Alina Wanita Hebat

Alina Wanita Hebat
Kerja apaan?


__ADS_3

Akhirnya malam ini Vino pulang juga, tapi Vino pulang begitu malam iya dia pulang jam 1 malam, sungguh keterlaluan Vino sudah beberapa hari ini menginap diluar sana dan sekarang juga pulang tengah malam, entah Alina ini di anggap apa sama Vino? sebagai seorang istri kadang Alina merasa tidak ada harga dirinya sama sekali.


Tapi Alina berusaha sabar demi kedua anaknya, namun rasa sabar Alina juga pasti ada batasnya.


Vino yang baru saja masuk ke dalam kamar, Vino langsung melempar jas yang dia pakai ke wajah Alina, sungguh rasanya kesal sekali berani sekali Vino pulang-pulang langsung berbuat tidak sopan seperti ini.


"Mas, kamu itu kemana saja?"


"Ponsel tidak bisa di hubungi, pesan tidak di balas sama sekali."


"Setidaknya jika kamu tidak mau memikirkan aku lagi, pikirkan kedua anak kita mas, Evan dan Arin masih terlalu kecil mas."


Alina masih berbicara lembut, lalu menaruh jas yang di lempar oleh Vino ke atas ranjang tempat tidur.


"Alin, aku ini capek, bisakah kamu tidak usah banyak tanya!" bentak Vino dengan kasar.

__ADS_1


Alina masih tetap berusaha sabar, kemana Vino yang dulu begitu hangat dan sangat menyayanginya? Sekarang itu tidak ada lagi karena Vino sudah menjadi jahat dan sudah banyak berubah.


"Kamu itu tidak usah tahu aku darimana? Pergi sama siapa? Yang namanya orang kerja ya sibuk." Sambung Vino dengan nada ketus.


"Sibuk, sampai menginap diluar? Kerjaan apa yang kamu kerjakan mas? Jangan pikir aku ini wanita b*d*h yang bisa kamu b*d*hi kapan saja," sentak Alina dengan begitu berani.


Vino menatap Alina dengan garang, matanya langsung memerah karena marah, apalagi Alina sudah berani mengatakan hal macam-macam pada dirinya.


"Sekarang kamu berani melawanku, apa kamu mau menjadi istri durhaka?!" tanya Vino, raut wajahnya semakin memerah.


"Mas, aku tidak mungkin bicara macam-macam jika memang kamu tidak berubah, sekarang kamu sudah berubah, aku juga melihat kamu begitu mesra dengan wanita lain waktu di mall beberapa waktu lalu, apa kamu tidak memikirkan perasaan aku dan kedua anak kita?" terang Alina dengan tegas, Alina berusaha menahan air matanya.


"Apa kamu ini menuduhku selingkuh? Alina, aku ini sibuk kerja, pergi dengan wanita lain, ya mereka hanyalah klien," jelas Vino dengan santai.


"Mana ada klien sampai bergandengan mesra, sudahlah mas aku terlalu muak mendengarkan penjelasan dari kamu," jawab Alina dengan tegas.

__ADS_1


"Sudah malam, aku mau istirahat!" kata Alina dan Alina berjalan menuju ke pintu kamarnya.


"Kamu mau kemana?" tanya Vino, melihat Alina hendak keluar dari dalam kamarnya rasanya kesal sekali.


"Mau tidur dengan anak-anak, aku terlalu malas dengan suami seperti kamu mas," jawab Alina dan Alina berlalu pergi begitu saja.


Vino mengepalkan kedua tangannya, sungguh Alina sudah mulai berani dengan dirinya.


"Alina, kamu sudah berani melawanku."


"Tapi biarkan sajalah, mending aku video callan sama Jessy."


Vino memilih pergi mandi, lalu setelah selesai mandi dia langsung berbaring di atas tempat tidur dan tentunya dengan tubuh tel*nj*ng, Vino juga tidak lupa mengunci pintu kamarnya berharap Alina tidak menganggu dirinya saat dirinya sedang menelpon kekasih gelapnya.


Kini Alina sudah berada di kamar kedua anaknya, Alina melihat kedua anaknya yang sudah tidur nyenyak, Alina memikirkan bagaimana nasib kedua anaknya jika dia mengambil jalan yang menurut dirinya baik tapi belum tentu baik untuk kedua anaknya.

__ADS_1


Bersambung


Terimakasih para pembaca setia


__ADS_2