
Pagi hari yang sibuk , dan Yollan pun menata laporan akhir nya ... senyuman tersungging di bibirnya karena akan pulang ke kotanya esok hari.
" aku sudah kangen mereka " gumamnya dalam hati membayangkan wajah wajah yang selalu saling hibur di saat banyak masalah menghampiri,, tak ada yang merasa paling benar atau bahkan tidak pernah ikut campur urusan orang lain , ya mereka disana hanya berfokus bekerja dan berteman. Saling membantu tanpa ada timbal balik , disana kenyamanan itu ada dan Yollan benar benar tidak akan pernah menemukan di perusahaan mana'pun.
selagi membereskan berkas berkas , Yollan mendapat panggilan dari atasannya.
" Yollan , nanti siang bawa langsung dokumen pada wakil direktur , karena hari ini kamu setengah hari kerja dan bisa langsung beristirahat " ucap pak Handoko
" baik pak, semoga kita bisa bekerja sama lagi dilain waktu "
" ah baiklah Yollan , memang perusahaan xxxx harus berbangga karena mempunyai karyawan yang kompeten dan saya senang bisa mengenal kamu Yollan "
" terima kasih pak , saya undur diri "
Tak terasa waktu begitu cepat berlalu , siangpun hadir ...
Yollan melangkahkan kaki ke ruangan wakil direktur ,,
tok,tok,tok
" ya , masuk "
" pak , saya mau memberikan berkas laporan akhir kerja saya hari ini dan meminta tanda tangan pak Azka "
" iya , duduk dulu disana Yollan sebentar . Saya sedang menyelesaikan pekerjaan dulu sebentar lagi "
" baik pak "
saat Yollan sedang duduk Azka mengambil handphone di sakunya , dan diam diam memotret Yollan tanpa sepengetahuannya dengan berpura pura sedang mengetik pesan.
__ADS_1
" Tolong bawa kemari laporannya "
" baik pak "
" selesai , kamu kapan kembali ke sana Yollan ?"
" besok pagi pak "
" apa malam kamu punya waktu sebentar untuk makan malam dengan saya "
" uhm.. " belum sempat Yollan melanjutkan Azka sudah langsung memotongnya
" jam 7 saya jemput d depan mess , ya sudah kamu boleh keluar "
" ah tapi pak saya.."
Azka langsung menyuruh Yollan keluar dengan gerakan tangannya.
di depan pintu wakil direktur Yollan menggerutu " belum juga meng'iyakan atau menolak..menyebalkan "
" kenapa ibu Yollan ini bergerutu , sepertinya hari ini ada masalah ya Bu " ucap Jefri yang sedari tadi di depan Yollan tanpa Yollan sadari.
" astaghfirullah pak Jefri , ngagetin saja.. ah tidak apa apa pak Jef , saya duluan ya, permisi .. "
Jefri tersenyum melihat Yollan yang tertangkap sedang bicara sendiri dengan mulut yang di majukan kedepan , terlihat sangat lucu dan imut padahal umurnya tidak jauh beda dengan dirinya.
dan Jefri pun memasuki ruangan Azka..
" apa semua baik baik saja pak ?
__ADS_1
" apanya ? " Azka tak mengerti apa yang ditanyakan jefri
" tadi saya berpapasan dengan Yollan tetapi sepertinya dia sedang jengkel setelah dari ruangan ini , padahal hari ini hari terakhir dia berada disini "
" masa dia terlihat seperti itu ? , harusnya dia senang karena saya mengajaknya makan malam hari ini sebelum dia besok pulang ke kotanya "
" pasti tidak bisa menolak permintaan dari bapak Raditya Azka Ginanjar kan ?"
" hahahaha... belum sempat dia menolak saya sudah menentukan jam berapa saya akan menjemput dia dan itupun harus "
" wah , ternyata pak Azka lebih cepat melangkah dari pada yang saya fikirkan.. tadinya saya akan memberi kan ide itu " ucap Jefri tersenyum
" kau telat Jef..."
Selagi sedang berdua Azka dan Jefri memang menjadi sahabat tetapi saat bekerja mereka akan profesional dengan posisinya.
Jefri melihat Azka senyum senyum sendiri yang sedang memegang handphonenya,,
" Apa pak Azka ini sedang kesambet ?"
" jaga ucapanmu Jef..."
" apa yang menarik dari handphone anda pak , tumben juga pegang handphone dengan waktu yang cukup lama"
" kamu itu mau tahu saja urusan saya Jef , sudah bosan hidup kamu ya.." tetapi masih dengan memandangi handphonenya
tak lain memandangi foto Yollan yang tadi ia potret langsung menggunakan handphonenya.
" ah dia cantik sekali , imut lagi..." gumamnya
__ADS_1