan donor jantung itu bagaimanapun caranya. dia harus hidup untuk waktu yang lama agar bisa bersama Arumi.


"Apa yang sedang kamu pikirkan, Mas?" tanya Arumi


"Tidak ada apa-apa, aku tidak sedang memikirkan apa-apa." jawab Kazuki.


Daichi yang melihat bosnya nampak pria itu hanya bisa terdiam, dia mulai mengingat kenangan masa lalu itu. kelicikan Otaru yang selalu ingin menghabisi nyawa Kazuki. sedangkan Kazuki sendiri dia selalu menganggap Otaru sebagai kakaknya.


cerita Cinta untuk Kazuki dan Arumi entah bagaimana cerita kehidupan Satya.

__ADS_1


JAKARTA


"Tuan." Panggil Enggar.


"Ada apa, Enggar." jawab Satya.


"Tuan, ada salah satu klien perusahaan yang ingin bertemu dengan Tuan." jawab Enggar.


"Suruh dia masuk, Enggar." jawab Satya.


Seorang pria setengah baya masuk ke dalam kantor milik Satya.


"Selamat siang, tuan Satya." ucap si pria.


"Selamat siang, tuan." jawab Satya.


"ArumiSudah lama kita tidak bertemu, Bagaimana dengan kondisimu?" tanya pria tua.


"Saya baik-baik saja, Tuan. Bagaimana kondisi Anda?" tanya Satya.


"Alhamdulillah aku baik-baik saja." jawab si pria yang kemudian duduk.


Satya nampak berdiri, pria itu mendekati pria tua itu kemudian mencium tangannya.


"Bagaimana kondisi istri dan Putri Tuan?" tanya Satya.


"Mereka baik-baik saja, sekarang mereka sedang melakukan tugas sosial mereka." jawab si pria tua.


"Aku senang kalau anak dan istri Tuan baik-baik saja." ucap Satya.


"Oh ya, bagaimana dengan kehidupanmu? Apakah kamu sudah menemukan istrimu?" tanya seorang pria tua yang bernama Pak Dito.


"Sudah, tuan. Saya sudah menemukan keberadaan istri saya." jawab Satya.


"Alhamdulillah kalau begitu, Aku senang kamu sudah menemukan istrimu." ucap pak Dito yang kemudian berdiri hendak meninggalkan kantor Satya.


"Tuhan begitu kejam kepada saya, tuan. Tuhan benar-benar begitu kejam, Ketika saya mempunyai cinta dia harus mengambil cinta itu. saya sudah terlambat Ketika saya menyadari semua perasaan saya." jawab Satya.


"Maksudmu?" tanya Pak Dito.


"Ketika kami bertemu, dia sudah mengurus surat perceraian kami. dia benar-benar ingin melepaskan ikatan ini." jawab Satya.


"Tentu dia akan merasakan kesakitan setelah kamu memberikan dia penderitaan. tentu saja dia ingin berpisah darimu, semua yang sudah kamu lakukan itu di luar batas. dia terluka, dia ketakutan. Tentu saja dia ingin melupakan semua masa lalunya." jawab Pak Dito yang kemudian melangkah meninggalkan kantor Satya.


"Heh..," helaan nafas panjang Satya.


"Tuan." Panggil Enggar.


"Kamu juga berpikir seperti itu kan, Enggar?" tanya Satya.


Kedua bola mata Satya nampak terpejam, Enggar hanya terdiam tanpa menjawab pertanyaan dari majikannya.

__ADS_1


"Kamu tidak usah menjawabnya, Enggar. apa yang aku lakukan itu memang salah, diammu bisa menjawab pertanyaanku." ucap Satya yang kemudian berdiri.


Tatapan matanya menetap dinding kaca yang ada di kantornya. "Aku ingin Tuhan memberikan aku kesempatan kedua, Aku ingin Tuhan memberikan aku kesempatan untuk bersamanya, Aku ingin memberikan Dia cinta, aku ingin memberikan dia kebahagiaan yang tidak pernah aku berikan." ucap Satya.


"Tuan, lupakanlah semuanya ini. lupakanlah Arumi." pinta Enggar.


"Aku tidak akan bisa melupakannya, Enggar. sampai kapanpun aku tidak akan bisa melupakannya. cinta ini terlalu dalam, luka yang aku berikan pun terlalu dalam. cinta yang tumbuh tanpa aku sadari, cinta itu akan membawaku hingga mati." jawab Satya. salah satu tangannya nampak terangkat, pria itu menyungar rambutnya.


"Aku memang bodoh, aku tidak pernah mendengarkan perkataan kalian." ucap Satya. setelah mengatakan hal itu Satya keluar dari kantornya, dia menatap kehidupan yang ada di depan matanya.


"Aku tidak akan pernah merasakan cinta lagi, Enggar. Aku tidak akan pernah membiarkan satu wanita pun masuk ke dalam hatiku." ucap Satya.


DEG...


Enggar benar-benar begitu terkejut dengan kata-kata yang diucapkan oleh Satya.


"Apa maksud, Tuan?" tanya Enggar.


"Aku tidak akan lagi mencintai seorang wanita, seluruh hatiku telah mati. seluruh cintaku kini sudah sirna, Arumi telah membawa seluruh perasaanku ini." jawab Satya.


"Tuan, kamu benar-benar telah hancur. sekarang kamu benar-benar rapuh, apa yang harus aku lakukan? Tak akan ada satu kalimat pun yang bisa aku ucapkan." guman Enggar dalam hati.


Sesaat kemudian langkah kaki Enggar pejalan mengikuti Satya, rasa bersalah itu benar-benar sangat luar biasa.


"Sayang!" seru seorang wanita yang dari tadi menunggu Satya turun dari perusahaannya.


Satya menoleh, dia menatap Farida yang sudah ada di perusahaannya.


"Aku tidak ingin wanita itu menggangguku, Enggar." minta Satya.


"Baik, Tuan." jawab Enggar yang kemudian menemui Farida.


Berulang kali Farida mencoba untuk mendekati Satya kembali, namun berulang kali juga wanita itu harus menelan penolakan Satya.


** Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatanmu


- Gairah cinta isteri muda


- One night stand with mister William


- Gairah terlarang


- Isteri bayaran tuan Presdir


- aku mencintai isteri yang ku benci

__ADS_1


- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)


__ADS_2