AKU MENCINTAI ISTERI YANG KU BENCI

AKU MENCINTAI ISTERI YANG KU BENCI
KEJUTAN DARI SATYA


__ADS_3

"Aku benar-benar pusing." ucap Arumi.


beberapa saat kemudian terlihat si mbok sudah masuk ke ruangan itu. wanita tua itu membuat wedang jahe dan membawa beberapa makanan ringan.


"Makanlah dahulu, Arumi. minum minuman hangat ini biar kamu tidak masuk angin." pinta si mbok.


"Terima kasih ya Bu." ucap Arumi.


Dari raut wajah Arumi si mbok bisa melihat kalau wanita itu benar-benar begitu kecapean, si mbok mengelus rambut Arumi. memberikan kecupan di pucuk kepala wanita itu.


"Kita bertahan bersama, berjuang bersama dan berbahagia bersama." ucap si mbok.


Tiba-tiba Arumi memeluk wanita tua itu.


"Terima kasih karena selalu bersamaku, Terima kasih karena ibu selalu memberikan aku kekuatan." ucap Arumi.


"Sudah-sudah, nanti kalau dilanjutkan kita menangis berdua. cepat ayo diminum dulu, Setelah itu kita makan sedikit setelah makan ibu akan menemanimu di sini." ucap si mbok yang kemudian duduk di sofa itu.


Arumi menganggukkan kepalanya, wanita itu menyelesaikan beberapa pekerjaan kemudian duduk di samping si mbok.


"Apakah kamu kecewa dengan kehidupan ini, Arumi?" tanya si mbok.


"Untuk apa aku harus kecewa?" tanya Arumi kembali.


"Apakah kamu menyesal sudah menikah dengan Kazuki?" tanya si mbok.


seketika senyum ditunjukkan oleh Arumi.


"Aku mencintai pria itu, bu. aku akan mempertahankan semua ini, kami berdua sudah berjanji untuk selalu bersama. jadi kami akan selalu memberikan kekuatan." jawab Arumi.


Malam itu Arumi mengeluarkan seluruh isi hatinya. wanita itu akan selalu mencurahkan isi hatinya kepada wanita tua yang selalu menemaninya.


KEESOKAN PAGI


Hari ini adalah hari minggu, Arumi ingin beristirahat di rumah dan bermain dengan Putri kecilnya. si mbok dan suaminya menginap di rumah Arumi untuk menemani wanita itu.


"Arumi." Panggil Pak Fang suami si mbok.

__ADS_1


"Ada apa Ayah." jawab Arumi.


"Arumi, Ayah Mau mengajak Harumi jalan-jalan sebentar, boleh tidak?" tanya Pak Fang.


"Booleh, Ayah. Memangnya Ayah Mau mengajak ke mana?" tanya Arumi.


"Sebenarnya sih tidak mau keluar, cuma mau ke kebun belakang. ayah mau membuat sesuatu dengan cucu kecilku ini." jawab Pak Fang.


"Kalau Ayah membutuhkan apa-apa Ayah minta sama para pembantu ya." ucap Arumi.


"Ayah masih kuat melakukan sesuatu sendiri, Arumi. Kenapa harus minta bantuan." jawab Pak Fang sembari tersenyum.


Di taman depan rumah wanita itu menatap ayunan yang biasa dia pakai bersama dengan suami dan Putri kecilnya.


"Segeralah kembali, Mas. segeralah kembali bersama kami." ucap Arumi.


Sesaat kemudian terlihat sebuah mobil masuk ke tempat Arumi.


"Mobil siapa itu." ucap Arumi ketika melihat sebuah mobil masuk ke pekarangan rumahnya.


Sesaat kemudian terlihat seorang pria keluar dari mobil, tatapan mata Arumi menatap pria yang tidak lain adalah Enggar.


Enggar langsung tersenyum sembari melambaikan tangan kepada Arumi, tak berselang lama Satya juga keluar dari dalam mobil itu.


"Pagi, Arumi." sapa Satya.


Arumi nampak berdiri mendatangi dua pria itu.


"Kalian kalian lagi ngapain di sini?" tanya Arumi.


"Lihatlah, Enggar. kelihatannya dia tidak suka kita berkunjung kemari." jawab Satya.


Enggar dan Satya masuk ke dalam rumah Arumi, kedua pria itu membawa beberapa hadiah untuk Harumi kecil.


"Di mana si kecil?" tanya Satya.


"Harumi ada di belakang sama Ayah." jawab Arumi.

__ADS_1


Si mbok yang hendak keluar itu nampak menatap dua pria yang sudah ada di ruang tamu.


"Ada siapa, Arumi?" tanya si mbok.


Arumi tidak menjawab. Hal itu membuat Si Mbok semakin penasaran kemudian berjalan menuju ruang tamu.


"Assalamualaikum, mbok." salam Enggar.


Si Mbok benar-benar terbelalak saat melihat dua orang itu.


"Ya Allah.., apa yang kalian lakukan di sini?!" seru Si Mbok dengan suara yang begitu keras.


"Ya Allah, Mbok. suaranya kok keras banget sih." jawab Enggar.


"Assalammualaikum, Mbok." ucap Satya yang kemudian mencium tangan Si Mbok.


"Waalaikumsalam, duh seneng banget mbok lihat kalian." jawab Si Mbok yang kemudian menyuruh dua pria itu untuk duduk.


"Mas Satya ada pekerjaan di Cina? Kok tumben ke sini lagi?" tanya Arumi.


"Sebenarnya aku kemari karena ada urusan pekerjaan, jadi mau tidak mau Mas Satya kemari lagi." jawab Satya.


** Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatanmu


- Gairah cinta isteri muda


- One night stand with mister William


- Gairah terlarang


- Isteri bayaran tuan Presdir

__ADS_1


- aku mencintai isteri yang aku benci


- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)


__ADS_2