Alur Hidup Yang Rumit

Alur Hidup Yang Rumit
menginap dirumah mamah


__ADS_3

" aaahh... bosan sekali rasanya" gumamku,, ternyata Riska temanku mendengar dan merangkul pundak ku "bebebku bocen ya tumben banget denger kata Bosen dari mulut manis ini" sambil menunjuk bibirku.


"ke mall yuk Beb , aku juga lagi jenuh .. aku lagi butuh udara segar , sesak dada ini beb" Riska memperlihatkan wajah sedih yang mengada Ngada tentunya.


"sedih kenapa kamu ka ? , paling gak jauh dari pengen ganti pacar lagi karena yang kemaren sudah kamu putuskan , iya kaaaaann ?" sinisku . " eh bebebku ini kalau ngomong selalu saja asal jeplak , tapi suka bener.." sambil tertawa Riska menjawab.


" apa sih yang gak aku tahu dari kamu ris, kamu tuh apa apa di omongin k aku .. kadang aku risih kamu tempelin terus terusan" yollan dengan nada mengejek


"biarin dong , gitu saja pelit".. dia memajukan bibirnya "Yollan sayang ... kita nonton bioskop yuuukk , film action yang kamu suka deh asal jangan film horor ya lan ,, aku yang traktir deh , please .." menangkup tangannya memohon.


"ok..deal ?" ( Yollan )


"deal .. sayangkuuuuhh" ( Riska )


kedekatan kami dimulai dari saat mengikuti test masuk kerja di perusahaan tempat kerja baruku...dia 5 tahun lebih muda dari aku tapi dia selalu tidak mau memanggilku kakak , katanya wajahku tak pantas di sebut kakak , imut itulah yang selalu dia katakan.


usiaku kini 25 tahun , tanpa kekasih. Bahkan aku selalu di desak buat menikah lagi walau orangtuaku tahu aku begini karena masa laluku.


* * * * *


" beb , film tadi menegangkan ya ?.. uh aktornya gagah dan tampan. coba disini ada yang begitu sudah aku kejar ".. memutar sedotan diminumkannya sambil menghayal.

__ADS_1


aku hanya menggelengkan kepalaku dan memakan makananku karena perutku sudah tidak bisa diajak kompromi setelah menyelesaikan nonton bioskop berdua dengan riska.


" lihat lihat dulu yuk , muterin toko kan mumpung disini Beb, jangan dulu pulang ya.." Riska dengan gaya merayunya


"lain kali kesini sama pacarmu lah ris , kakiku pegal". tapi menuruti apa maunya dia.


Riska sangat manja padaku , aku sudah menganggapnya adikku sendiri . kemanjaannya mengalahkan manjanya adik-adikku yang bahkan mereka pun tak pernah manja dihadapanku.


Riska sebenarnya dia anak orang berada bahkan orang tuanya terpandang tetapi Riska menutupi semuanya , dia pun bekerja dengan keinginannya sendiri padahal kalaupun dia tidak bekerjapun dia sudah banyak uang . Riska yang sederhana hingga aku cocok berteman dengannya karena kami tidak neko-neko dalam hal apapun.


sesampainya di kost , Riska mampir ke kamarku dulu. entah apa yang dipikirkannya tapi dia belum mau untuk memberitahukan dan aku tidak bertanya karena aku tahu lambat laun dia akan bercerita sendiri kalau dia sudah siap .


"nona satu ini betah amat dikamar kost aku yang sempit ini heumm.."


"besok aku mau ke rumah ris, kamu mau ikut ?"


"mau apa pulang bebebkuuu.. tumben ?"


"aku cuma rindu orang tuaku ris , mau ikut gak ?"


" ayo.. mau banget aku ikut Beb tapi gak apa-apakan aku ikut "

__ADS_1


"iya.. cepet kamu balik k kamarmu , pagi-pagi harus berangkat takut ketinggalan bus"


" oke'lah darling.. aku balik"


Aku merebahkan tubuhku , ku raih Hp dan ku lihat begitu banyak pesan WhatsApp dan salah satunya pesan dari Septi yang bilang bahwa dia merindukanku. Senyumku melebar melihat foto bayi yang dikirimkan dia padaku , dia sudah melahirkan anak laki-laki tampan.


* * * * *


"Assalamualaikum.." ( Yollan dan Riska bersamaan )


" walaikumsalam.." ( mamah ) " ya ampun nak , kenapa gak bilang kalau mau pulang ? tahu mau pulang mamah masakin kesukaan kamu , apalagi bawa Riska cantik" mama memeluk kami bergantian , Riska yang juga dekat dengan keluargaku sudah tak ada kata sungkan lagi dirumah kami. Kami akan menginap 1 malam disini, karena besok sore sudah harus pulang , lusa kami masuk kerja memang melelahkan tapi walau sebentar bertemu sudah membuatku bahagia.


kami beristirahat sebentar di ruang tamu dan banyak berbincang , tertawa saat Riska mulai dengan leluconnya , adik-adikku hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Riska yang lebih manja pada mamah kami dan bergelayut di tangan mamah.


"mah, ntar siang mau ke rumah Septi dulu y sebentar .. Septi sudah lahiran seminggu yang lalu , pengen liat bayinya yang tampan" kataku


" iya sayang, tapi sekarang makan dulu gih yang ada di meja makan , seadanya saja ya"


" siap nyonyah.. sudah lapar juga kita"


"mari makaaaaaaann" Riska bersemangat

__ADS_1


Hangat.. itu yang aku rasakan saat aku pulang kerumah , yang aku rindukan saat jauh dari rumah. Aku tak bisa diam terlalu lama karena aku adalah tulang punggung keluarga , kakak pertamaku tak bekerja karena dia tidak boleh merasa capek , badannya lemah semenjak kecil. dan akulah yang menggantikan posisi papah dan kakakku untuk mencari nafkah.


__ADS_2