Alina Wanita Hebat

Alina Wanita Hebat
Shopping sama Jessy


__ADS_3

Dua hari telah berlalu.


Vino belum juga pulang ke rumah, Alina sudah berusaha menghubungi Vino tapi ponselnya tidak aktif, di kirim pesan juga tidak balas sama sekali oleh Vino padahal Vino membacanya, tapi entah kenapa tidak di bales?


Dua hari ini anak-anak juga agak rewel menanyakan papanya terus, sungguh ini membuat Alina pusing dan tentunya sangat sedih dalam hatinya.


Alina terdiam di ruang tengah, tiba-tiba Arin datang menghampirinya.


"Mama...." panggil Arin, tiba-tiba sudah berglendotan manja di lengan tangan Alina.


Alina kaget, lalu dia melihat Arin sambil membelai kepala Arin dengan lembut dalam hatinya pasti Arin akan kembali menanyakan papanya dimana?


"Mama, papa mana?" tanya Arin.


Benar dugaan Alina, Alina berusaha tersenyum, berusaha tidak marah dan mencoba memberikan pengertian pada putri kecilnya ini.


"Nak, papa sedang kerja di luar kota, jadi papa tidak pulang," tutur Alina dengan lembut.


"Arin kangen sama papa, mama telponin papa dong! Arin pingin video call papa," renggek Arin dengan manja.

__ADS_1


Alina menghela nafas pelan, lalu dia meraih ponselnya yang ada di atas meja, Alina tidak yakin kalau Vino itu akan mengangkat telpon dari dirinya, tapi Alina juga tidak mau kalau Arin merasa sedih karena merindukan sang papa.


Alina menekan nama Vino, lalu menekan tombol hijau.


"Tuttt.....tuutttt...." sambung telpon Alim terputus.


"Nak, papa mungkin sedang sibuk, bagaimana kalau mama ajak Arin dan Evan ke taman, ayo nanti kita beli es krim!" ajak Alina, agar Arin tidak terus-terusan bertanya tentang Vino.


Arin mengangguk antusias, membuat hati Alina merasa lega.


Akhirnya Alina dan kedua anaknya pergi menuju ke taman bermain yang tidak jauh dari rumahnya. Mereka pergi kesana jalan kaki, hanya dengan cara ini Alina berusaha menghibur kedua anaknya.


Sesampainya di taman bermain Arin asik bermain, Evan juga asik menemani Arin bermain sedangkan Alina duduk di kursi taman sambil memperhatikan kedua anaknya yang sedang asik bermain.


Di sebuah mall mewah Vino dan Jessy sedang shopping, bahkan Jessy sudah belanja banyak sekali dari mulai baju, sandal, tas branded dan perhiasan, semua yang Jessy minta Vino belikan.


Jessy terus mengandeng Vino dengan mesra, sungguh Jessy ini sudah tidak punya hati dan sangat jahat sebagai seorang wanita.


"Mas Vino, aku harus bisa mendapatkanmu, kamu adalah tambang emas untuk aku," batin Jessy dalam hatinya.

__ADS_1


"Sayang, kamu mau beli apalagi?" tawar Vino, sedikitpun Vino tidak mengingat kedua anak nya dan istrinya.


"Alina itu mengganggu sekali terus-terusan menelpon, tidak tahu apa aku sedang bahagia dengan wanita cantik tidak kucel seperti kamu," batin Vino dalam hatinya.


"Mas, aku dengar tadi ponsel kamu berbunyi, tapi kenapa kamu biarkan saja?" tanya Jessy nada bicaranya agak genit.


"Biasalah sayang, tadi istri mas yang menelpon, malas sekali mas mengurusi dia, makanya mas tidak mau mengangkat telpon dari dia," celoteh Vino dengan suara pelan.


Seketika hati Jessy berbinar senang, sungguh ini adalah kesempatan bagus, Jessy yakin pasti sebentar lagi Vino akan bercerai dengan istrinya.


"Mas, kamu tidak boleh seperti itu, biar bagaimanapun dia adalah istri sah kamu," tutur Jessy pura-pura perduli dengan istri Vino, padahal mah dalam hati enggan untuk perduli sedikitpun pada Alina.


"Biarkan sayang, lagian sekarang kan sudah ada kamu yang buat mas bahagia, kamu yang cantik tidak seperti Alina kucel," jawab Vino sambil mengusap wajah Jessy dengan lembut.


Sungguh Vino itu tidak tahu malu sekali, padahal banyak pengunjung mall yang lain tapi mereka bermesraan dan tidak perduli dengan pendatang mall yang lain.


Kini Vino kembali asik mengajak Jessy berbelanja apa saja yang Jessy mau, setelah lelah berbelanja Vino dan Jessy kembali ke hotel, hadeh Vino bukannya pulang ini malah mau menginap lagi di hotel bersama Jessy.


Entahlah Vino ini sudah di butakan oleh setan apa? Sungguh tidak perduli dengan istri dan kedua anaknya yang di rumah selalu menunggu kepulangan Vino.

__ADS_1


Bersambung


Terimakasih para pembaca setia


__ADS_2