
Hari yang ditunggu datang juga..
Azka duduk didepan penghulu mengucap ijabnya dan di syahkan banyak orang setelah itu Yollan dibawa untuk duduk d samping Azka oleh Riska yang sengaja cuti untuk hadir di acara pernikahan yollan.
Azka yang tak lepas dari tatapannya ke Yollan dan disadarkan oleh pak penghulu yang meminta Azka dan Yollan menandatangani buku nikah.
" pasangan serasi ".. orang orang memuji
" Beruntungnya aku menjadi suamimu " dalam hati Azka memuji betapa beruntungnya dia
setelah menandatangani , Azka dan Yollan sungkem pada kedua orangtua , penuh khidmat , setelah itu dilangsungkan resepsi karena kedua keluarga memang sudah memutuskan hanya sehari saja , atas permintaan Yollan karena Yollan memilih sebagian dari biaya pernikahannya di berikan pada anak yatim piatu .
hari menjelang malam , dan semua keluarga berada di hotel yang sudah di sewa semalam untuk mereka dan juga para tamu.
Yollan yang sedang membuka riasan kesusahan untuk melepaskannya , dilihatnya Azka akan ke kamar mandi .
" maz , uhmmm.. boleh minta tolong ? "
" minta tolong apa ? "
" lepasin yang ujung ini " menunjuk benda yang ada di atas kepalanya.
" iya , sebentar " azka melangkahkan kakinya kearah Yollan dan membuka satu persatu aksesoris yang ada di kepala Yollan.
__ADS_1
" makasih maz " memberikan senyuman
" sama sama " lantas kembali melangkahkan kaki ke kamar mandi
dikamar mandi Azka memegang dadanya , detak jantungnya tak beraturan. "bagaimana ini , aku yang sok dingin tapi aku yang benar benar salah tingkah" gumam Azka pelan.
selesai Azka keluar , giliran Yollan yang akan mandi ,
" maz , sudah ? giliran saya yang mandi y " diangguki Azka
ditempat tidur Azka melihat pintu kamar mandi , dan memikirkan apa yang akan terjadi.
dikamar mandi Yollan juga sama halnya dengan Azka , benar benar gugup ..
sesudah keluar dari kamar mandi , Yollan hanya memakai handuk kimono sama hal dengan Azka karena yang ada di lemarinya itu hanya baju untuk besok ganti saja.
Azka maupun Yollan merasa gugup berdua saja dikamar , Yollan yang statusnya sudah pernah menikah pun tak berpengalaman seperti ini.
" lan , ini sudah malam.. kita tidur saja ya.. saya lelah sekali " memang Azka tak berniat melakukan malam ini yang dirasa pasti Yollan pun lelah setelah seharian berdiri .
" iya maz " , Yollan naik ketempat tidur dan ikut masuk ke dalam selimut.
subuh hari menjelang , Yollan bangun dengan alarm yang bunyi di ponselnya , Yollan meraba di atas nakas dan menekan tanda berhenti alarm.
__ADS_1
saat mau bangun , Yollan kaget dengan adanya tangan yang melingkar di perutnya serta kepala yang ada di belakang lehernya
" astaghfirullah... sejak kapan maz Azka memelukku seperti ini ?" gumamnya
dan Yollan tak tega membangunkan Azka tetapi dia dan juga Azka harus melaksanakan ibadah subuh..
" maz ,, bangun ini sudah subuh.. kita shalat yuk ? ".. Yollan susah untuk membalikan badannya karena Azka memeluk dengan erat.
" maz ,, maz Azka.. bangun "
" hemmm.. sebentar lagi " menggumam
" maz , waktu subuh hanya sebentar lagi.. bangun dulu yuk "
Azka perlahan membuka matanya dan melihat dirinya yang memeluk Yollan , Azka tersenyum dan langsung mendudukan diri mengumpulkan kesadarannya
" hemmm... ayo berwudhu " Azka melangkahkan kakinya ke kamar mandi menggosok gigi terlebih dahulu dan mencuci muka agar segar setelah itu berwudhu..
dan Yollan mempersiapkan perlengkapan shalat mereka agar bisa berjamaah .
setelah Azka selesai, giliran Yollan yang kekamar mandi.
setelah itu mereka berdua melaksanakan ibadah bersama .
__ADS_1
Yollan merasa sangat bahagia saat ini , mempunyai suami yang bisa menjadi imam saat shalat.