Alfreiden Core

Alfreiden Core
Core 22 - [Prolog 2]


__ADS_3

Awan mendung tebal melebar di langit. Menghapus cahaya, dan merubahnya dalam kegelapan. Petir-petir menyambar, menghasilkan suara yang menggelegar. Udara kelam yang menyesakkan.


Pelengkap sekaligus penyebab utama, yaitu Benteng Hitam atau biasa disebut Black Fortress. Benteng pilar dari benua iblis, Rivia.


Benteng yang merupakan awal sejarah dari kehancuran dunia. Perang di mana-mana, kematian menyebar ke seluruh pelosok dunia dan menggelapkan segalanya. Kala itu, keputusasaan melanda semua makhluk hidup, kecuali bangsa iblis. Tak ada seorang pun yang dapat mengalahkan bangsa iblis yang dibawah naungan Demon King, eksistensi terkuat sekaligus yang paling berbahaya.


Dalam keputusasaan tersebut, sama sekali tak ada tanda cahaya bangkit dan merebut kembali dunia dari kegelapan. Namun, 4 orang datang menghidupkan kembali cahaya yang telah hilang. Pasukan perlawanan gabungan dari semua ras akhirnya dibentuk dan melawan Demon King serta pasukan iblisnya. Perang terbesar sepanjang sejarah pun meletus. Semuanya berjalan lancar berkat 4 orang tersebut. Ras iblis berhasil dipukul mundur dan Demon King akhirnya dikalahkan. Tidak ada yang mengetahui identitas sang Demon King, kecuali keempat orang yang telah mengalahkannya.

__ADS_1


Runtuhnya Black Fortress menandakan berakhirnya perang dunia.


Kini, Black Fortress hanya tinggal separuh yang masih utuh dan menjadi reruntuhan tanpa penghuni.


Namun, tak seorang pun tahu bahwa sebenarnya masih ada yang menempati benteng tersebut. Makhluk misterius bawahan atau kaki tangan dari Demon King, Valdra. Dikenal sebagai raja iblis kedua setelah Demon King. Dan seorang dari ras iblis yang paling setia.


"Yang Mulia, aku bisa merasakan Anda meski samar-samar. Pasukan Anda menunggu untuk kembali menghancurkan dunia kotor ini bersama Anda. Pengganggu-pengganggu itu tak akan menghalangi kita lagi. Karena mereka sudah 'mati'. Sudah 720 tahun sejak perang itu terjadi, dan kematian Anda... Tapi itu tak masalah karena...."

__ADS_1


Suara dentingan senjata logam berbenturan terdengar begitu dia bangkit berdiri dari posisi berlututnya menghadap kursi takhta yang kosong. Dua tanduk hitam di dahinya dan sepasang sayap burung hitam segelap malam yang masih mengatup di punggungnya. Rambut kelabu panjang kuncir kuda yang berkibar tertiup angin. Dan berbagai senjata menggantung di punggung lebarnya. Dia berbalik. Menampakkan seringai lebar di bawah remang-remang sinar bulan yang tertutup awan. Matanya menyipit melihat sekawanan ras iblis bermacam-macam jenis yang merupakan pasukan yang telah dia persiapkan ratusan tahun. Bibirnya terbuka dan melanjutkan ucapannya yang menyatakan bahwa....


"... kau akan BANGKIT."


----------------------


Terus nantikan selanjutnya dari bab baru ini dalam pertarungan sesungguhnya!

__ADS_1



__ADS_2