
*dirumah Septi*
" duh .. gantengnya baby Renaldi , mirip siapa ya ??" ( Riska )
" yang jelas mirip emak bapaknya laahh" ( Yollan )
" sudah , sudah ... Dateng dateng ributin wajah anakku , gak kangen apa kalian sama aku " Septi menghela nafasnya geram melihat tingkah kami yang mengacuhkannya.
" aaaahh ,, maafkan aku lebih tertarik baby R dari pada emaknya , hahaha" ( Yollan )
" benaaaarr ituuuuu".. Riska menimpali
" memang ya kalian itu keterlaluan!! " Septi yang sudah memajukan bibirnya,,
" cup sayang jangan sedih begitu .. sini aku peluk... muuuaachhh,," Yollan memeluk Septi dan bergantian dengan riska
" mana Heri ( suami Septi ) ? tanyaku sambil celingak celinguk
" dia sebentar lagi pulang ".. ( Septi )
Tak lama Heri datang tetapi tak sendiri ,
" haii Lan , sudah lama ? , eh ada dek Riska.." ( Heri )
" ya..lumayan , sebentar lagi kami pulang her , karena kami menginap di rumah mamah cuma semalam , besok harus pulang.. kita belum cuti " ... jawabku dan Riska pun menganggukan kepala , mengiyakan .
" ka Heri , itu siapa ??" tanya Riska sambil mengisyaratkan dengan matanya ke belakang Heri.. " ganteng banget.." baiknya
__ADS_1
Tetapi aku yang sudah tau siapa dia hanya diam tanpa mengeluarkan kata , entah kenapa lidahku kelu saat ini.
" ini Ardi , temanku.. " jawab Heri sambil melirik ke arahku yang tahu ceritanya dengan Ardi.
Ardi pun sedari tadi hanya melihatku dengan mata yang tak terbaca olehku , entah dia membenciku atau ...
akhirnya Ardi membuka suara terlebih dahulu ,
" Lan , apakabar ?" mengulurkan tangannya
saat aku akan mengulurkan tanganku juga Riska yang menjabat duluan tangannya ke Ardi
" hai ka ardi.... , aku Riska .. sahabat dan sekaligus adiknya ka yollan" Riska senyam senyum
tak lama Ardi melepaskan dan hanya menganggukan kepalanya tetapi tak lepas matanya melihatku .
"Lan , boleh kita bicara sebentar ?" Ardi mengajakku ke teras dan aku menganggukkan kepalaku mengikuti dia.
________
Ardi : " Lan , aku .. aku merindukanmu , tak bisa melupakanmu , sampai hari ini , detik ini..", aku hanya menatapnya , ada rasa sesak dihatiku. Tak lama Dy kembali bicara.. " aku bahkan tahu keadaanmu dan kenapa kamu meninggalkanku hingga menikah dengan orang lain , awalnya aku sangat sakit dengan apa yang telah kamu lakukan tapi aku fikir itu bukan kamu "
Yollan : " di..maaf atas semua salah yang aku lakukan padamu dulu ..." tak terasa meneteslah sudah air mata yang susah payah ditahan olehku dan rasanya sesakku bertambah saat Ardi menggenggam tanganku menempelkan ke dadanya dan ditahan , terasa detak jantungnya sangat cepat.
Ardi : " saat ku dengar , kamu ada d rumah Septi ..." berhenti sejenak menghembuskan nafas yang berat " aku meminta Heri agar aku ikut dengannya kesini , di perjalanan aku terus berdoa agar kamu masih tetap disini , aku hanya ingin bertemu , sungguh ingin bertemu .." mata Ardi berkaca kaca
Yollan : " Ardi .. " ucapku lirih , hanya itu yang keluar dari bibirku
__ADS_1
Aku benar benar menyakitinya yang sangat tulus padaku walau memang tidak pernah sengaja aku menyakitinya.
.
.
.
.
.
.
.
.
Di kamarku , Riska tidak berani menggangguku karena dia tahu apa yang sedang aku fikirkan. dia langsung tertidur membelakangi ku..
Fikiranku melayang , kata kata Ardi selalu aku ingat ... tapi aku benar benar tak bisa kembali bersama dia. Aku tak pantas dengannya , hanya itu yang ada di fikiranku.
" suatu hari , kelak kamu akan mendapatkan wanita yang pantas bersanding denganmu Ardi , aku yakin kamu bisa melupakanku." gumamku dalam hati
pertemuanku dengan Ardi , membuatku terasa lega hati karena permintaan maaf ku sudah aku utarakan , dan tak ada lagi yang mengganjal di hatiku.
Ardi adalah orang yang tak bisa aku lupakan walau aku mungkin tak mencintainya tetapi dia'lah orang yang paling menghargai ku , menjaga kehormatanku dengan tidak pernah menginginkan apapun dariku lebih saat menjadi kekasihnya.
__ADS_1