
Malam semakin larut, Vino tidak kunjung memberikan kabar pada Alina. Alina juga semakin gelisah, biar bagaimanapun Alina adalah seorang istri jadi Alina sangat kawatir pada Vino.
"Mas Vino, kamu kok belum pulang?"
"Apa Mas Vino lembur kerja? Mas, kok kamu tidak balas pesan aku, telpon juga tidak di angkat."
Malam semakin dingin, hembusan angin menebus tubuh Alina, rasanya Alina butuh kehangatan dari suaminya tapi sayangnya sauminya entah kemana? Alian merebahkan tubuhnya lalu meyelemutinya dengan selimut tebal yang biasa dia gunakan dengan Vino.
Kamar bercat putih ini menjadi saksi malam pertama Alina dan Vino dulu, di kamar ini juga tersimpan banyak kenangan indah.
Kemesraan, kemanjaan, bahkan hal-hal indah lainnya menjadi saksi bisu awal-awal mereka menikah tapi seiring berjalannya waktu semua itu berubah, sikap dan perhatian Vino juga berubah, Vino yang dulu baik dan menyayangi Alina gini sudah tidak ada lagi.
Sekarang hampir setiap hari Vino memarahinya, bahkan sering sekali berucap kasar pada Alina.
Sebagai seorang istri Alina terus berusaha sabar apalagi kedua anaknya masih kecil-kecil, makanya Alina mempertahankan pernikahannya dengan Vino.
Rasa kantuk mulai menyelimuti mata Alina, hingga tidak terasa Alina memejamkan matanya dan tertidur nyenyak.
__ADS_1
****
Di sebuah hotel bintang lima, Vino dan Jessy sedang menghabiskan malam bersama dan pastinya Vino lupa dengan istrinya dan kedua anaknya.
Jessy terlihat senang, pancaran sorot matanya juga terlihat begitu bahagia dan penuh kemenangan.
"Mas, hari ini aku lelah sekali, tapi terimakasih karena mas sudah ajakin aku shopping dan membelikan apa saja yang aku mau," celoteh Jessy tanpa punya perasaan.
"Aku tidak perduli dengan istri sah kamu mas, yang penting aku bisa menikmati uang kamu dan tentunya aku bisa hidup enak," batin Jessy dalam hatinya.
Apakah semua pelakor memang tidak punya hati? Seperti Jessy ini, dia tahu Vino punya istri dan anak tapi dia tidak perduli sama sekali yang penting dirinya bahagia.
Sungguh Vino ini laki-laki tidak punya hati, b*d*hnya Alina terlalu percaya pada suami nya yang br*ngs*k ini.
"Mas, kamu sama aku saja! Aku pasti akan tampil cantik setiap hari untuk kamu, yang penting jatah uang buat aku lancar," Jessy tersenyum lebar, sungguh disini Jessy gila dan tidak punya hati.
"Pasti sayang, berapa pun kamu minta pasti langsung mas kasih. Yang penting jatah di atas ranjang mas juga jangan sampai lewat," Vino tersenyum m*s*m dan dia langsung naik ke atas tubuh Jessy.
__ADS_1
Jessy terdiam sambil menatap Vino dengan tatapan begitu manja.
"Mas, bukankah tadi sudah?" tanya Jessy.
"Lagi sayang, mas belum puas!" jawab Vino.
Jessy tersenyum lebar, sungguh Vino ini membuat Jessy semakin suka dan ingin terus bersama Vino.
"Tapi alat pencegah kehamilan, masih ada kan mas?" tanya Jessy sebelum Vino melakukan lebih.
"Masih sayang, mas beli banyak dan tentunya malam ini mas mau lebih dari sekali," jawab Vino dan dia langsung melakukan aksinya.
Jessy sangat menikmati permainan Vino, bahkan dia melakukan gaya apa saja yang Vino minta, sungguh malam ini Jessy sudah seperti j*l*ng Vino.
Kedua sama-sama tidak risih bahkan malam ini mereka melakukan lebih dari sekali.
BERSAMBUNG
__ADS_1
Terimakasih para pembaca setia