
siang hari mereka semua berkemas , kembali pada rumah masing masing , Azka dan Yollan ke apartemen milik Azka setelah ada izin orangtua mereka .
Jefri yang kebetulan di perintahkan azka untuk mengantar Riska merasa senang karena akan bersama Riska dalam waktu beberapa jam walau hanya diperjalanan.
" sekarang aku harus antar kemana Riska ? " tanya jefri
" ke kost ka Jef.."
" gak pulang ke rumah orang tua ? "
" gak , nanti Minggu depan aku pulang ke rumah papa.. sekarang di rumah gak ada siapa siapa , papa sama Mama ke luar negeri , kakakku kuliah disana menyelesaikan S2".
" ehmm.. kenapa kamu gak kuliah lagi ? "
" gak kak , nanti saja kita lihat kalau aku sudah menikah.. kalau suamiku S2 , aku akan kuliah lagi kalau ada izinnya tapi kalau dia sama sepertiku.. biar kita seimbang " ucap Riska sembari tersenyum.
" kenapa begitu ? kan sekarang zamannya emansipasi wanita "
" emang benar kak , tetapi aku ingin seperti mama aku , menghargai , menghormati papa dan papa sangat menyayangi mama karena sikap dan sifat mama "
" hmmm.. kalau seumpama aku yang jadi jodohmu , apa kamu gak malu dengan bersuamikan pegawai biasa ?"
" maksud kakak ?? "
" seumpama Riska .." padahal Jefri sangat berharap
" hihi... memangnya kenapa harus malu , kata papa yang penting dia mau bekerja dan jujur sudah jadi nilai A untuk papa jadikan mantunya , karena orang jujur itu lebih berharga dan lelaki yang bekerja itu dia mempunya harga diri "
" begitu ya..." senyuman tipis yang diperlihatkan Jefri tetapi dalam hatinya dia senang karena masih ada kesempatan untuk bisa dekat dengan Riska , entah seperti apa besok harapan itu masih ada dibenak Jefri.
*****
__ADS_1
setelah sampai apartemen , Azka dan Yollan memasuki ruangan..
" apartemen ini memang khusus buat aku sendiri dulu , jadi sengaja aku membeli yang hanya 2 kamar . 1 untuk kamar tidur , yang 1 lagi untuk barang barang . Dan untuk baju bajumu gak usah khawatir, pekerjaku sudah menaruhnya di lemari kamar kita "
" mmm... iya , tapi aku belum mengurusnya di kost maz "
" besok berikan kunci kost pada orang orangku untuk membereskan, ok "
" baik maz " ..
" aku mau lihat kerjaanku dulu sebentar , kamu istirahat saja dulu "
" tidak maz , aku akan memasak buat makan malam.. boleh ya "
" boleh , ke dapur saja.. di kulkas sudah ada keperluan untuk di masak tapi beritahu kalau ada yang ingin kamu beli "
" iya maz , kalau gt saya ganti baju dl y "
*****
" maz , masakan sudah matang.. apa mau makan sekarang atau nanti ? "
" mandi dulu ya , badanku sudah lengket "
" yasudah.. tadi aku sudah duluan mandi "
Yollan menunggu Azka sambil menonton tv , dan baru melihat ponsel ada beberapa pesan masuk , dari Ardi dan teman teman yang lain.
" lan , selamat ya atas pernikahannya.. semoga sakinah mawadah warahmah " ~ Ardi
baru saja Yollan akan membalas , Azka sudah keluar dari kamarnya , Yollan simpan ponselnya lalu mendekati Azka dan mengikuti Azka ke tempat makan.
__ADS_1
Yollan sudah menyiapkan piring dan ambilkan nasi serta lauk pauk ke piring Azka, dan disusul dengan punyanya.
Azka merasa senang di perhatikan Yollan , masakannya juga Azka menyukainya.
" kamu pinter masak ya.. terimakasih sudah mau memasak untukku "
" sudah kewajiban aku maz "
" besok mau kemana , kan kamu cuti .. kita jalan jalan berdua , mau ??"
" mau maz , kemana saja yang penting kita liburan "...
" ok "'
setelah selesai makan Yollan membereskan piringnya tetapi Azka melarang..
" biar besok pagi pelayan yang membersihkan" ucap Azka
" ehm,, baik maz"
mereka nonton tv sebentar untuk menurunkan makanan mereka sebelum tidur
" ayo , sudah malam.. kita tidur "
" baik maz , mau gosok gigi dulu "
diangguki Azka
setelah mereka gosok gigi dan mencuci mukanya , mereka menuju tempat tidur.
" tidurlah.." Azka sudah membaringkan tubuhnya dan menyuruh istrinya tidur disampingnya.
__ADS_1
Azka tak mau terburu buru meminta haknya bukan karena tidak ingin hanya saja belum saatnya dan tak ingin Yollan merasa dia memaksakan kehendaknya .