Alina Wanita Hebat

Alina Wanita Hebat
Di hotel berdua


__ADS_3

Matahari sudah menyusup masuk ke kamar Alina, perlahan-lahan Alina mengerjap-ngerjap kan matanya, Alina melihat sorot matahari yang begitu terang.


"Jam berapa sekarang?" tanya Alina pada dirinya sendiri, Alina melihat ke sebelahnya tapi tidak ada suaminya.


"Apa Mas Vino semalam tidak pulang? Sungguh, Mas Vino ini semakin hari semakin berubah, entah apa yang membuat dia berubah?" Alina terlihat sedang berpikir, hatinya tidak tenang sama sekali.


Alina mengecek ponselnya berharap Vino memberikan kabar pada dirinya, tapi tidak ada sama sekali kabar dari Vino.


Alina berusaha baik-baik saja, dia beranjak dari tempat tidurnya dan langsung pergi mandi.


Setelah selesai mandi, Alina berganti baju, Alina memakai baju daster karena hari ini hanya di rumah saja dan anak-anaknya juga libur sekolah.


Setelah selesai, Alina pergi ke dapur untuk membuat sarapan untuk kedua anaknya. Alina membuka kulkas dan terukir senyum bahagia melihat isi kulkas miliknya.


"Terimakasih mama, untung ada mama jadi anak-anak aku bisa makan enak," batin Alina dalam hatinya.


Alina pagi ini memasak ayam goreng, naget dan sayur bayam.


Setelah selesai memasak Alina menyiapkan semua makanan itu di atas meja makan.


"Anak-anak belum bangun."


"Kalau mereka bangun, mereka melihat makanan ini, pasti mereka akan bahagia sekali."

__ADS_1


"Entahlah, dulu waktu aku masih bekerja menjadi wanita karir semuanya baik-baik saja dan aku tidak pernah kekurangan."


"Tapi kali ini, rasanya begitu berat dan sulit untuk di ceritakan."


Tanpa sadar Alina meneteskan air matanya, sungguh meratapi nasibnya yang malang kini membuat dirinya mudah sekali menangis.


Sekarang Alina sadar, jadilah wanita yang bisa berkerja dan mencari uang sendiri, dulu sebelum menikah Vino berjanji akan mencukupi kebutuhan dan menyayanginya tapi nyatanya itu hanya kebohongan besar.


Pernikahan yang sudah berjalan beberapa tahun ini, nyatanya tidak seindah yang Alina harapkan di masa lalu.


Jangan nafkah untuk makan sehari-hari, nafkah batin saja Alina akhir-akhir tidak pernah diberikan oleh Vino, sentuhan hangat Vino sudah lama tidak pernah Alina rasakan lagi.


"Mama...."


"Mama, masak apa?"


"Evan juga lapar ma."


Evan dan Arin berjalan bergandengan menuju ke meja makan. Alina menatap kedua anaknya dengan tatapan agak sedih, tapi mereka yang membuat Alina selalu kuat dan tetap semangat mengahadapi semuanya.


Kini mereka sudah di kursi meja makan sambil melihat makanan yang begitu enak di atas meja.


"Waaw ayam goreng." Arin tidak percaya, kalau pagi ini dia akan sarapan dengan lauk ayam goreng kesukaannya.

__ADS_1


"Iya ayam goreng nak, kamu makan yang banyak ya nak!" pinta Alina, dia mengambil kan makanan untuk Arin dan Evan.


Kini Alina tersenyum bahagia, melihat kedua anaknya makan dengan lahap.


"Anak-anak mama, mama tidak tahu akankah mama kuat menjalani hidup dengan papa kalian, tapi jika tidak kuat mama pasti akan membawa kalian pergi bersama mama," batin Alina dalam hatinya.


Kini Alina menemani kedua anaknya sarapan sedangkan Vino tidak kunjung pulang, untung saja kedua anaknya tidak menanyakan sang papa.


Vino dan Jessy sedang asik sarapan dengan mesra di hotel, bahkan dari semalam mereka juga tidak ada puasnya bergulat di dalam selimut tebal.


"Mas, aku pingin tas keluaran terbaru ini harganya 43 juta," kata Jessy sambil memperlihatkan tas yang di inginkan.


"Beli saja sayang, nanti mas transfer. Yang penting nanti kamu harus em*t m*l*k mas sampai mas puas," jawab Vino sungguh tidak pernah memikirkan perasaan Alina.


Jessy tersenyum tangannya malah menyusup masuk ke dalam selimut, dia mencari-cari Sesuatu m*l*k Vino untuk di el*s-el*s dengan penuh kenikmatan.


"Jangan kan di em*t mas, aku bisa melakukan lebih dari itu mas," goda Vino yang diiringi d*s*h*n manja.


Vino terlihat gelisah tapi menikamati permainan Jessy. "Ternyata Jessy begitu ahli, wajar saja kalau dia sudah tidak per*w*an lagi, pasti pacarnya di kasih jatah terus sama Jessy," batin Vino dalam hatinya.


"Jessy m*l*k mas nanti berdiri lagi," cegah Vino sebelum Jessy melanjutkannya lebih.


Kini Vino dan Jessy terus melanjutkan aksinya yang penting sama-sama merasakan kenikmatan yang tiada tara.

__ADS_1


BERSAMBUNG


terimakasih para pembaca setia


__ADS_2