Alur Hidup Yang Rumit

Alur Hidup Yang Rumit
Rahasia Riska


__ADS_3

setelah shalat dan membereskan perlengkapan shalat , mereka sedikit berbincang menunggu waktu sarapan .


" maz , apa kita akan pindah ke kota N ? "


" mungkin saja , kenapa ? "


" apa aku harus berhenti kerja ? "


" apa kamu tidak bisa berhenti ? "


" maz , apa boleh untuk sementara aku bekerja dulu sampai nanti aku mengundurkan diri .. hmm ,, beri aku waktu sebulan untuk berhenti total " Yollan berharap Azka bisa mempertimbangkan keinginannya


" baiklah , ku rasa bagus agar kamu tak kaget diam di rumah " tangan Azka menyentuh pipi Yollan dan membelainya ,, Yollan benar benar malu atas perlakuan suaminya.


" hari ini kita langsung ke apartemen , aku disini punya apartemen dekat kantor ayah , kemarin sudah dibersihkan oleh orang orangku karena aku memang tak pernah kesini tiga tahun lamanya karena kesibukanku "


" maz , kenapa maz gak bilang kalau maz anak pak hendri ?"


" tak penting aku anak siapa , ayahku selalu mendukung setiap kali aku melakukan sesuatu asalkan positif ".


" iya , pak hendri juga pernah bilang maz anak penurut , ulet bekerja ".


" lan , kenapa kamu menerima pernikahan ini ? , padahal kamu belum tahu siapa yang akan menjadi suami mu ? "


" ehmm itu , pak Hendri sudah sangat berjasa dihidupku .. aku berjanji ke pak Hendri akan melakukan apapun untuknya suatu hari nanti "


" apa jika bukan aku , apa kamu akan tetap menerima ? "


" maz , jawabannya sudah tadi di jawab "


" bagaimana jika aku orang yang kasar , arogan dan selalu menyakiti kamu. apa kamu akan bertahan dengan sifat seperti itu hanya karena kamu mempertimbangkan jasa ayahku ?"


" apapun itu maz , sudah menjadi keputusan ku menerima , aku harus menerima sikap dan sifat suamiku . kalaupun suamiku kasar , aku akan mencoba bertahan dan tetap patuh "


" hmm.. belajarlah untuk mencintaiku lan "


" insya Allah "


" aaiiisshh.. dia bahkan gak meminta padaku hal yang sama.. menyebalkan!!" Azka membatin


" maz sarapan dibawah atau mau disini saja ? "

__ADS_1


" dibawah saja , disana sambil berkumpul dengan yang lain "


" iya maz , ada Riska juga disana.. belum sempat aku ngobrol kemaren "


" iya "


dibawah semua sudah ada untuk sarapan , Azka dan Yollan pun ikut bergabung.sesekali mereka bercanda dan pak Hendri menyuruh Yollan untuk memanggil ayah ketika diluar kantor, mama Rina pun seperti itu


Hana yang terlihat akrab dengan Yollan membuat Azka bertanya


" dek , kamu manja sama kakak iparmu padahal baru beberapa hari kamu kenal "


" kata siapa beberapa hari , kak Yollan ini temanku tahu.. dia yang ingin aku jodohkan dulu sama kakak .. aku bahagia rasanya kalian bersama "


" kenapa mau jodohin aku sama maz Azka ? " Yollan mengernyitkan dahi nya


" kak Yollan baik , cantik pula jadi cocok sama kakakku yang tampan ini tapi dia kaku dan dingin " Hana menjulurkan lidahnya pada Azka seperti anak kecil


Azka hanya menggelengkan kepalanya tapi Azka benar benar senang wanita yang dicintainya sudah mempunyai tempat dikeluargannya jauh sebelum dia kenal .


" boleh aku berkumpul dengan Riska dan yang lain sebentar " Yollan meminta izin pada yang lain


di angguki semuanya karena mereka juga membaur dengan yang lain , Azka pun berbicara dengan Jefri untuk urusan pekerjaan.


" iya ris... aku juga tidak tahu akan seperti ini "


" kak Ardi titip salam , tadinya dia akan ikut cuma dia ada tugas jadi hanya titip salam saja "


" iya ris , ada kemajuan gak sama Ardi ?"


" apaan ih Beb , aku cuma anggap kak Ardi seperti kakak saja , walau aku sering menggodanya " Riska memukul pelan lengan Yollan dan Yollan terkekeh sudah menggoda Riska.


Azka menghampiri istrinya dengan Jefri dibelakang Azka ,,


" maz , ini sahabatku Riska "


" halo .. saya Riska sahabat sekaligus adiknya kak Yollan "


Azka hanya menganggukan kepala dengan sedikit senyum untuk menghargai Riska , Riska yang kala itu melihat Jefri seperti familiar dengan wajah Jefri tapi Riska tidak mengingatnya.


" Riska , terimakasih sudah menjaga Yollan dan menjadi sahabatnya selama ini " ucap Jefri

__ADS_1


" eh.. jangan bilang terimakasih pak Azka karena saya memang menyayangi bebebku ini dari sebelum pak Azka hadir " dengan memegang pipi Yollan " lihat , bebeb ini menggemaskan bukan pak , padahal dia lebih tua 5 tahun dari aku tapi malah dia yang terlihat muda " Riska mengerucutkan bibirnya


" iya , malah terlihat jauh usia denganku " Azka melihat Yollan dengan tatapan yang tak bisa dibaca .


" apa sih ris , kamu goda aku depan suamiku " Yollan menyenggol Riska


" aaahh.. emang kenyataan kok , bukan menggoda "


Jefri yang sedari tadi melihat Riska hanya tersenyum , Jefri yang mengingat Riska waktu pertemuan bisnis dengan ayahnya Riska yang kala itu membawa keluarganya.


Jefri bingung kenapa bisa Riska bekerja menjadi karyawan biasa di tempat pak hendri..


yang lebih mengejutkan , saat Riska bilang kalau sama sama kost di tempat yollan.


" kalau boleh tahu nona Riska ini kenapa bisa kerja di perusahaan pak Hendri ?" tanya jefri


" oh itu , aku pun mengandalkan keberuntunganku masuk kesana , kau tahu seleksi disana ketat sekali ,, Alhamdulillah aku diterima " dengan wajah yang begitu senang " dan ah iya .. aku bisa mandiri ".


" kalau tidak salah , nona Riska anak dari tuan adinata yang mempunyai perusahaan komunikasi kan ? "


sekarang semua kaget dengan penuturan Jefri yang mengetahui seluk beluk Riska.


" apa betul itu Riska ? " Azka bertanya penuh selidik .


" ba..bagaimana pak Jefri bisa tahu ? " Riska tidak menjawab pertanyaan Azka tapi bertanya pada Jefri


" saya tahu nona karena waktu di kota B kita pernah bertemu saat sedang membicarakan bisnis yang waktu itu keluarga pak adinata ajak keluarganya " Jefri mengatakan dengan jujur


" pantas , wajah pak Jefri familiar tapi saya tidak mengingatnya ,, tolong rahasiakan ini dari orang orang yang belum tahu siapa keluarga saya ya hanya kita yang tahu " Riska memohon pada Jefri , Azka dan Yollan.


" kenapa kamu merahasiakan ini ris ?" kini Yollan yang bertanya


" Aku hanya ingin mandiri Beb , aku ingin merasakan bagaimana kerja dengan hasil sendiri tanpa ikut campur keluarga dan aku senang waktu aku masuk di perusahaan xxxx karena disana aku mempunyai banyak teman yang tidak bertopeng , dan kamu Beb salahsatunya , kamu berteman denganku dengan sangat tulus bahkan aku sering merepotkan kamu tapi kamu tak pernah mengeluh akan hal itu "


" aku gak nyangka masih ada orang yang bijak seperti kamu ris , yang rela jauh dari Hura Hura dikala harta ayahmu berkelimpahan " Yollan merangkul riska


" aku hanya ingin berteman dengan orang orang yang tulus , itu saja "


" ya sudah , kami akan tutup mulut " ucap Azka


" terimakasih semuanya " senyum bahagia Riska mendengar kata kata Azka yang diangguki yang lain.

__ADS_1


Riska tersenyum tulus pada Jefri , dan Jefri salah tingkah tetapi menyembunyikan dengan wajah datarnya.


karena waktu pertama kali bertemu pun Jefri sudah menyukai Riska tetapi karena Riska adalah anak dari adinata , Jefri tak berani melangkah lebih jauh.


__ADS_2