Alur Hidup Yang Rumit

Alur Hidup Yang Rumit
membawakan makan siang


__ADS_3

subuh.. Yollan mengerjapkan mata ,, melihat disamping suaminya sedang memeluk.. tangan Yollan menyentuh wajah suaminya dan tersenyum,,


saat akan menjauhkan tangan , Azka memegang tangannya dan mencium telapak tangan Yollan , membuka matanya dan tersenyum.


" selamat pagi sayang ... " suara Azka serak khas orang bangun tidur


" pagi juga maz , , mandi yuk , kita siap siap shalat "


" iya , bareng ya.."


" uhmm.." belum menjawab Azka mencium bibir Yollan " maz.." Yollan benar benar malu


" ayo.. " Azka bangun dari tidurnya untuk duduk dan pada saat Yollan ikut duduk Yollan merasakan nyeri pada daerah sensitif nya


" ssshhhh " sembari menggigit bibir bawahnya


" perih sayang ? " tanya Azka khawatir


" sedikit , ayo mandi nanti keburu adzan "


" iya.." Azka menggendong Yollan dengan sangat hati hati


setelah mereka mandi , merekapun melaksanakan ibadah bersama dan sesudah selesai mereka berbincang sebentar .


" maz aku masak dulu ya untuk sarapan kita.."


" iya sayang , apa mau aku bantu ?"


" tak usah... sana maz nonton tv kek , apa kek "


" hahaha.. iya sana masak " diam sebentar menarik tangan Yollan yang akan beranjak dari sofa dan mencium bibir Yollan " i love you.."


Yollan tersenyum dan memegang kedua sisi wajah Azka , dia hanya mengecup bibir Azka tanpa membalas kata kata Azka " terimakasih " hanya itu yang Yollan katakan dan lalu pergi ke dapur


" kapan kau akan jatuh cinta padaku lan ? , tapi akan ku pastikan di hatimu akan dipenuhi namaku " gumam Azka dalam hati , Azka menyalakan tv mengenai berita berita masa kini.

__ADS_1


setelah selesai memasak Yollan mencari Azka di kamar , melihat Azka yang sudah berganti baju Yollan membantunya mengancingkan kemeja dan memakaikan dasi serta jas Azka dengan cara menaiki kursi rias karena Azka yang tinggi membuat Yollan sedikit kesulitan memasangnya dan Azka yang memegangi pinggang Yollan sembari menatap wajah Yollan . setelah itu mendaratkan kecupan pada kening Yollan


" terimakasih yank ".. Azka berterimakasih dengan tulus


" sama sama maz , ayo kita sarapan "


setelah sarapan Yollan mengantar sampai pintu , dan Yollan meminta izin untuk ke toko bunga sebentar untuk mengecek keperluan yang lainnya dan Azka mengizinkan.


siangnya Yollan meninggalkan apartemen sebelum ke toko bunga , dia menyempatkan diri ke toko kue mengecek sebentar lalu k toko bunga ,, setelah itu ke toko kuliner miliknya dan disana Yollan membungkus makanan untuk suaminya karena Yollan akan pergi ke kantor suaminya hanya sekedar memberikan makan siang.


15 menit sebelum jam makan siang , Yollan sampai di kantor Azka.. memakai taxi dan saat akan masuk kedalam karyawan yang melihat langsung menemuinya termasuk Riska setengah berlari setelah tahu kedatangan Yollan.


" bebebbbkkuuu... awas minggir minggir " karena teman teman yang lain masih menyapa


" Riska ,, hati hati jangan begitu "


" hahaha... maaf teman teman , aku merindukan nyonyah ini " Riska langsung menggandeng tangan Yollan


" kami pun rindu dia " yang lain menyaut


" boleh ya aku ke ruangan suamiku dulu , nanti sudah itu aku menemui kalian " pinta Yollan


" baiklah sayangkuuuuhh ,, awas z kalau langsung pulang " Riska mengancam


" iya... cerewet " Yollan melambaikan tangan ke semuanya.


Yollan melangkahkan kakinya menuju ruang Azka sebelumnya menanyakan pada sekertaris nya, sekertaris nya dengan antusias menjawab bahwa Azka berada di dalam. Yollan di perusahaan ini menjadi favorit semua orang entah pria ataupun wanita karena sikap dan sifat Yollan sangat disukai seluruh karyawan disana.


tok , tok , tok ...


" masuk.. " Azka yang sibuk dengan laptopnya tidak memperhatikan siapa yang datang.


Jefri yang duduk di sofa ingin mengatakan bahwa yollanlah yang masuk tapi yollan menutup mulutnya dengang telunjuk mengisyaratkan Jefri untuk diam.


" ada apa ? kenapa diam saja " masih fokus dengan laptopnya.

__ADS_1


" mmm.. ini pak , mau kirim makan siang untuk bapak " Yollan menahan senyumnya


" belum waktunya istirahat dan saya tidak memesan makanan " setelah mengucapkan kata itu Azka ingat suara wanita itu lalu menoleh ke arah Yollan dan membelalakkan matanya tak percaya Yollan datang ke kantornya.


" sayang.. " menghampiri Yollan yang sedari tadi berdiri di belakang pintu " kenapa gak bilang kalau mau kesini , nanti kusuruh pak Zaenal yang jemput kamu " Azka membawa Yollan duduk ke sofa


Jefri mengundurkan diri karena tidak ingin mengganggu tuan dan nyonya nya.


" tuan , nyonya , saya permisi keluar " diangguki Azka dan Yollan.


" aku gak berencana kesini hanya saja aku ingat maz saat tadi aku melewati cafe dan aku memesan ini untuk makan siang disini "


Yollan menata makanan dimeja tamu dalam ruangan Azka.


" makasih sudah ingat aku yank "


" iya , cepet makan.. sudah makan nanti aku mau menemui teman teman sebentar sebelum aku pulang , tadi mereka menghampiri aku dan menyuruhku menemui mereka setelah bertemu denganmu "


Azka tersenyum " mereka menyukaimu dan hampir semuanya , kamu hebat dan jarang sekali ada orang seperti kamu " ada rasa bangga di hati Azka.


" masa maz , aku rasa mereka bersikap biasa saja "


" baiklah kalau mau pulang aku antar kamu ketempat mereka , hanya mengantar karena kamu dan teman temanmu butuh privasi jika ada aku yang ada mereka tegang "


" qo bisa begitu ? "


" aku berbeda , bahkan aku pernah mendengar kalau mereka tak percaya kamu menikah denganku " diam sejenak " kamu yang menyenangkan bisa menikah dengan orang yang kaku dan dingin seperti aku "


" maz , bagaimanapun kamu .. kamu adalah imamku , aku yang tahu bagaimana kamu "


mendengar itu Azka merasa bahagia , sifatnya yang dingin berbanding terbalik jika ada Yollan di depannya , Azka selalu memperlihatkan senyum tulus pada istrinya.


sesudah selesai makan dan mengobrol sebentar , Azka mengantarkan Yollan ke teman temanny terlebih dahulu dan kembali ke atas untuk melanjutkan pekerjaannya.


sebelum pulang Yollan berbincang bincang dulu dengan teman temannya setelah itu pulang ke rumahnya.

__ADS_1


__ADS_2