
Hari ini waktunya pulang ke rumah , supir yang sudah dipersiapkan pak Hendri untuknya sudah ada didepan kost.
" mari non , silahkan masuk "
" baik pak "
" Beb , semoga lancar ya.. kepengen ikut kesana.. " Riska yang jg bersiap siap kerja menunggu Yollan pergi dahulu
" gak usah , nanti juga saat resepsi kamu dan teman teman pasti hadir "
" yaa Ampun , kamu nanti gak di kost ini lagi.. aku sendirian Beb "
" cari suami sana.. " kekeh Yollan
" sembarang !! , doakan saja kakakku sayang , semoga dapat yang tulus sama aku "
" aamiin , ya udah aku berangkat ya ris.. bye "
" hati hati bebeb " melambaikan tangannya " pak , jangan ngebut ngebut , tolong jaga kakak saya " ucap Riska dan di angguki supirnya.
2 jam perjalanan ke rumahnya , Yollan hanya termenung dan mempersiapkan diri untuk berbicara pernikahan pada keluarganya.
sesampainya disana , Yollan menyuruh supir itu masuk tetapi ditolak , karena supirnya harus segera kembali.
memasuki rumah , Yollan langsung memeluk ibunya..
" mama , apakabar ? "
" mama sehat nak, apa yang buat kamu cuti seminggu ? " sebelumnya Yollan menelepon memberitahukan kepulangannya dan masa cuti kerja tetapi tidak dengan rencana karena harus mengatakan langsung.
" ma , papa ada ? "
" ada .. kenapa ? "
" ayo kita bicara bersama mengenai kepulanganku "
" baiklah.. mama panggil papa mu dulu "
setelah berkumpul semua juga ada kakak dan adik adiknya Yollan membicarakan kepulangannya pada mereka .
saat mengetahuinya , mereka sangat terkejut atas pengakuan anaknya secara mendadak
" mereka nanti sore kesini ma "
__ADS_1
" apa yang akan kami persiapkan nak , kita tidak punya apa apa "
" tidak usah repot pa , ma .. semua calon mertua Yollan sudah mempersiapkan "
" ya ampun nak , baik sekali calon mertua kamu .. tapi apa calon suamimu baik seperti orang tuanya ? "
" entah lah ma , semoga saja.. mama doain ya "
" iya nak kami akan selalu mendoakan mu "
setelah obrolan itu semua membereskan rumah , ditengah menunggu keluarga pak Hendri mama dan papa Yollan berbincang di kamarnya.
" pa , anak kita berkorban banyak untuk kita bahkan dia mampu menerima perjodohan dengan orang yang tidak dikenalnya dan sudah pasti tidak ia cintai "
" iya ma , tetapi kita tidak bisa mencegahnya karena anak kita sendiri sudah memutuskan "
tak berapa lama keluarga pak Hendri datang , , mama dan papanya Yollan menyambut kedatangan mereka .
mereka menggunakan batik di acara pelamaran .
" silahkan masuk , maaf rumah kami segini adanya " ucap papanya yollan.
" tak apa pak , Bu .. yang terpenting punya rumah untuk berteduh " pak Hendri menimpali
disaat sedang berbincang semua tertuju pada orang yang sedang berjalan dengan digandeng tangan oleh ibunya.
Yollan berbeda dengan saat hari hari biasa terlihat sangat cantik padahal berdandan sederhana .
Yollan masih menundukkan wajahnya dan belum mengetahui siapa calon suaminya.
" Mungkin bapak sudah mengetahui kedatangan kami , tetapi kami akan mengatakannya secara langsung bahwa kami akan melamar anak bapak , ibu menjadi menantu kami dan di nikahkan dengan anak sulung saya " ucap pak Hendri
" iya saya sudah mendengarnya dari Yollan , dan Yollan sudah menerima perjodohan ini " papa Yollan menjawab
" Alhamdulillah.. tetapi apa ibu bapak menerima maksud kedatangan kami ? " ucap pak Hendri lagi
" kami bersedia pak , karena anak kami setuju dengan usulan perjodohan ini , tetapi hanya ada permintaan kecil dari kami pak "
" apa itu ? "
" bahagiakan anak kami , karena dia sudah cukup berbakti pada kami "
" insya Allah , semampu kami akan membahagiakannya dan tidak akan pernah membedakan "
__ADS_1
" Alhamdulillah.. kami terima dengan sangat senang pak "
Azka yang sedari tadi menatap Yollan tersenyum , dia yang sangat di inginkan Azka sudah menerima lamaran.
pada saat penerimaan itu Yollan menaikan wajahnya dan melihat Azka , tak menyembunyikan kekagetannya..
" maz Azka ?? "
Hendri yang melihat Yollan kaget hanya tersenyum. dan dilihatnya Azka berpura pura dingin dan acuh padahal Hendri sudah sangat tahu bahwa Azka bahagia hari ini
" lusa kita akan mengadakan ijab kabul ya pak , dan nanti kita akan merayakan pernikahan setelahnya di gedung dekat rumah ini " ucap pak Hendri
" iya pak , semoga anak anak kita menjadi pasangan yang harmonis " harap papa Yollan
mama Yollan dan mamanya Azka terlihat sangat akrab hari ini , Hana dan adik adik Yollan pun berbincang sesekali canda tawa menghiasi ruangan tersebut.
" maz Azka , boleh saya tanya ? " Yollan mencoba membuka suara
" pasti dia menanyakan tentang pernikahan ini , aku harus benar benar terlihat tidak tahu menahu " bathin Azka
" hmm.. kenapa ? "
" apa maz tahu pernikahan ini ? "
" sedikit "
" apa yang membuat maz menerima perjodohan ini ? "
" aku hanya ingin menjadi anak yang patuh "
" hmm.. iya maz , aku mengerti "
" apa kamu keberatan ? "
" tidak maz , saya sudah menyetujui nya "
" bagus.. tersenyumlah , agar terlihat ikhlas menerima " Azka ingin melihat raut wajah Yollan saat Azka bersikap dingin dan ketus padanya.
" baik maz " Yollan tersenyum kaku karena Azka terus memandanginya.
" yaa ampun , manis sekali ciptaanMU Tuhan.. apapun akan aku lakukan demi dia " gumam Azka dalam hati.
" maz Azka , mungkin kita sama sama tak mempunyai perasaan cinta , tapi aku akan tetap menjadi istri yang patuh " ucap Yollan dalam hati
__ADS_1