AKU MENCINTAI ISTERI YANG KU BENCI

AKU MENCINTAI ISTERI YANG KU BENCI
PERMINTAAN MAAF SATYA


__ADS_3

"Tentu saja aku tidak akan naik taksi, Sayang. lagi pula aku yakin kalau kamu akan mencariku." jawab Arumi.


"Ya sudah kalau begitu, kamu harus hati-hati nanti beberapa anak buahku akan berjaga di sini." ucap Kazuki.


"Kamu harus berhati-hati juga, ingat. jaga kesehatan, makan tepat waktu aku sudah membuatkan bekal, bukan?" tanya Arumi.


Kazuki tersenyum, sesaat kemudian pria itu mengulurkan tangannya untuk dicium oleh istrinya.


"Assalamualaikum." ucap Kazuki.


"Waalaikumsalam." jawab Arumi yang kemudian melambaikan tangan kepada sang suami yang sudah pergi.


Sekarang si mbok berada di rumah Kazuki, wanita itu dipaksa oleh Kazuki untuk tinggal di sana karena tidak mungkin meninggalkan wanita itu hidup sendiri. apalagi Kazuki juga menganggap si mbok sebagai pengganti ibunya.


"Selamat pagi, Nyonya Kazuki." Panggil para pegawai.


"Selamat pagi, Kenapa harus dipanggil seperti itu?" tanya Arumi sambil tersenyum.


Rui dan Mei nampak bahagia saat melihat Arumi bahagia.


"Aduh Nyonya Kazuki.., lihat deh wajahnya nampak begitu cantik." ucap Mei.


"Oh ya, Mei. tadi kamu dapat salam dari Daichi, katanya Nanti siang dia mau ke sini mau makan siang." ucap Arumi yang membuat wajah Mei langsung bersemu merah.


"Apaan sih Nona Alin ini. masak bilang begitu di depan orang banyak, Aku kan malu." ucap Mei yang membuat Rui langsung menggoda temannya tersebut.


"Cie cie.., sekarang udah punya pacar nih ye. sekarang tidak sendirian lagi." canda Rui.


"Apaan sih kamu ganggu aku terus," Mei yang kemudian pergi ke dapur.


Arumi benar-benar begitu bahagia, senyumnya begitu cerah wajahnya begitu berseri. wanita itu menunjukkan kalau dia sekarang akan melupakan masa lalunya, namun ketika kebahagiaan itu terpancar di wajah Arumi.., seorang pria datang untuk menemui wanita itu.


"Arumi." Panggil Satya.


Arumi menoleh, wanita itu melihat Satya sudah ada di restoran.


"Mau ngapain kamu di sini, Mas?" tanya Arumi.


"Bisakah kita berbicara sebentar, Arumi?" tanya Satya.


"Mau berbicara apa lagi, Mas? tanya Arumi kembali.

__ADS_1


"Aku mohon luangkan waktumu sebentar untukku, Aku ingin berbicara denganmu." pinta Satya ke salah satu meja yang ada di restoran.


"Kamu sudah makan, Mas?" tanya Arumi.


Satya menggelengkan kepalanya, pria itu sudah beberapa hari ini nampak tidak mengurus dirinya sama sekali.


"Kamu ingin bicara apa, Mas?" tanya Arumi.


"Kenapa kamu menikah dengan pria itu, Arumi?" tanya Satya.


"Memangnya kenapa mas." jawab Arumi.


"Kamu itu adalah milikku, Arumi. tidak seharusnya kamu menikahi pria itu." ucap Satya.


"Kenapa aku tidak boleh menikah, Mas? memangnya sekarang hubungan kita apa? kita sudah tidak ada hubungan apapun sama sekali, jadi aku minta mas Satya tidak usah mengurus kehidupanku." jawab Arumi.


"Aku masih mencintaimu, Arumi." ucap Satya.


Arumi tersenyum, senyum Itu bisa diartikan sebagai senyuman mengejek.


"Cinta? sejak kapan Mas Satya bisa mencintai seseorang? kita sudah berpisah selama 2 tahun lebih Mas. aku sudah meninggalkan rumah selama 2 tahun lebih, 7 bulan aku menjadi istrimu, kamu selalu melukaiku. 7 bulan aku menjadi istrimu, kamu selalu menyakitiku. Lalu kenapa tiba-tiba sekarang kamu mengatakan kalau kamu mencintaiku?" tanya Arumi.


Saat dia terdiam kata-kata yang diucapkan oleh Arumi bagaikan pedang yang sudah menghujam jantungnya.


"Kamu tahu, Mas. memang penyesalan itu datang selalu terlambat, penyesalan itu datang ketika semuanya sudah berakhir." jawab Arumi.


"Kembalilah padaku, aku akan memperbaiki segalanya." pinta Satya.


Arumi kembali tersenyum, tentu saja senyum itu tetap senyum mengejek.


"Semuanya sudah berakhir, Mas. aku dan kamu sudah bercerai, aku sudah menikah dengan pria itu. Aku tidak akan melepaskan kebahagiaanku untuk siapapun, Aku tidak akan membiarkan siapapun berusaha untuk menghancurkan kebahagiaan yang aku miliki." jawab Arumi.


Satya menundukkan kepalanya, pria itu hanya mampu menatap Arumi dengan Tatapan yang begitu dalam.


"Apakah tidak ada maaf untukku sama sekali?" tanya Satya kepada Arumi.


"Untuk apa meminta maaf, Mas. untuk apa? Untuk apa kamu harus mengatakan hal itu sekarang, Dulu aku selalu meminta belas kasihmu, dulu aku selalu merengek cintamu. lalu apa yang aku dapatkan? Apakah pernah kamu memberikan aku kesempatan? Apakah pernah kamu memberikan aku cinta sedikit saja?" tanya Arumi yang membuat Satya benar-benar tidak bisa mengatakan apapun.


Semua keputusan sudah diambil oleh Arumi, wanita itu tidak ingin masa lalunya terus mengejar kehidupannya yang sekarang. Satya berusaha keras untuk meyakinkan Arumi, namun sayangnya wanita itu tidak ingin terluka lagi apalagi


Sekarang status Arumi sudah menjadi istri Kazuki.

__ADS_1


"Sekarang Kamu makanlah dulu, mas. setelah selesai makan kamu pulanglah untuk beristirahat, sekarang anggaplah aku sebagai saudaramu. kita sudah tidak akan mungkin bersama, Aku sekarang sudah mempunyai keluarga, sudah mempunyai seorang suami."


Arumi yang tidak ingin terus-menerus dibayangin masa lalu yang begitu pahit itu.


"Aku ingin kamu memaafkanku, Aku ingin kamu memberikan aku kesempatan kedua." pinta Satya.


"Tidak akan ada kesempatan kedua mas, karena kamu tahu kan sekarang aku sudah menjadi istri pria lain. aku sudah menikah, aku sudah mempunyai keluarga. jadi lupakanlah aku, jalanilah hidupmu." ucap Arumi yang kemudian meninggalkan Satya.


Satya benar-benar tidak bisa mengatakan apapun, Semuanya benar-benar hancur. semuanya tidak bisa dia kembalikan, salahkan saja dirinya sendiri karena menghancurkan kebahagiaannya sendiri.


Arumi tidak ingin kembali kepada Satya dengan semua janji ataupun permintaan Satya. sekitar satu jam kemudian akhirnya Satya harus kembali dengan kehampaan. Enggar yang ada di luar restoran dia tahu apa yang terjadi dengan majikannya tersebut.


"Bagaimana, Tuan?" tanya Enggar


"Lebih baik kita kembali ke Indonesia, Enggar. Aku tidak ingin di sini lagi, sudah tidak ada tempat bagiku di sini." jawab Satya.


Enggar tahu semuanya sudah hancur, pria itu tidak akan bisa mendapatkan Arumi kembali.


"Saya akan mengatur perjalanan kita, Tuan." ucap Enggar.


Satya hanya terdiam sembari masuk ke dalam mobil, rasa cinta itu memang datang terlambat. ketika cinta itu ingin dia miliki namun sayangnya cinta itu sudah diterpa angin dan tidak akan bisa dia miliki kembali.


"Inilah hasil kebodohanku, Enggar. inilah hasil dari semua kesombonganku." ucap Satya yang kemudian memejamkan matanya.


Air mata itu terasa mengalir dari kedua bola mata Satya, air mata itu terasa panas. terasa sakit yang ada di hati Satya mungkin tidak akan bisa terobati kembali. semuanya benar-benar sudah hancur, semuanya benar-benar tidak bisa diperbaiki. Arumi sekarang sudah menjadi milik pria lain, wanita itu tidak akan mungkin bersama dengan Satya sampai kapanpun.


** Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatanmu


- Gairah cinta isteri muda


- One night stand with mister William


- Gairah terlarang


- Isteri bayaran tuan Presdir

__ADS_1


- aku mencintai isteri yang ku benci


- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)


__ADS_2