Alina Wanita Hebat

Alina Wanita Hebat
Aku bukan wanita lemah


__ADS_3

"Alinaaa......." Vino mengangkat satu tangannya, dia hendak menampar pipi mulus Alina.


Belum sempat tangan kekar Vino mengenai pipi mulusnya, Alina menahan tangan Vino dengan satu tangannya dengan kuat.


"Jangan pernah menyentuhku mas....! Ingat aku tidak selemah itu, aku wanita yang kuat dan tangguh, aku tidak akan mau di tindas oleh laki-laki seperti kamu." Alina mengatakan semua itu dengan tegas dan lantang.


Vino menaik turunkan nafasnya, kedua tangannya mengepal sempurna, seberani inikah istrinya pada dirinya? Sungguh tidak pernah Vino sangka, karena Vino selalu menganggap Alina adalah wanita yang lemah dan bisanya nangis saja.


Tapi Alina tidak seperti itu, Alina harus menjadi wanita kuat dan hebat untuk kedua anaknya.


"Alin, kamu sudah berani melawan dengan suamimu," kata Vino sambil cengengesan tidak percaya.


Dalam hati Vino sudah beberapa hari ini Alina terus melawan dirinya, bahkan Alina yang selalu sabar dan berbicara dengan nada lembut kini sudah berubah.


"Suami?! Mas laki-laki seperti kamu itu sudah tidak pantas lagi di sebut sebagai suami dan tidak pantas juga menjadi papa dari kedua anakku," sahut Alina dengan tegas.


"Jaga bicaramu Alin...." sentak Vino dengan lantang.

__ADS_1


Alina hanya tersenyum kecil, Vino bilang jaga bicaranya sedangkan Vino sendiri semakin kesini semakin berubah.


"Seorang suami itu menyayangi istri dan anak-anaknya, mencukupi kebutuhannya, bukan setiap hari marah-marah, tidak pernah sayang pada istri dan anak-anaknya, itu yang kamu sebut suami mas? Bahkan di saat kedua anakmu ingin jalan-jalan bersamamu, ingin di manja oleh papanya tapi kamu malah jalan-jalan dengan gundikmu itu, kamu manja kan gundikmu itu, suami macam apa kamu ini mas?" kata Alina panjang lebar, bahkan Alina yang biasanya berusaha sabar, sekarang dia harus tegas.


"Bicaramu makin ngelantur Lin, gundik yang mana? Kamu jangan menunduhku sembarangan!" elak Vino, terlihat sorot matanya semakin marah.


"Kamu tanya yang mana? Pikirkan saja sendiri mas, apa mungkin gundikmu itu lebih dari satu?" ejek Alina, seraya menggelengkan kepalanya.


Alina hendak berlalu pergi dari hadapan Vino tapi belum sempat melangkahkan kakinya, Vino tiba-tiba menarik tangan Alina dengan kasar.


"Semakin kesini, kamu semakin berani," kata Vino dengan nada menekan.


"Lalu, kalau kamu masih cukup muda dan cantik, kamu mau apa?" sentak Vino dengan lantang, belum sempat Alina melanjutkan kata-katanya.


Alina tersenyum sambil menggelengkan kepalanya, rasanya lucu aja mendengar pertanyaan Vino yang konyol itu.


"Aku bisa menikah lagi dan tentunya aku akan mencari laki-laki yang baik dan bertanggung jawab, tidak seperti suamiku yang sekarang, dia hanya bisa marah, tidak pernah sayang pada kedua anaknya dan dia lebih sayang pada gundik peliharaannya," jawab Alina terukir senyum yang begitu lembut di sudut bibirnya.

__ADS_1


Vino terlihat semakin marah, mendengar Alina mengatakan hal seperti itu, hati Vino tidak terima sama sekali.


"Alina, itu tidak akan terjadi.....!!" peringatan Vino pada Alina dan hanya tertawa lepas.


"Lihat saja mas, aku juga sudah tidak sanggup punya suami seperti kamu mas," jawab Alina yang lagi-lagi membuat Vino semakin marah.


"Alina.......!!!"


"Aku tidak akan melepaskanmu....!!"


Teriak Vino dengan lantang dan tegas, tapi lagi-lagi di sambut tawa oleh Alina.


"Maka aku yang akan melepaskanmu suamiku yang terhormat....."


Terdengar suara Alina begitu lemah lembut tapi sangat ngena di hati Vino.


Bersambung

__ADS_1


Terimakasih para pembaca setia


__ADS_2