
Arumi benar-benar menjadi seorang wanita yang akan selalu mencintai pria yang sudah menikahinya, memberikan dia kebahagiaan bahkan dia akan menjadikan pria yang begitu dia cintai itu menjadi prioritas utamanya.
"Sayang." panggil Kazuki.
"Iya, mas." jawab Arumi.
"Sayang." panggil Kazuki.
"Ya, mas." jawab Arumi.
"Sayang, ambilkan aku handuk dong." pinta Kazuki.
"Iya sebentar,"
"Sayang." panggil Kazuki kembali.
"Ada apa sih, Mas." jawab Arumi.
"Ambilin handuk, setelah itu kemari." pinta Kazuki dengan begitu manja.
"Iya Mas, Ini juga lagi jalan kan."
Arumi yang berjalan mendekati pintu kamar mandi, salah satu tangan Arumi nampak menyodorkan handuk di depan pintu kamar mandi. Kazuki yang sangat iseng itu pun seketika pria itu langsung menarik tangan sang istri hingga membuat Arumi ikut terseret masuk ke dalam kamar mandi.
"Mas." Arumi yang terkejut.
"Mandi bareng yu." pinta Kazuki.
tanpa mengatakan apapun seketika Kazuki langsung memeluk sang istri di bawah guyuran shower.
"Mas." ucap Arumi.
Tak ada kata yang diucapkan oleh Kazuki, seketika pria itu memberikan sang istri sebuah ciuman yang begitu hangat, di bawah guyuran air yang ada di tempat itu Kazuki benar-benar tidak akan melewatkan satu momen pun. kedua tangannya memeluk sang istri dengan begitu erat. hembusan nafas yang begitu hangat menyapu wajah Arumi, debar jantung yang mulai berpacu.
Tatapan mata yang begitu sendu kini beralih menjadi begitu buas, suara gemercik air yang ada di tempat itu menjadi lagu yang begitu merdu. satu persatu kancing pakaian yang dipakai Arumi terlepas. Kazuki mulai memberikan sentuhan-sentuhan nakal di tubuh sang istri.
Arumi hanya bisa menahan debar yang ada di dadanya, jantungnya serasa ingin copot ketika dia mendapatkan perlakuan seperti itu dari suaminya.
"Ah..," desah Arumi.
Kazuki mulai memainkan tangannya, sedangkan Arumi terlihat menikmati perasaan yang dia rasakan saat ini.
percintaan sepasang suami istri itu terjadi entah berapa lama, tak terasa waktu sudah berjalan.
BEBERAPA MENIT KEMUDIAN
"Sayang." panggil Kazuki.
"Iya, Mas." jawab Arumi.
"Sayang, nanti kita jalan-jalan ya."
"Memangnya kita mau ke mana?"
"Entahlah, aku hanya ingin keluar bersama denganmu."
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu, ayo kita lihat pemandangan yang ada di sekitar bukit?"
Arumi yang kemudian memoles bedak di wajahnya.
"Nanti kamu bawa bekal makanan ya, kita makan sambil melihat beberapa bunga yang berguguran." ucap Kazuki.
Iya Arumi yang kemudian memberikan kecupan di pipi sang suami. Inilah yang selalu diimpikan oleh Kazuki, pria itu ingin melupakan semua kesakitan yang dia rasakan selama ini. Ketika Arumi keluar dari dalam kamar nampak Kazuki yang sedang tersenyum itu menahan dada yang begitu terasa sakit.
"Aku mohon jangan kembali lagi, Aku mohon Pergilah. Aku ingin bahagia." ucap Kazuki lirih.
Pria itu merasakan kesakitan yang sangat luar biasa, entah apa yang disembunyikan oleh Kazuki hingga dia tidak ingin memberitahu istrinya. awal kehidupan yang diinginkan oleh Kazuki benar-benar mimpi yang begitu sempurna. beberapa menit kemudian Kazuki keluar dari kamarnya berjalan ke dapur.
"Apa sudah selesai, Sayang?" tanya Kazuki.
"Iya, Mas. aku sudah menyelesaikannya." jawab Arumi yang menunjukkan beberapa kotak makanan.
"aku akan Panggil Daichi sebentar."
Kazuki yang kemudian meninggalkan dapur untuk mencari keberadaan Daichi, di luar rumah itu terlihat Daichi sedang berbicara dengan seseorang. Kazuki yang berada di belakang punggung orang kepercayaannya itu nampak dia diam tanpa mengatakan apapun.
"Memangnya kamu ada waktu?" tanya Daichi kepada seorang wanita.
"Tentu saja, sekali-kali kamu ajak aku keluar. masa cuma lewat telepon aja." jawab Mei.
"Ya sudah kalau begitu nanti aku akan bilang sama Tuan Kazuki, Aku akan minta libur sehari." jawab Daichi yang terlihat begitu bahagia.
"Memangnya kamu mau ke mana, Daichi?" tanya Kazuki yang secara tiba-tiba.
Daichi yang sedang berbicara dengan Mei itu pun dia langsung terkejut.
"Tu-tuan." ucap Daichi.
"Tidak, tuan. tidak mau kemana-mana." jawab jawab Daichi.
"Ya sudah kalau begitu, aku kan mau keluar sama istriku, Kami mau melihat bunga berguguran. kamu ajak aja sekalian wanita itu biar kamu tidak menungguku bersenang-senang sama istriku." ucap Kazuki yang membuat Daichi benar-benar sangat terkejut.
"Maksud, Tuan?" tanya Daichi.
"Ya kamu ajak aja wanita itu, sekalian nanti kita jalan-jalan ke sana bersama. daripada kamu seperti nyamuk yang melihatku dan istriku." jawab Kazuki.
Betapa bahagianya Kazuki mendapatkan jawaban seperti itu dari Bosnya itu, setelah menikah Kazuki benar-benar begitu pengertian.
"Terima kasih, Tuan." ucap Daichi.
"Nggak usah pakai terima kasih, kalau Istriku dengar dia nanti bilang aku ini pria tidak punya perasaan."
Kazuki yang kemudian pergi meninggalkan Daichi. ponsel yang dipegang oleh Daichi dari tadi belum dimatikan, tentu saja Mei yang berada di restoran nampak wanita itu begitu bahagia.
"Aku akan segera berganti pakaian!" seru Mei yang langsung mematikan ponselnya.
BEBERAPA JAM KEMUDIAN
siang itu Kazuki dan Arumi pergi ke sebuah taman terlihat sepasang suami itu begitu bahagia, begitu pula dengan Daichi. terlihat pria itu malu-malu ketika bersama dengan Mei.
"Kita foto bersama ya." ajak Mei.
__ADS_1
"Buat apa?" tanya Daichi.
"Tentu saja buat pamer ke sosmed." jawab Mei yang begitu percaya diri.
"Nggak usah."
Daichi yang terlihat ingin pergi.
"Ya udah kalau begitu, kalau kamu tidak mau foto biar aku foto sama pria yang ada di sana." Jawab Mei yang hendak pergi sambil cemberut.
Mendengar jawaban seperti itu tentu saja Daichi langsung berbalik dan menghentikan Mei.
"Kok gitu sih, ayo kita foto." ajak Daichi.
Tentu saja Mei tidak akan melakukan hal itu, dia hanya ingin memancing Daichi saja.
"Gitu dong, dari tadi gitu aja pakai tolak menolak." cibir Mei yang kemudian memotret kebersamaan mereka.
Kebahagiaan hari itu bagaikan waktu yang tidak akan pernah terhenti, Kazuki terus menatap istrinya. Entah mengapa rasa sakit yang ada di tubuhnya benar-benar membuatnya begitu sedih.
"Oh ya Mas, kita makan bekalnya dulu. setelah itu kita jalan-jalan.' minta Arumi.
"Iya." jawab lembut Kazuki.
Beberapa saat kemudian akhirnya empat orang itu mulai makan, Mereka terlihat begitu bahagia. ketiga orang itu benar-benar begitu bahagia, namun begitu berbeda dengan Kazuki.
Rasa sakit yang harus dia tahan ketika, Arumi dan Mei sedang berjalan-jalan. terlihat pria itu sudah tidak mampu menahan sakit yang ada di dadanya.
"Tuan," Daichi yang bisa melihat kalau majikannya itu merasa kesakitan.
"Jangan keras-keras." ucap Daichi.
"Apa penyakit Tuan kambuh lagi?" tanya Daichi.
"Jangan keras-keras, aku sudah bilang kan." Kazuki yang terlihat marah.
Sebotol obat dikeluarkan oleh Kazuki, dengan segera pria itu meminum obat itu.
"Saya sudah bilang kan, tuan. lebih baik kita melakukan operasi." pinta Daichi.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatanmu
- Gairah cinta isteri muda
- One night stand with mister William
- Gairah terlarang
- Isteri bayaran tuan Presdir
__ADS_1
- aku mencintai isteri yang ku benci
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)