
Farida hanya bisa kesal dengan semua yang terjadi saat Satya benar-benar tidak menghiraukannya, bahkan pria itu tidak membiarkan Farida berusaha untuk mendekati dirinya.
"Satya, kamu harus bertanggung jawab. kamu harus bertanggung jawab kepada putramu!!" teriak Farida.
Para pekerja yang ada di perusahaan Satya nampak mereka menatap Farida dengan tatapan mata yang begitu kesal.
"Dasar wanita tidak tahu diri, berani sekali kamu mengatakan hal itu di perusahaan ini!" teriak salah satu pekerja Satya.
Satya tidak ingin mengurus semua yang terjadi, Dia akan lebih fokus kepada perusahaannya. hatinya begitu sakit karena Arumi tidak mau memberikannya Maaf, bahkan Wanita itu sudah menikah dengan pria lain.
BRAKK!!
BRAKK!!
Farida menghancurkan beberapa fasilitas perusahaan Satya.
"Singkirkan dia dari sini, Enggar. aku sudah bilang kan aku tidak ingin melihat wanita itu tetap ada di sini." perintah Satya.
"Baik, Tuan." jawab Enggar.
Mendengar perkataan seperti itu seketika Farida semakin marah. "Dasar pria tidak punya hati, setelah kamu menghamiliku sekarang kau mencampakkanku!" teriak Farida.
Satya tidak berusaha untuk membela dirinya pria itu hanya diam kemudian mendekati Farida.
"Apakah sudah selesai?" tanya Satya.
Farida menatap Satya dengan tatapan mata yang begitu mencibir. "Kamu kira kamu akan bisa lepas dariku?" cibir Farida.
"Kenapa aku tidak boleh lepas darimu? apakah aku sudah melakukan sesuatu padamu? kamu ini adalah wanita yang tidak tahu malu sama sekali, kamu selalu saja mengatakan kalau anak yang kamu bawa itu adalah anakku. Oya, lalu apakah aku harus memberikan bukti kepadamu kalau bocah itu bukan keturunanku? "tanya Satya.
"Apa maksudmu?" tanya Farida.
"Aku sudah bilang kan, apa masih kurang jelas?" tanya balik Satya.
"Aku sudah memiliki bukti kalau bocah itu bukanlah anakku, secara diam-diam aku sudah melakukan tes DNA kepada anak itu, aku sudah melakukan semua yang harus aku lakukan atas tuduhanmu itu." jawab Satya.
"Apa maksudmu?" tanya Farida yang terkejut.
"Iya, aku sudah melakukan tes DNA kepada anak itu. Aku tidak akan membiarkanmu selalu berusaha untuk menghancurkan aku, Aku tidak akan membiarkan kamu terus-menerus berusaha untuk menjatuhkan nama baikku." jawab Satya.
"Hahaha..., kamu kira aku percaya?" tanya Farida.
"Kalau kamu tidak percaya itu terserah saja, namun yang harus kamu tahu adalah aku akan segera mempublikasikan mengenai surat tersebut." jawab Satya.
Dilihat dari raut wajah Satya pria itu pasti tidak akan berbohong, Farida tersenyum remeh ketika saat dia mengatakan hal itu.
"Kamu kira aku akan percaya?" ucap Farida.
"Terserah kamu mau percaya ataupun tidak aku tidak peduli." jawab Satya.
"Kalian usir wanita ini dari perusahaanku." perintah Satya.
__ADS_1
Dengan segera keamanan perusahaan Satya langsung menyeret Farida keluar dari perusahaan. beberapa pria bertubuh kekar itu tidak main-main, mereka tidak mempunyai ampun ketika Farida tetap bersikeras ingin menemui Satya.
"Terserah kalian mau apa, tapi aku tetap akan menemui Tuan kalian!" teriak Farida .
"Dasar wanita tidak tahu malu!" seru petugas keamanan.
Para petugas perusahaan menyeret Farida tanpa ampun, mereka harus membawa wanita itu keluar dari perusahaan apapun yang terjadi.
"Huff ," Satya hanya bisa menghela nafasnya kasar.
Satya tidak akan main-main lagi dengan Farida. pria itu sudah capek karena selama ini selalu diam dengan semua yang dilakukan oleh wanita itu." Tuan panggil Enggar.
"Ada apa Enggar?" tanya Satya.
"Sebentar lagi kita akan ada rapat tuan." jawab Enggar.
"Ayo kita pergi." jawab Satya.
Satya bersikeras untuk menjalani kehidupannya, walaupun hatinya begitu miris tapi Satya tidak ingin dirinya hancur karena kenangan Arumi.
"Lepaskanlah semuanya, tuan." pinta Enggar.
"Kamu benar, Enggar. aku tidak akan bisa mengulang kembali waktu yang sudah aku sia-siakan." jawab Satya.
SATU JAM KEMUDIAN
PROKK..
PROKK..
"Anda sangat hebat, tuan Satya!" seru para pengusaha.
"Terima kasih, tuan." jawab Satya.
Rapat para pemegang saham yang ada di perusahaan Satya berjalan dengan lancar, para pria tua itu sangat menyukai kinerja Satya.
"Aku suka dengan semua rencana anda, tuan." ucap Enggar.
"Tentu, Enggar. aku tidak mau mereka meninggalkan perusahaan ini." jawab Satya.
BEBERAPA BULAN KEMUDIAN
BRUUKK..
Seorang pria terjatuh tidak sadarkan diri.
TUAN!!
teriak para pembantu.
NYONYA!!
__ADS_1
NYONYA!!
seru para pembantu yang mencari Arumi.
"Ada apa?" tanya Arumi.
"Nyonya, nyonya.. tu-tuan tu-tuan." ucap kebingungan pembantu.
"Ada apa dengan tuan?" tanya Arumi.
"Tuan pingsan, nyonya." jawab pembantu.
Mendengar jawaban seperti itu seketika Arumi langsung berlari ke tempat sang suami.
"Ada apa dengan suamiku?" Arumi.
"Tenanglah, nyonya." jawab Daichi.
"Ada apa, Daichi?" tanya Arumi yang kebingungan.
"Saya akan membawa tuan ke rumah sakit." jawab Daichi.
"Memangnya kenapa harus ke rumah sakit, Daichi?" tanya Arumi yang sangat khawatir.
"Saya akan menceritakan kepada anda nanti, Nyonya. lebih baik kita bawa Tuan ke rumah sakit." jawab Daichi yang kemudian menggendong Kazuki ke mobil.
Salah satu sopir mengantar mereka ke rumah sakit tempat Kazuki biasanya diperiksa. wajah Arumi sudah pucat pasi, Wanita itu sangat kebingungan. Arumi terus memeluk suaminya.
"Kenapa suamiku Belum sadar juga, Daichi?" tanya Arumi.
Daichi ingin menjawab apa, tentu saja pria itu juga sangat takut jika terjadi sesuatu kepada Bosnya itu.
"Kita akan tahu kondisinya, Nyonya. mungkin sekarang tuan tidak akan sadar dalam waktu yang agak panjang." jawab Daichi yang membuat raut wajah Arumi benar-benar kebingungan.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatanmu
- Gairah cinta isteri muda
- One night stand with mister William
- Gairah terlarang
- Isteri bayaran tuan Presdir
- aku mencintai isteri yang aku benci
__ADS_1
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)