
Arumi benar-benar merasa begitu lega ketika dia mengetahui kalau kau Otaru tidak akan bisa kembali lagi.
"Semuanya akan baik-baik saja." ucap Kazuki.
Arumi menganggukkan kepalanya, wanita itu memeluk sang suami dengan begitu erat. kabar mengenai Arumi yang diculik juga didengar oleh Satya, pria itu mencari keberadaan Arumi. ketika dia sampai di tempat itu dia menatap kebahagiaan Arumi ketika Bersama sang suami.
"Setiap kali aku melihatmu bersama suamimu hatiku benar-benar terluka, memang aku sudah merelakanmu. namun hati ini tidak bisa dibohongi, hati ini tidak bisa melepasmu secepat ini." Satya yang kemudian pergi dari tempat itu.
Waktu akan selalu berjalan, kehidupan pun akan menemukan titik indahnya. tiga tahun kemudian Arumi kembali hamil. sepasang bocah laki-laki kembar sudah lahir di antara pernikahan mereka. Daichi sudah menikah dengan Mei dan dikaruniai seorang putri kecil, Satya juga sudah menemukan kebahagiaannya. pria itu jatuh hati kepada salah satu pengusaha yang berasal dari Cina.
Kehidupan si mbok juga berangsur bahagia, wanita tua itu benar-benar sangat bersyukur dengan anugerah yang diberikan oleh Allah.
SATU BULAN KEMUDIAN.
OEKK!!!
OEKK!!
suara tangis bayi kembar Arumi dan Kazuki.
"Sayang, anak-anak kita menangis!!" teriak Kazuki.
"Tolong gendong sebentar, Sayang. aku sedang memasak." jawab Arumi.
"Mama, Adik kecil mungkin sedang lapar." ucap Harumi.
"Sebentar, Sayang. Mama sedang memasak." jawab Arumi.
"Mamoru sama Masami menangis terus, mama. tolong diambil dulu." minta Harumi.
"Iya sayang, mama bakal mengambil adik-adik kecilmu. Mama matikan dulu kompornya ya." jawab jawab Arumi.
Harumi yang sekarang sudah berusia lima tahun itu nampak begitu antusias ketika dia mendapatkan dua saudara kembar.
"Sayang, kenapa susunya tidak dikasih sama mereka?" tanya Arumi yang sudah berada di kamar si kecil.
"Bagaimana aku bisa memberikan susu ini, Sayang. Lihatlah satunya menangis dengan sangat keras, satunya sedang BAB." jawab Kazuki.
__ADS_1
"Gitu aja udah kebingungan, gimana coba kalau anaknya kembar tiga empat atau lima. bisa-bisa kepalamu itu rambutnya langsung botak." jawab Arumi kesal.
"Jangan seperti itu, sayang. kamu jangan marah dong." ucap Kazuki.
"Ya sudah kalau begitu Aku bersihkan Masami dulu, kamu beri minum Mamoru. jangan sampai mereka menangis, aku sampai tidak bisa memasak.." Arumi yang masih kesal.
"Jangan marah seperti itu dong Sayang." pinta Kazuki.
Tak berselang lama ada beberapa tamu yang sudah berada di rumah Kazuki.
"Papa." Panggil Harumi.
"Ya, Sayang." jawab Kazuki.
"Papa, ada paman Daichi, Paman Satya sama nggak tahu deh namanya siapa." jawab Harumi.
Mendengar nama-nama yang diucapkan oleh putrinya seketika Kazuki langsung membawa putranya dengan begitu cepat.
"Kamu mau ke mana, Sayang?!" seru Arumi.
Langkah kaki Kazuki berjalan terburu-buru, tatapan matanya melihat 5 orang yang sudah berada di tempat itu.
"Tuan." Panggil Daichi.
"Oh, Daichi. kamu baik banget deh, nih tolong kamu gendong anakku. Aku mau ke kamar mandi dari tadi tidak bisa." ucap Kazuki yang kemudian memberikan bayinya kepada Daichi kemudian pergi ke kamar mandi.
Satya dan istrinya yang melihat hal itu seketika mereka tersenyum.
"Berikan sama kami, Daichi." pinta Satya.
"Tuan Satya mau menggendong?" tanya Daichi.
"Iya, berikan." jawab Satya.
Dengan senang hati Daichi langsung memberikan Mamoru kepada Satya, 2 bayi kembar anak Kazuki dan Arumi memang benar-benar sangat aktif. bayi yang masih berusia beberapa bulan itu selalu membuat Kazuki jarang tidur.
"Sayang, berikan bayinya padaku. aku mau menggendongnya." pinta istri Satya.
__ADS_1
"Iya kamu gendong biar kamu lekas mendapatkan momongan dan kita mempunyai bayi kecil." jawab Satya.
Suara canda tawa di ruangan itu membuat Harumi kecil nampak cemberut.
"Kenapa aku dilupakan? kalian tidak ada yang sayang sama aku ya?" tanya Harumi.
Satya menatap bocah kecil yang wajahnya sedikit mirip dengan Arumi tapi lebih mirip kepada Kazuki.
"Tentu saja kami mengingatmu, sayang. gadis kecil kesayangan kami." jawab Satya yang kemudian menggendong Harumi.
"Bohong, Paman Satya bohong. buktinya kalian tidak menanyakan bagaimana kabarku, langsung saja kalian menanyakan keberadaan adik-adikku." kesal Harumi.
"Ya tidak dong sayang, kamu ini adalah gadis kecil kesayangan Paman." jawab Satya yang kemudian memberikan ciuman di pipi Harumi.
"Benarkah?" tanya Harumi.
"Tentu saja." jawab Satya yang kemudian menggendong Harumi ke taman belakang rumah Kazuki.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatanmu
- Gairah cinta isteri muda
- One night stand with mister William
- Gairah terlarang
- Isteri bayaran tuan Presdir
- aku mencintai isteri yang ku benci
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)
__ADS_1