AKU MENCINTAI ISTERI YANG KU BENCI

AKU MENCINTAI ISTERI YANG KU BENCI
SATYA HARUS BERSABAR


__ADS_3

"Heh..," helaan nafas panjang dari Satya.


"Lebih baik kamu pergi dari sini, Satya." pinta si mbok.


"Aku hanya ingin berbicara dengan kalian, Mbok. Aku merindukan kalian." jawab Satya.


"Merindukan kami? bagaimana kamu merindukan kami? lalu, kenapa kamu merindukan kami? kalau kamu merindukan Mbok mungkin itu bisa dimaklumi karena aku yang mengasih mengasuh mu dari kecil sampai kamu menjadi pria dewasa. tapi jika kamu merindukan Arumi, aku harus mempertanyakan hal itu."


si mbok yang benar-benar tidak ingin melihat Arumi terus-menerus merasakan sakit yang sangat luar biasa.


"Aku sudah berubah Mbok, Aku tidak seperti dulu." ucap Satya.


"Jika kamu sudah berubah, lalu apa yang kau inginkan dengan kemari? Apakah kamu ingin menuntut Arumi atau bagaimana?" tanya si mbok.


Kata-kata yang dikeluarkan oleh wanita itu begitu tajam dan begitu berbisa. Hal itu membuat Satya harus lebih bersabar untuk mendapatkan Maaf dari para wanita itu.


Satya sudah melakukan kesalahan fatal, tentu saja tidak mudah baginya untuk mendapatkan maaf.


"Tuan, lebih baik kita pergi dari sini terlebih dahulu aja." pinta Enggar.


"Lebih baik kamu pergi dari sini, Satya. aku ataupun Arumi tidak ingin melihatmu." ucap si mbok.


"Namun yang harus Mbok tahu adalah kalau aku tidak akan pernah melepaskan Arumi untuk siapapun, Aku akan memperjuangkan istriku bagaimanapun caranya. aku akan berusaha untuk mendapatkannya kembali.


Jika kamu benar-benar ingin melakukannya lakukan saja, namun Mbok ataupun Arumi masih belum bisa memaafkanmu dengan segala yang sudah kamu lakukan. Mbok merasa sakit hati padamu, begitu cepat kamu meminta maaf tapi seberapa banyak luka yang kamu berikan kepada istrimu itu?" tanya si mbok yang membuat Satya terdiam tanpa bisa mengatakan atau menjawab pertanyaan dari wanita tua itu.


Enggar hanya bisa terdiam dengan semua yang dikatakan oleh Mbok, benar apa yang diucapkan oleh wanita itu. tidak semerta-merta Satya langsung mendapatkan Maaf dari Arumi. Apa yang dilakukan oleh Satya adalah sesuatu yang sangat menakutkan, begitu dalam trauma yang di alami oleh Arumi.


"Jika aku bisa meminta maaf aku akan meminta maaf, Mbok. jika aku dimaafkan Aku ingin memperbaiki segalanya." ucap Satya.


"Lebih baik kamu pergi dari sini, aku ataupun Arumi masih belum bisa memaafkanmu dengan segala yang sudah kamu lakukan. kami masih mempunyai hati, Namun kami juga masih memiliki kesakitan yang belum bisa kami buang." jawab si mbok.

__ADS_1


Satya harus bisa bersabar untuk menghadapi semua yang sekarang melanda dirinya, Si Mbok ataupun Arumi belum bisa memaafkannya apa yang sudah dia lakukan dahulu. semua itu benar-benar begitu menyakitkan, semua yang dilakukan oleh Satya adalah sesuatu yang benar-benar membuat orang lain merasakan luka yang begitu luar biasa.


Satya harus kembali dengan semua perasaan yang begitu hancur.


"Tenanglah, tuan. yang penting Tuan Satya sudah menemukan keberadaan Arumi, bukan?" tanya Enggar yang membuat Satya menganggukkan kepalanya.


"Kamu benar, ini mungkin lebih baik. aku akan mencoba untuk terus mendekati Arumi, Aku tidak akan pernah melepaskannya Apapun yang terjadi. semua kesalahan yang telah aku lakukan pasti akan aku perbaiki, walaupun aku tidak bisa memperbaikinya dengan sempurna namun aku ingin istriku memberikan aku maaf. aku ingin istriku bisa memberikan aku kesempatan kedua." jawab Enggar.


Akhirnya mau tidak mau Satya dan Enggar pergi dari rumah Arumi, kedua orang itu tidak mendapatkan apapun. langkah kaki Satya meninggalkan rumah sederhana itu, Arumi yang berada di kamar dia hanya menghela nafasnya secara kasar. kenangan yang menyakitkan itu terus terngiang di pikirannya. bayangan Satya sudah hilang sepenuhnya, namun ketika pria itu menampakkan dirinya kembali bayangan masa lalu yang begitu menyakitkan itu tiba-tiba muncul di pikiran Arumi.


"Sampai kapanpun aku tidak akan pernah memberikanmu Maaf, sampai kapanpun aku tidak akan pernah memberikanmu pengampunan. apa yang sudah kamu lakukan begitu menyakitkan, apa yang sudah kamu lakukan membuat aku merasakan kehancuran yang begitu besar." ucap Arumi.


wanita itu benar-benar tidak ingin memaafkan Satya bagaimanapun caranya, rasa sakit yang dia rasakan tidak akan pernah bisa dia lupakan. masa lalu itu memang benar-benar menjadi kenangan yang begitu pahit bagi Arumi.


Beberapa anak buah Kazuki yang berjaga-jaga di sekitar rumah Arumi nampak mereka menatap kedatangan seorang pria, dengan segera mereka memberitahukan kepada Kazuki mengenai kedatangan Satya.


"Kalian harus dengarkan aku baik-baik, jangan sampai pria itu mencoba untuk mengganggu calon istriku. jika sampai pria itu mengganggu calon istriku dan kalian tidak bisa melakukan apa-apa, maka kalian harus tahu aku tidak akan pernah tinggal diam atas semua yang sudah terjadi." ucap Satya.


Keadaan benar-benar begitu tidak menyenangkan, Kazuki meminta anak buahnya untuk selalu menjaga Arumi ketika pria itu tidak ada di sana. pikirannya selalu memikirkan wanita yang akan dia nikahi tersebut, Arumi meminta kepada Kazuki untuk menunggu sampai Arumi mendapatkan keputusan cerai tersebut.


Keesokan hari terlihat Arumi kembali ke restoran, wanita itu tidak ingin memikirkan mengenai keberadaan Satya. siang itu terlihat Enggar berada di restoran Arumi.


"Apa yang kamu lakukan di sini, Enggar?" tanya si mbok.


"Aku sendirian mbok, aku tidak bersama dengan Tuan Satya." jawab Enggar.


"Lalu, kamu mau apa kemari?" tanya si mbok.


"Aku hanya ingin bertemu denganmu, mbok. aku sangat merindukanmu, sudah lama aku tidak bertemu denganmu." jawab Enggar.


"Kamu ke sini diperintahkan oleh majikanmu itu atau bagaimana?" tanya si mbok kembali.

__ADS_1


Enggar menggelengkan kepalanya, pria itu mengatakan dia kemari karena dia ingin Arumi menelepon istrinya." jawab Enggar.


"Apa kamu yakin?" tanya si mbok.


"Aku kemari hanya ingin meminta Arumi menelepon istriku, mbok. kamu tahu kan istriku sudah menganggap Arumi sebagai adiknya." jawab Enggar.


Memang Rani selalu menganggap Arumi seperti adiknya sendiri, wanita itu selalu menganggap si mbok sebagai ibunya. seorang wanita yang tidak pernah mendapatkan kasih sayang itu terasa mempunyai keluarga, ketika dia bersama Arumi dan si mbok.


"Lalu, Bagaimana keadaan Rani?" tanya si mbok.


"Kamu tahu Mbok, Kami sudah mempunyai seorang anak perempuan. anak kami berusia hampir 2 tahun." jawab Enggar.


"Lalu, Bagaimana kehidupanmu? Apakah kalian baik-baik saja?" tanya si mbok.


"Aku baik-baik saja Mbok, Sebenarnya aku dan Rani ingin pindah rumah dari tempat Tuan Satya. namun tuan Satya tidak mengizinkan kami karena Mbok sudah meninggalkan tempat itu." jawab Enggar.


** Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatanmu


- Gairah cinta isteri muda


- One night stand with mister William


- Gairah terlarang


- Isteri bayaran tuan Presdir

__ADS_1


- aku mencintai isteri yang ku benci


- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)


__ADS_2