
Memasuki kamar mess.. dengan tanda tanya dengan kata kata atasannya.
Tak pernah di fikirkannya lagi karena esok hari adalah kepulangannya dan mungkin juga tak akan pernah melihat orang orang yang berada disini.
Setelah mengganti pakaian Yollan menaiki kasurnya , duduk dengan kaki berselonjor dan mengambil ponsel ,mengecek pesan yang masuk . Dan benar saja banyak sekali pesan yang masuk serta beberapa panggilan tak terjawab karena memang ponselnya dalam mode silent.
- " kenapa tak mengangkat telfon ku ? "
- " Lan ...."
- " aku nanti menjemputmu , jangan menghindari aku "
- " Lan ,, apa kamu sudah tidur ?"
- " ya sudah.. selamat malam , besok aku yang menjemputmu di bandara ".
beberapa pesan Ardi yang baru yollan baca dan kulihat 12 kali panggilan yang tak yollan jawab . Hanya dibacanya dan tak menjawab pesan dari Ardi , dan yang jelas Ardi akan tetap menunggu d bandara untuk menjemputnya walau sudah dilarang sekalipun.
***
pagi sekali Yollan sudah bersiap pergi ke bandara tapi saat keluar gerbang , seseorang mendekatinya dan tersenyum.
" selamat pagi..." Azka dengan senyum menawannya
" pa..pagi juga maz , nga..ngapain maz kesini pagi pagi sekali ? " tak percaya akan keberadaan Azka dihadapannya
" mau antar kamu kebandara ".. dengan cueknya menjawab
" maz, sudah saya bilang gak usah "
" ayolah .. aku dari tadi menunggu kamu , apa kamu tidak bisa menghargai kedatanganku ? " memasang wajah sendu
" huummm.. baiklah , saya ikut maz "
" nah.. gitu dong , ayo naik ." dengan membuka pintu untuk Yollan
__ADS_1
setelah masuk dan menjalankan mobilnya Yollan mengernyitkan dahi dan mulai bertanya pada Azka , kenapa harus repot repot mengantarnya.
" apa maz gak kerja hari ini ?"
" kerja "
" terus , kenapa maz harus mengantar saya ? "
" karena saya mau , saya antar sampai sana bila perlu "
" maaf , kenapa maz harus repot-repot seperti itu ? "
" gak ada apa apa , hanya ingin saja "
" baiklah kalau begitu , anggap saya percaya sama maz walau saya tak yakin dengan ucapan maz "
" hmm " Azka tak berani jujur karena ia ingin bertemu dahulu dengan ayahnya .
sesampainya di bandara , Azka mengantar Yollan sampai tempat penjagaan saja karena tidak ingin Yollan curiga apa apa.
" untuk ??"
" untuk ku simpan di rumah buat nakut nakutin tikus .. ayolah 1 kali saja ya "
" terserah maz " menggelengkan kepala seolah tak percaya apa yang dilakukan atasannya yang biasa menjaga imagenya , sekarang seperti ini.
" sudah... makasih " lalu membalikkan badannya dan pergi.
" iya maz " Yollan pun masuk ke dalam untuk check in tiket pesawatnya.
***
" aku akan merindukanmu lan , walau besok aku akan menyusul kesana memberi kejutan untukmu , dan 1 hal yang harus kamu tau .. aku tak akan melepaskanmu dan aku akan pastikan kamu menjadi istriku kelak ". gumamnya di dalam mobil yang Azka jalankan.
__ADS_1
" foto ini ... satu satunya foto atas izinmu aku mengambilnya , yang lainnya kamu tak mengetahui nya" Azka terkekeh
Azka sebelumnya sudah memberitahu Jefri bahwa hari ini akan terlambat ke kantor.
Jefri yang mengetahui atasannya itu kemana hanya mengiyakan dan menggeser beberapa kegiatan azka di kantor.
*****
sampai bandara tujuan kotanya , Yollan berjalan menuju pintu keluar kedatangan .. dan benar saja dilihatnya Ardi melambaikan tangannya ...
" sini saya bawa kopernya " menyeret koper Yollan tanpa menunggu jawaban
" kenapa keukeuh mau jemput , kamu gak kerja ? "
" aku sengaja kosongkan jadwalku hari ini "
" ada hal penting untuk kita bicarakanlah ? "
" hanya ingin melihatmu .. itu saja "
" iya.. jangan pernah lagi berharap Ardi , kumohon mengertilah "
" tak semudah itu lan , tapi aku berusaha untuk membuatmu kembali padaku "
" kalau aku nanti menyukai laki laki tetapi bukan kamu , tolong hargai "
" ..... " tanpa menjawab karena baginya kata kata yollan membuat Ardi menghela nafas .
sepanjang jalan , hanya sunyi yang ada dan Yollan tertidur .. Ardi menatap Yollan yang tidur di jok sampingnya tersenyum ,
" kamu berbeda lan dan aku sangat sulit melupakanmu " ... seraya membelai rambut yollan perlahan .
selama di perjalanan Ardi hanya berdiam diri dan sesekali melirik Yollan
Yollan hanya berpura pura memejamkan mata untuk menghindari pertanyaan ardi,
__ADS_1