
pagi menjelang...
Yollan yang bersiap siap berangkat kerja bersama Riska berbincang bincang dan melihat mobil Ardi sudah berada di depan kost mereka.
" Hai nona nona , selamat pagi.. pagi yang cerah .. pasti belum sarapan , ayo kita sarapan dulu sebelum ke kantor masing masing "
" waaahh , ka Ardi ganteng amat pagi ini , ayo sarapan biar kenyangnya di perut bukan di hati karena di kasih harapan saja " Riska terkekeh
" kalian cocok kalau bersama ".. Yollan tersenyum ke arah mereka
" waaah ,, masa sih Beb.. tapi melihat dari cara ka Ardi melihat , sepertinya aku yang akan patah hati .. hiks..hiks.. " Riska dengan gaya bersedih yang di buat buat
" sudah..sudah.. mari berangkaaaaatt " Ardi hanya melirik dua wanita yang ada disampingnya dan menyuruh masuk kedalam mobil.
" kalian mau sarapan apa ?? " ( Ardi )
" bubur ayam yang di dekat kantor saja di , enak disana selain itu gak jauh dari kantor juga " ( Yollan )
" iya ka , bener.. " ( Riska )
" okok.. kita go on " ( Ardi )
setelah sarapan Ardi mengantar sampai lobby kantor mereka ,
" mau di jemput gak pulang kerja ?? "
" gak usah di , pulang kerja kita gak tahu jam berapa takut tiba tiba lembur tanpa bisa kasih kabar dulu " ucap Yollan dan di angguki Riska
" yasudah , kalau minta di jemput telfon saja , OK ! "
" OK " Yollan sambil mengedipkan 1 matanya
" calonnya aku , hati hati di jalan ya... hahaha " Riska yang menggoda Ardi
" hmmm " Ardi menggelengkan kepala tapi tetap tersenyum.
mereka masuk kantor dan Ardi pergi meninggalkan tempat kerja Yollan.
" beb , jam berapa mau menghadap ruang pak hendri ?"
"nanti setelah ke ruang pak andi , kenapa ris ? "
" tidak ada , semoga saja laporan kamu diterima baik oleh mereka ya beb "
" mudah mudahan ya ris "
*****
setelah dari ruang pak Andi , Yollan menuju ke ruang pak Hendri yang tak lain direktur utama disana dan sekertaris langsung menyuruhnya masuk ke ruang direktur.
" pagi pak , saya mau menyerahkan laporan kerja sebulan kemarin di perusahaan x di kota N "
" iya Yollan , saya mau lihat secara langsung .. walau saya sudah mendengar dari pak Handoko kemarin "
" baik pak , silahkan "
" duduk lan , tunggu sampai saya selesai memeriksa "
" baik "
beberapa menit kemudian..
__ADS_1
" terimakasih lan , kamu sudah memperlihatkan banyak kemajuan .. dan yang jelas kamu tidak mengecewakan "
" terimakasih pak , bapak sudah mempercayai saya.." menundukkan kepala
" apa kamu sudah melihat pimpinan di perusahaan x ? "
" maksud bapak , pak Raditya Azka ? "
" iya.. , apa dia tidak merepotkan kamu disana ? "
" merepotkan ? , saya rasa tidak pak "
" dia sangat ulet tentang pekerjaan , tetapi tentang kisah cintanya .. saya bahkan belum pernah mendengar apapun "
" maksud bapak , pak Azka belum punya kekasih ? "
" belum punya pasangan lebih tepatnya " pak Hendri lantas tertawa
" iya "
" apa kamu suka dia lan ? " dengan wajah menyelidik
" ah.. tidak pak , karena mungkin juga tidak mungkin "
" kenapa tidak mungkin ? "
Yollan hanya tersenyum tanpa menjawab pertanyaan pak Hendri
" kalau begitu saya permisi pak "
" iya , sudah saya senang kamu bekerja dengan baik , pertahanan kan"
" baik pak "
****"
sementara itu Azka yang baru sampai kota ayahnya tidak sabar untuk langsung ke perusahaan ayahnya,,
di lobby banyak karyawan yang melihat Azka lewat dengan wajah yang penuh wibawa dan dingin memakai kaca mata hitam terlihat sangat gagah , melewati resepsionis . tetapi langkahnya ditahan oleh resepsionis itu..
" pak , ada keperluan apa bapak kesini dan ingin bertemu siapa ? , ini harus sesuai prosedur untuk mengisi buku tamu yang hendak masuk "
" saya ingin bertemu dengan pak Hendri , tulis saja di buku tamu itu dengan nama Azka dan pak Hendri sangat tahu persis siapa saya " dengan angkuh melangkahkan kaki menuju lift..
" pak.. " resepsionis tak melanjutkan kata katanya karena pak Andi sudah menahan bahunya.
" sssstt... sudah kembali ke tempatmu , jangan khawatir , dia tak akan bermasalah . jangan banyak tanya , kamu akan tahu sendiri nanti siapa dia ".
" baik pak "
di depan ruang presiden direktur Azka mengetuk pintu setelah itu membukanya
" boleh kah saya masuk ? "
" Dasar anak nakal !! " pak Hendri berdiri langsung memeluk Azka
" apa yang membawamu kemari nak , hal pentingkah ? biasanya kamu hanya menyuruh orangmu untuk mengurus hal hal lain "
" ada yang lebih penting dari pekerjaan ayah " Azka tersenyum
" apa itu ... " Hendri menaikan alisnya satu
__ADS_1
" Ayah pasti sudah bisa menebak bukan ? "
" mana ayah tahu... " mengangkat bahunya
" ayah , tadinya kita akan obrolkan masalah ini di rumah , tapi aku benar benar tak sabar "
" heii.. apa yang membuatmu tak sabar ? "
" Yollan ... " ucap Azka sembari menghela nafasnya
" woooww ,, menakjubkan " Hendri terkekeh
" ayah , serius !! " Azka terdiam sebentar dan melanjutkan " sedekat apa ayah dengan Yollan ? apa ada hubungan dengan Yollan ? "
" heii.. jaga bicaramu , dia wanita yang pantas untuk kau hormati , dia seseorang yang tidak terbuai dengan harta dan tahta , kau jauh memikirkan hal itu ?? "
"Lantas , kenapa bisa ayah merekrut dan mempercayainya dan mengutusnya ke perusahaanku.. dia bahkan di ajari langsung oleh ayah mengerjakan pekerjaan ".
" ayolah.. kau tahu Azka , dia sangat punya bakat hanya dia tidak tidak berkuliah tetapi kita akan mengurusnya agar dia bisa kuliah lagi " .
" apa itu saja Azka yang mau kau tanyakan?"
" sebenarnya aku kesini untuknya ayah "
" hmm... kau kesini untuknya ? "
" iya , aku menyukainya tetapi dia tidak mengetahui nya ".
" kau tahu statusnya ?? "
" iya , tapi aku tak peduli karena masalalunya pun aku tahu , bukan inginnya "
" apa yang bisa aku bantu nak ? "
Azka tersenyum dan membicarakan ide nya untuk bisa sangat dekat dengan Yollan , itupun disetujui ayahnya .
" ayah tidak mempermasalahkan kan ? "
" tentu saja tidak , aku akan mendukungmu .. tetapi hati hatilah dengan ibu mu , ayah fikir suatu hari nanti yang akan membahayakan hubungan kalian adalah ibumu " Hendri penuh khawatir
" iya ayah , bahkan sampai sekarang ibu tidak ada kabar.. kenapa harus dia ikut campur ? "
" ibumu akan tetap ikut campur Azka , hati hati dengan kuasanya . ayah'pun tak menyangka dulu dan bahkan ayah menyesal waktu menerima perjodohan kakek dan nenekmu "
" ayah , apa sampai sekarang ayah dendam pada ibu atas perlakuannya ?
" dendam itu tidak ada , tapi ayah tidak ingin saja berurusan lagi dengannya "
" iya ayah , apa kabar mama ? " azka menanyakan ibu sambungnya yang memang sangat baik bahkan Azka sangat dekat dengannya.
" mama'mu baik nak , diamlah di rumah kami selama kamu disini , mama'mu akan sangat menyukainya. dia sangat merindukan kamu"
" baiklah yah , Azka akan pulang langsung ke rumah "
" apa kamu tidak ingin melihat Yollan terlebih dahulu ? , dia pasti ada di ruangannya .. "
" tidak yah, sesuai rencana kita saja "
" ok nak .. "
dan lalu Azka pulang dengan hati yang tak bisa diungkapkan... memakai kacamata hitamnya lagi dengan gagah melangkahkan kaki keluar dari perusahaan itu
__ADS_1