Alur Hidup Yang Rumit

Alur Hidup Yang Rumit
Kerja terakhir di kota N


__ADS_3

Pagi hari yang sibuk , dan Yollan pun menata laporan akhir nya ... senyuman tersungging di bibirnya karena akan pulang ke kotanya esok hari.


" aku sudah kangen mereka " gumamnya dalam hati membayangkan wajah wajah yang selalu saling hibur di saat banyak masalah menghampiri,, tak ada yang merasa paling benar atau bahkan tidak pernah ikut campur urusan orang lain , ya mereka disana hanya berfokus bekerja dan berteman. Saling membantu tanpa ada timbal balik , disana kenyamanan itu ada dan Yollan benar benar tidak akan pernah menemukan di perusahaan mana'pun.


selagi membereskan berkas berkas , Yollan mendapat panggilan dari atasannya.


" Yollan , nanti siang bawa langsung dokumen pada wakil direktur , karena hari ini kamu setengah hari kerja dan bisa langsung beristirahat " ucap pak Handoko


" baik pak, semoga kita bisa bekerja sama lagi dilain waktu "


" ah baiklah Yollan , memang perusahaan xxxx harus berbangga karena mempunyai karyawan yang kompeten dan saya senang bisa mengenal kamu Yollan "


" terima kasih pak , saya undur diri "


Tak terasa waktu begitu cepat berlalu , siangpun hadir ...


Yollan melangkahkan kaki ke ruangan wakil direktur ,,


tok,tok,tok


" ya , masuk "


" pak , saya mau memberikan berkas laporan akhir kerja saya hari ini dan meminta tanda tangan pak Azka "


" iya , duduk dulu disana Yollan sebentar . Saya sedang menyelesaikan pekerjaan dulu sebentar lagi "


" baik pak "


saat Yollan sedang duduk Azka mengambil handphone di sakunya , dan diam diam memotret Yollan tanpa sepengetahuannya dengan berpura pura sedang mengetik pesan.

__ADS_1


" Tolong bawa kemari laporannya "


" baik pak "


" selesai , kamu kapan kembali ke sana Yollan ?"


" besok pagi pak "


" apa malam kamu punya waktu sebentar untuk makan malam dengan saya "


" uhm.. " belum sempat Yollan melanjutkan Azka sudah langsung memotongnya


" jam 7 saya jemput d depan mess , ya sudah kamu boleh keluar "


" ah tapi pak saya.."


Azka langsung menyuruh Yollan keluar dengan gerakan tangannya.


di depan pintu wakil direktur Yollan menggerutu " belum juga meng'iyakan atau menolak..menyebalkan "


" kenapa ibu Yollan ini bergerutu , sepertinya hari ini ada masalah ya Bu " ucap Jefri yang sedari tadi di depan Yollan tanpa Yollan sadari.


" astaghfirullah pak Jefri , ngagetin saja.. ah tidak apa apa pak Jef , saya duluan ya, permisi .. "


Jefri tersenyum melihat Yollan yang tertangkap sedang bicara sendiri dengan mulut yang di majukan kedepan , terlihat sangat lucu dan imut padahal umurnya tidak jauh beda dengan dirinya.


dan Jefri pun memasuki ruangan Azka..


" apa semua baik baik saja pak ?

__ADS_1


" apanya ? " Azka tak mengerti apa yang ditanyakan jefri


" tadi saya berpapasan dengan Yollan tetapi sepertinya dia sedang jengkel setelah dari ruangan ini , padahal hari ini hari terakhir dia berada disini "


" masa dia terlihat seperti itu ? , harusnya dia senang karena saya mengajaknya makan malam hari ini sebelum dia besok pulang ke kotanya "


" pasti tidak bisa menolak permintaan dari bapak Raditya Azka Ginanjar kan ?"


" hahahaha... belum sempat dia menolak saya sudah menentukan jam berapa saya akan menjemput dia dan itupun harus "


" wah , ternyata pak Azka lebih cepat melangkah dari pada yang saya fikirkan.. tadinya saya akan memberi kan ide itu " ucap Jefri tersenyum


" kau telat Jef..."


Selagi sedang berdua Azka dan Jefri memang menjadi sahabat tetapi saat bekerja mereka akan profesional dengan posisinya.


Jefri melihat Azka senyum senyum sendiri yang sedang memegang handphonenya,,


" Apa pak Azka ini sedang kesambet ?"


" jaga ucapanmu Jef..."


" apa yang menarik dari handphone anda pak , tumben juga pegang handphone dengan waktu yang cukup lama"


" kamu itu mau tahu saja urusan saya Jef , sudah bosan hidup kamu ya.." tetapi masih dengan memandangi handphonenya


tak lain memandangi foto Yollan yang tadi ia potret langsung menggunakan handphonenya.


" ah dia cantik sekali , imut lagi..." gumamnya

__ADS_1



__ADS_2